Produsen GPU Zephyr Ungkap Penyebab Kerusakan Chip RDNA 2 dan Solusi Penggantian Garansi

Zephyr, produsen GPU asal China, mengonfirmasi adanya sejumlah chip GPU RDNA 2 yang rusak akibat retak, menggembung, atau korsleting. Perusahaan ini mengungkapkan bahwa mereka telah mengganti beberapa inti Navi 21 yang mati di bawah garansi sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen.

Masalah GPU mati pada seri RX 6000 sempat muncul dan menimbulkan pertanyaan mengenai penyebabnya. Zephyr menampilkan foto-foto chip GPU yang mengalami kerusakan fisik seperti retak dan membengkak. Mereka juga menyebutkan adanya risiko sekitar 1% chip tersebut bisa mengalami kegagalan setiap tahunnya.

Zephyr menunjukkan tumpukan inti GPU yang telah diganti melalui program RMA (Return Merchandise Authorization). Berbeda dengan vendor lain yang sering menolak klaim garansi dalam kondisi serupa, Zephyr justru selalu memenuhi jaminan garansinya. Hal ini menunjukkan komitmen serius perusahaan terhadap pelayanan pelanggan meskipun sempat mengakui adanya kesalahan dalam hal layanan.

Dalam dua video yang dipublikasikan Zephyr, kerusakan yang terjadi pada inti GPU terlihat jelas. Sebagian besar mengalami korsleting, sementara yang lain tampak menggembung seolah-olah “berotot.” Beberapa inti juga ditemukan retak, yang menjadi penyebab utama kerusakan total. Semua inti GPU yang mati ini disimpan di kantor Zephyr sebagai catatan dan pengingat akan tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan.

Sebelumnya, ketika kasus ini pertama kali muncul, ada pihak dari retailer di Jerman yang menduga kematian GPU disebabkan oleh kombinasi ledakan kripto dan penyimpanan di lingkungan dengan kelembapan tinggi. Namun, belum ada pihak pabrikan yang secara resmi mengakui masalah ini. Pernyataan Zephyr memberikan bukti tambahan bahwa kasus ini lebih luas daripada yang diduga sebelumnya dan sempat dialami beberapa AIB (Add-in Board) partner.

Zephyr tampaknya ingin menegaskan posisinya sebagai satu-satunya merek yang bersedia menangani klaim garansi untuk kerusakan inti GPU Navi 21. Namun, pengungkapan ini juga menunjukkan bahwa masalah chip mati dalam rangkaian RDNA 2 ini mungkin jauh lebih umum daripada dugaan awal. Meski begitu, kartu grafis RDNA 2 tetap populer berkat nilai ekonomis dan performa yang memuaskan bagi banyak pengguna.

Berikut poin penting terkait kasus GPU RDNA 2 rusak menurut Zephyr:

1. Kerusakan utama berupa retak, menggembung, dan korsleting pada inti chip Navi 21.
2. Risiko kematian inti GPU mencapai sekitar 1% per tahun.
3. Zephyr telah mengganti banyak inti GPU rusak melalui garansi.
4. Vendor lain cenderung menolak mengganti kerusakan jenis ini, berbeda dengan Zephyr.
5. Kasus ini sempat terkait dengan faktor eksternal seperti ledakan kripto dan kelembapan.
6. Masalah ini mengindikasikan isu yang tidak hanya terjadi pada satu merek, tapi juga AIB partner lain.

Mengingat popularitas besar GPU RDNA 2 di pasar saat ini, pengungkapan Zephyr menjadi informasi penting untuk pengguna yang masih menggunakan GPU seri RX 6000. Pelanggan didorong untuk tetap memperhatikan kondisi perangkat dan memanfaatkan garansi jika menemukan gangguan serupa. Zephyr menunjukkan langkah proaktif dalam melayani klaim garansi yang dapat menjadi contoh baik untuk industri hardware komputer di masa depan.

Exit mobile version