Samsung Perkuat Tim Exynos dengan Ahli dari AMD dan Intel untuk Tingkatkan Performa Grafis Chipset

Samsung baru-baru ini mengumumkan perekrutan John Rayfield, seorang eksekutif berpengalaman dari AMD dan Intel, untuk memimpin Advanced Computing Lab (ACL) di Samsung Austin Research Center (SARC), Amerika Serikat. Langkah ini bertujuan memperkuat pengembangan prosesor Exynos, khususnya pada aspek GPU dan arsitektur sistem.

John Rayfield mulai bergabung pada November dan kini menjabat senior vice-president yang mengawasi tim inovasi grafis, IP sistem, dan SoC. Rekrutmen ini bertepatan dengan peluncuran Exynos 2600, chip mobile pertama Samsung yang diproduksi dengan teknologi 2 nm.

Pengalaman Profesional John Rayfield

Rayfield memiliki pengalaman mendalam di dunia semikonduktor, termasuk posisi wakil presiden di AMD. Di sana, ia terlibat dalam pengembangan prosesor Ryzen AI 300 yang dipakai oleh Microsoft untuk PC berbasis kecerdasan buatan.

Sebelumnya, ia juga memimpin divisi AI untuk klien dan unit pemrosesan visual di Intel, dengan fokus pada akselerasi grafis serta arsitektur komputasi. Selain AMD dan Intel, Rayfield pernah bekerja di Arm, Imagination Technologies, dan NXP Semiconductors.

Pengalaman luasnya dalam desain chip, sistem arsitektur, serta akselerasi AI menjadikannya figur penting untuk mengatasi tantangan performa prosesor Exynos.

Tantangan yang Dihadapi Prosesor Exynos

Beberapa generasi Exynos, seperti Exynos 990 dan Exynos 2200, kerap dikritik karena performa grafis yang kalah dibanding Snapdragon dari Qualcomm.

Kelemahan ini terlihat terutama pada penggunaan berat seperti gaming dan aplikasi intensif grafis. Untuk mengatasi hal ini, Samsung mulai meningkatkan investasi pada pengembangan chip internal.

Mempekerjakan talent asing berpengalaman seperti Rayfield mempercepat upaya perusahaan untuk menyamakan atau bahkan melampaui kompetitor dalam hal efisiensi dan tenaga.

Inovasi Terbaru pada Exynos 2600

Exynos 2600 yang diproduksi dengan teknologi Gate-All-Around 2 nm menjadi tonggak penting bagi Samsung. Chip ini dibekali GPU Xclipse 960 yang dikembangkan secara internal di SARC dan ACL.

GPU baru ini menawarkan peningkatan performa ray tracing hingga 50% dibanding pendahulunya, serta teknologi ENSS (Exynos Neural Super Sampling) untuk upscaling gambar lebih baik.

Fitur lain mencakup CPU deca-core berbasis arsitektur Arm serta performa berkelanjutan pada pekerjaan AI yang kompleks. Prosessor ini diperkirakan akan dipakai di seri Galaxy S26 di beberapa wilayah tertentu.

Fokus pada Inovasi Grafis dan Efisiensi Energi

Di bawah kepemimpinan Rayfield, ACL fokus mempercepat inovasi di gaming, AI, dan penghematan daya. Tim akan bekerja pada peningkatan GPU, arsitektur SoC, serta IP sistem agar pengalaman pengguna menjadi lebih mulus.

Strategi ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan pada prosesor Qualcomm dalam jangka panjang. Hasil nyata diharapkan terlihat pada produk generasi mendatang untuk memperkokoh posisi Samsung di pasar semikonduktor mobile.

Dampak untuk Perangkat Galaxy

Pengguna Galaxy di berbagai wilayah bisa mengantisipasi performa prosesor Exynos yang lebih stabil dan konsisten. Perpaduan teknologi fabrikasi canggih dengan keahlian pihak luar meningkatkan daya saing chipset ini.

Investasi riset yang terus berlanjut di Amerika Serikat menunjukkan ambisi Samsung yang kuat untuk menjadi pemain global utama di industri semikonduktor. Dengan langkah ini, Samsung semakin mendekati visinya untuk menciptakan chip mobile yang lebih bertenaga dan efisien.

Exit mobile version