Banyak orang menyimpan Chromebook lama dengan spesifikasi rendah yang sudah jarang digunakan. Chromebook yang sudah usang sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali sebagai server Linux sederhana dengan langkah yang tepat.
Salah satu contoh penggunaannya adalah mengubah Chromebook lama menjadi server RSS feed aggregator yang ringan dan efisien. Server seperti ini tidak membutuhkan sumber daya besar, sehingga cocok untuk perangkat dengan hardware terbatas seperti Chromebook lama dengan 4GB RAM dan penyimpanan internal 16GB.
Persiapan Awal dan Pembatasan Hardware
Sebelum mulai, penting memahami spesifikasi Chromebook yang dimiliki. Misalnya, Samsung Chromebook 3 keluaran tahun 2015 memiliki processor dual-core 1.6GHz dan hanya 16GB penyimpanan internal. Karena penyimpanan kecil, server harus dijalankan dengan software yang sangat ringan agar tetap optimal.
Untuk contoh penggunaan, menjalankan FreshRSS sebagai RSS feed aggregator adalah opsi tepat. Aplikasi ini hanya memerlukan ruang dan sumber daya minimal karena hanya mengambil data feed dari internet secara berkala.
Unlock Bootloader dan Menghapus ChromeOS
Langkah pertama adalah menghapus sistem operasi ChromeOS yang asli. Proses ini berbeda tergantung model Chromebook, kadang memerlukan tindakan fisik seperti melepas sekrup write protection. Jika tidak dilepas, Linux tidak bisa diinstal.
Sumber yang sangat membantu adalah situs Mrchromebox.tech yang menyediakan skrip otomatisasi instalasi Linux serta panduan lengkap. Tapi, disarankan untuk mencari tutorial yang sesuai dengan model Chromebook khusus agar aman dan efektif.
Koneksi dan Aksesori Pendukung
Sangat direkomendasikan menggunakan koneksi kabel Ethernet untuk kestabilan server. Chromebook lama biasanya tidak memiliki port Ethernet, sehingga perlu adapter Ethernet ke USB-A untuk menghubungkan ke router.
Selain itu, keyboard bawaan Chromebook sering memiliki tata letak kunci yang berbeda, sehingga penggunaan keyboard eksternal dengan deretan fungsi lengkap bisa memudahkan pengoperasian server Linux.
Memilih Sistem Operasi Linux yang Tepat
Setelah bootloader dibuka, tahap berikutnya adalah memilih distribusi Linux. Pilihan distribusi harus mempertimbangkan keterbatasan hardware Chromebook. DietPi adalah salah satu opsi yang ideal karena berbasis Debian, ringan, dan mudah menginstal banyak layanan lewat skrip otomatis.
DietPi menyediakan berbagai versi ISO yang dapat disesuaikan dengan perangkat keras. Untuk Chromebook tanpa versi khusus, opsi “UEFI Native PC” yang kompatibel dengan bootloader dari Mrchromebox.tech adalah pilihan yang logis.
Proses Instalasi dan Pengujian
Menulis ISO Linux ke USB drive dan melakukan boot pada Chromebook biasanya berjalan lancar. Setelah sistem terpasang, pengaturan FreshRSS melalui menu software DietPi bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik.
Dalam pengujian, aplikasi FreshRSS berjalan responsif tanpa kendala berarti, sama seperti di perangkat Raspberry Pi 4. Hal ini membuktikan bahwa Chromebook lama masih dapat menjalankan server sederhana dengan baik.
Pertimbangan dan Pengembangan Selanjutnya
Salah satu kendala teknis yang ditemukan adalah mengatur layar agar mati tanpa mematikan komputer, untuk menghemat energi. Chromebook biasanya tidak memiliki fungsi built-in untuk hal ini, sehingga perlu solusi khusus.
Penyimpanan internal yang terbatas juga menjadi perhatian karena aplikasi dan cache bisa cepat memenuhi ruang 16GB. Pengguna harus merencanakan penggunaan penyimpanan dengan menambahkan media eksternal atau memanfaatkan penyimpanan jaringan.
Dengan demikian, Chromebook lawas bisa menjadi server Linux yang berguna dan hemat biaya jika konfigurasi dilakukan dengan tepat. Ini menghindarkan perangkat tidak terpakai dan memaksimalkan nilai guna teknologi lama.





