Pedagang Souvenir di Prancis Viral karena Fasih Bahasa Indonesia dan Jago Ngelawak

Seorang pedagang souvenir di Prancis baru-baru ini viral di media sosial setelah videonya fasih berbahasa Indonesia beredar luas. Warga Indonesia yang sedang berwisata di Paris mengabadikan momen lucu saat mereka menawar oleh-oleh di sebuah sudut kota, dan pedagang lokal yang ditemui ternyata mampu bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia dengan lancar.

Aksi pedagang tersebut menarik perhatian karena tidak hanya lancar berbicara, tetapi juga mampu melontarkan guyonan dan candaan yang akrab dengan gaya pedagang di pasar tradisional Indonesia. Reaksi pembeli maupun warganet pun penuh kekaguman sekaligus terhibur melihat aksi sang penjual yang cekatan menawarkan dagangannya.

Pengalaman Tak Terduga di Paris

Menurut video yang diunggah melalui akun TikTok @halimchan, pada awalnya pedagang yang berkulit hitam ini mendekati sekelompok turis Indonesia. Ia lebih dulu menawarkan souvenir berupa miniatur Menara Eiffel dengan menggunakan bahasa Prancis.

Namun, ketika mengetahui bahwa calon pembelinya berasal dari Indonesia, sang penjual langsung mengganti cara komunikasi. Ia menawarkan barang dagangannya dengan bahasa Indonesia yang lancar dan logat unik.

Barang-barang yang dijajakan meliputi gantungan kunci Eiffel kecil hingga souvenir yang lebih besar sebagai dekorasi ruang tamu. Penjual ini menyesuaikan tawarannya dengan gaya khas Indonesia, menggunakan kata-kata persuasif seperti, “Ini lima belas. Tidak mahal saudara. Saya orang Indonesia kamu suka. Lima belas ibu, saya bilang.”

Pandai Berkomunikasi dan Ngelawak

Tak hanya berbahasa Indonesia dengan baik, kemampuan berkomedi dari sang pedagang pun menambah seru suasana. Ia dengan percaya diri meledek, membuat pembeli tertawa, hingga menyebutkan deretan nama kota di Indonesia tanpa kesulitan.

“Orang Indonesia, Jakarta, Malang, Surabaya, Bandung, Bali, Sumatera, Semarang, Jawa, Jogja, Ambon, Kalimantan,” ucapnya sambil tertawa dan bertepuk tangan. Bahkan, ia menawarkan harga khusus sambil berkata, “Orang baik, orang jujur. Ibu-ibu bapak ibu di sini kalau mau beli jualan lebih murah di sini. Saya orang Indonesia, kamu juga.”

Kelancaran sang pedagang dalam bercanda di depan konsumen membuat para wisatawan merasa dekat dan nyaman, seakan sedang belanja di pasar Indonesia. Hal ini menjadikan momen interaksi di Paris tersebut terasa spesial dan membekas di hati para turis.

Respon Warganet dan Viral di TikTok

Hingga video tersebut ditonton lebih dari 13 juta kali, respons di kolom komentar pun ramai. Banyak warganet yang terhibur dan sampai menyebut si penjual seperti mamang-mamang di pasar Tanah Abang atau Monas.

Beberapa komentar dari warganet menunjukkan kekaguman terhadap kebolehan si penjual, seperti, “Lancar banget bahasanya,” serta candaan, “Dia kalau tinggal di Indonesia bisa jadi guru bahasa Prancis nih,” dan “Dulu dagang di Monas, sekarang dagang di menara Eiffel.”

Aksi lucu serta skill bahasa lokal yang dikuasai oleh sang pedagang membawa kehangatan bagi para wisatawan Indonesia yang sedang jauh dari rumah. Selain memperlihatkan kemauan belajar budaya lain, hal ini juga menjadi bukti keterbukaan dan keramahan dalam aktivitas perdagangan di destinasi wisata dunia.

Kenapa Pedagang Asing Kuasai Bahasa Indonesia

Fenomena pedagang asing yang mahir bahasa Indonesia di Eropa, terutama di destinasi padat turis seperti Paris, bukan sesuatu yang asing lagi. Banyak penjual souvenir yang sengaja belajar bahasa-bahasa populer dunia demi mendekatkan diri dan menarik pelanggan.

