Advertisement

Waspada Bahaya Rebahan dengan Smartphone, Risiko Syaraf Tertekan dan Kesehatan Terganggu

Bermain smartphone sambil rebahan telah menjadi kebiasaan umum yang sering dilakukan untuk melepas penat. Namun, posisi ini ternyata memberikan beban mekanis berat pada tubuh yang jika dibiarkan berlanjut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan serius.

Saat berbaring miring atau terlentang sambil menahan ponsel di atas wajah, sendi dan otot tangan, lengan, serta leher harus menanggung tekanan berlipat ganda. Posisi ini menyebabkan ketegangan statis yang dapat merusak struktur tulang belakang secara bertahap dan memicu inflamasi jaringan lunak yang sulit pulih hanya dengan istirahat.

Risiko Gangguan Tulang Belakang dan Saraf Kejepit

Memegang ponsel dengan posisi seperti ini dalam waktu lama khususnya saat tidur, memaksa leher dalam sudut kemiringan tidak alami. Hal ini dapat menekan saraf di tulang belakang bagian servikal. Efeknya dapat berupa rasa kesemutan di ujung jari, nyeri yang menjalar sampai ke lengan, dan kondisi kronis yang dikenal sebagai text neck.

Selain itu, posisi tangan yang terus menekuk untuk memegang ponsel juga berpotensi memicu sindrom Carpal Tunnel. Ini ditandai oleh peradangan tendon pada pergelangan tangan yang menyebabkan nyeri dan melemahnya genggaman.

Dampak Negatif pada Kesehatan Mata

Jarak pandang yang terlalu dekat dan tidak stabil ketika melihat layar smartphone saat rebahan dapat memicu kelelahan mata. Otot silier yang mengatur fokus mata menjadi bekerja berlebihan, yang dalam dunia medis dinamakan Computer Vision Syndrome.

Paparan cahaya biru dari layar dalam ruang gelap juga meningkatkan stres oksidatif pada retina. Studi menunjukkan paparan ini bukan hanya menyebabkan mata kering dan merah, tetapi juga bisa merusak sel fotoreseptor. Kerusakan tersebut berisiko menurunkan fungsi penglihatan secara permanen.

Gangguan Ritme Sirkadian dan Kualitas Tidur

Cahaya biru dari layar smartphone sangat sensitif terhadap otak, sehingga menghambat produksi hormon melatonin. Melatonin adalah hormon alami yang memicu rasa kantuk dan proses regenerasi sel saat tidur.

Jika melatonin berkurang, tubuh tetap dalam mode waspada walaupun seharusnya sudah beristirahat. Akibatnya, kualitas tidur menurun signifikan, fase tidur dalam berkurang, dan saat bangun tubuh merasa lelah, suasana hati tidak stabil, serta kemampuan konsentrasi menurun.

Pengaruh Posisi Tidur Terhadap Pencernaan

Bermain smartphone sambil tiduran terutama setelah makan malam juga berisiko memicu masalah pencernaan. Posisi berbaring datar menghambat gravitasi yang membantu perpindahan makanan dari kerongkongan ke lambung.

Kondisi ini dapat memicu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang menyebabkan asam lambung naik dan sensasi terbakar di dada. GERD merupakan gangguan serius yang perlu diwaspadai untuk menghindari komplikasi.

Langkah Pencegahan yang Perlu Dilakukan

Guna mengurangi risiko tersebut, penting untuk menetapkan batas penggunaan smartphone, seperti menghindari gadget minimal satu jam sebelum tidur. Pengguna juga disarankan untuk menjaga posisi tubuh agar tetap ergonomis saat berinteraksi dengan perangkat digital.

Dengan menerapkan kebiasaan yang lebih sehat tersebut, kerusakan pada tulang belakang, saraf, mata, dan gangguan hormon dapat dicegah secara efektif. Memahami bahaya rebahan sambil bermain smartphone menjadi langkah awal menjaga kesehatan dalam era digital yang serba cepat ini.

Berita Terkait

Back to top button