Konsep menyewa tubuh manusia untuk mengerjakan tugas fisik kini benar-benar dipakai oleh startup bernama RentAHuman.ai. Platform ini dibuat agar AI bisa mencari, membooking, lalu membayar manusia untuk pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan robot secara langsung.
Di balik ide itu, pendiri startup Alexander Liteplo menilai peluangnya besar karena robot tetap membutuhkan tubuh manusia. Dalam penjelasannya, layanan ini dirancang seperti ekosistem kerja serabutan baru yang mempertemukan kebutuhan mesin dengan tenaga manusia.
Skema kerja dan bayaran yang ditawarkan
Orang yang ingin bergabung hanya perlu membuat profil berisi lokasi, keahlian, dan gaji per jam yang diinginkan. Setelah itu, bot otonom akan menghubungi kandidat berdasarkan tugas yang dibutuhkan dan memberi instruksi langsung kepada pekerja manusia.
Bukti bahwa tugas sudah selesai juga diminta oleh robot AI. Sementara itu, pembayaran kepada pekerja dilakukan dalam bentuk aset kripto.
| Contoh Tugas | Bayaran yang Diminta | Keterangan |
|---|---|---|
| Subscribe akun di X | US$1 | Termasuk tugas sederhana yang tercantum di website resmi |
| Selfie dengan tulisan “AI membayar saya untuk memegang tulisan ini” | US$100 | Menjadi salah satu contoh tugas dengan bayaran lebih tinggi |
Menurut website resminya, model seperti ini dibuat agar agen AI bisa langsung menyewa manusia tanpa membebani pengguna manusia. Liteplo juga menyamakan platform tersebut dengan Uber karena sama-sama membentuk pasar kerja baru yang fleksibel.
Minat pendaftar melonjak cepat
Pada Februari lalu, Liteplo mengklaim lebih dari 130 orang sudah mendaftar. Latar belakang para pendaftar disebut beragam, mulai dari model OnlyFans hingga CEO startup.
Jumlah itu kemudian melonjak tajam. Dalam dua hari, pendaftar disebut mencapai 73 ribu orang, menunjukkan rasa penasaran publik terhadap model kerja yang tidak biasa ini.
Di sisi teknis, website agen AI itu dibuat ramah untuk robot. Pengguna diminta membangun koneksi dengan perangkat yang memungkinkan berbagai bot AI berinteraksi dengan data melalui model context protocol atau MCP.
Dengan pendekatan itu, agen AI seperti Claude atau MoltbBot dapat langsung menyewa manusia secara mandiri. CNBC Indonesia melaporkan bahwa gagasan ini mencoba membuka cara baru bagi AI untuk mengeksekusi tugas fisik melalui tenaga manusia yang tersedia di platform.
Source: www.cnbcindonesia.com