Para wisatawan Indonesia yang menjadi salah satu kelompok wisatawan terbesar di Eropa menjadi target utama penjual-penjual ini. Pengalaman unik berinteraksi menggunakan bahasa ibu di negeri orang menjadi nilai tambah tersendiri yang kadang sukses membuat para turis Indonesia lebih royal berbelanja.

Biasanya, proses belajar bahasa tersebut dilakukan secara otodidak. Beberapa pedagang memperoleh kata-kata bahasa Indonesia dari interaksi langsung dengan konsumen asal Indonesia. Mereka juga mempelajari nama-nama kota, ekspresi umum, bahkan candaan khas Indonesia demi meninggalkan kesan mendalam di hati wisatawan.

Tips Mengunjungi Paris dan Berinteraksi dengan Pedagang Lokal

Berlibur ke Paris menjadi impian banyak orang Indonesia, apalagi jika mendapatkan pengalaman tak terduga seperti ini. Berikut beberapa tips yang bisa digunakan saat berwisata dan berbelanja di Paris:

  1. Cobalah untuk menyapa dengan bahasa Prancis sederhana seperti “Bonjour” atau “Merci” ketika bertemu pedagang lokal.
  2. Jika menemukan penjual yang menguasai bahasa Indonesia, gunakan kesempatan ini untuk menawar harga dengan cara yang santai dan penuh canda.
  3. Jangan ragu bertanya tentang lokasi wisata terdekat atau rekomendasi kuliner khas dari para pedagang, mereka biasanya memiliki banyak informasi lokal.
  4. Siapkan uang tunai dalam pecahan kecil agar proses transaksi lebih cepat dan mudah, terutama di kios-kios souvenir.
  5. Abadikan momen seru selama perjalanan, karena pengalaman unik semacam ini jarang bisa didapatkan di tempat lain.

Fakta Menarik Seputar Wisata dan Belanja Souvenir di Prancis

Paris merupakan salah satu kota terpopuler sebagai tujuan wisata, bukan hanya karena Menara Eiffel, tetapi juga karena beragam lokasi wisata seperti Louvre Museum, Notre Dame, Arc de Triomphe, hingga Disneyland Paris.

Banyak wisatawan Indonesia yang mengunjungi Paris dalam paket tur maupun liburan mandiri. Rata-rata biaya wisata selama lima hari, menurut sumber Brilio.net, berkisar antara Rp20 juta hingga Rp30 juta per orang. Tarif tersebut sudah termasuk tiket pulang-pergi, hotel bintang tiga atau empat, transportasi dalam kota seperti metro, dan tiket destinasi wisata utama.

Khusus soal souvenir, miniatur Menara Eiffel, gantungan kunci, kartu pos, hingga magnet kulkas menjadi oleh-oleh favorit turis. Harga yang ditawarkan bervariasi, dan keahlian menawar kerap jadi senjata wisatawan Indonesia mendapatkan harga terbaik.

Masyarakat Prancis umumnya dapat berbahasa Inggris terutama di kota besar, namun mereka sangat menghargai wisatawan yang berusaha berbicara bahasa Prancis. Penjual souvenir di sekitar objek-objek wisata biasanya memahami banyak bahasa asing, termasuk Indonesia, untuk membangun keakraban dan meningkatkan penjualan.

Pengalaman Interaksi yang Meninggalkan Kesan Mendalam

Viralnya video pedagang souvenir yang fasih bahasa Indonesia menunjukkan betapa kuatnya pengaruh wisatawan Indonesia di Paris. Tidak sedikit wisatawan yang mengaku pengalaman unik seperti inilah yang membuat perjalanan mereka semakin berkesan.

Dengan aksi lucu, kelancaran bahasa, hingga kehangatan interaksi, pedagang tersebut sukses menembus batas budaya dan bahasa lewat sekadar perdagangan. Pengalaman bertemu pedagang asing yang bisa berbahasa Indonesia kini menjadi cerita favorit yang sering dibagikan oleh wisatawan saat pulang ke tanah air.

Hal seperti ini memperlihatkan bahwa keunikan interaksi sosial di kota wisata dunia seperti Paris bukan hanya dari sisi pemandangan atau kuliner, tetapi juga momen-momen kebersamaan dan kejutan menyenangkan yang menemani perjalanan para wisatawan.

Exit mobile version