USB adalah salah satu antarmuka perangkat keras yang paling umum ditemukan di berbagai perangkat elektronik konsumen. USB, singkatan dari Universal Serial Bus, diperkenalkan pada tahun 1990-an dengan tujuan membuat konektor yang kompatibel dengan banyak perangkat dan mampu mengalirkan daya serta data dengan cepat. Seiring perkembangan teknologi, USB telah berevolusi menjadi berbagai tipe dengan bentuk dan standar yang berbeda.
Mengenali jenis port USB pada perangkat bisa dilakukan dengan melihat bentuk dan warna konektornya. Berikut ini adalah panduan dasar untuk membantu pengguna mengetahui tipe port USB yang dimiliki.
1. USB Berdasarkan Bentuk dan Warna Port
Bentuk fisik port USB adalah indikator utama untuk mengetahui jenisnya. Ada enam bentuk utama yang umum ditemui:
-
USB-A berbentuk persegi panjang dan sering ditemukan di komputer, televisi, flash drive, serta perangkat listrik seperti power strip. Warna pada port ini juga penting, misalnya putih untuk USB 1.0 dan 1.1, hitam untuk USB 2.0, serta biru untuk USB 3.0 atau 3.1. Beberapa warna lain dapat menandakan fitur khusus seperti “Always On”.
-
USB-C berukuran kecil dan berbentuk oval. Port ini banyak dipakai pada ponsel masa kini, laptop, hingga peralatan elektronik yang dapat diisi ulang. Bentuk USB-C berbeda dengan port Lightning milik produk Apple, yang tidak memiliki bagian tengah seperti USB-C.
- USB-B memiliki bentuk kotak dengan sudut membentuk garis miring. Port ini sering digunakan pada perangkat seperti printer dan scanner.
Selain itu, ada juga tiga tipe port yang dulu lebih sering ditemukan:
-
Mini-USB yang berbentuk trapesium lebih tebal, biasanya digunakan di kamera dan pemutar MP3.
-
Micro-USB yang juga trapesium namun lebih tipis, umum ditemui pada ponsel dan tablet Android lawas.
- Micro-USB 3.0 Super Speed, gabungan antara trapesium kecil dan persegi panjang, sering digunakan di perangkat penyimpanan eksternal.
Seiring masuknya USB-C, banyak perangkat meninggalkan penggunaan ketiga tipe mini dan mikro tersebut.
2. Menentukan Tipe USB Berdasarkan Simbol pada Port
Simbol yang tercetak dekat port USB memberikan petunjuk tentang standar USB yang digunakan. Simbol paling dasar berupa tanduk tiga cabang yang melintang mewakili USB 2.0 dan banyak ditemukan pada berbagai tipe port.
Untuk standar USB 3.2, simbol ini memiliki tambahan “SS” (SuperSpeed) dengan atau tanpa angka yang menunjukkan generasi dan kecepatan maksimal port tersebut. Contoh:
-
USB 3.2 Gen 1 (SS tanpa angka atau dengan angka 5) mendukung hingga 5 Gbps.
-
USB 3.2 Gen 2 (SS dengan angka 10) menawarkan kecepatan hingga 10 Gbps.
- USB 3.2 Gen 2×2 (SS dengan angka 20) memberikan 20 Gbps, khusus untuk port USB-C.
Pada USB 4, simbol “SS” diganti dengan angka 20 atau 40 untuk menunjukkan kecepatan 20 Gbps (Gen 2×2) atau 40 Gbps (Gen 3×2). Logo USB 4 ini hanya ditemukan pada port USB-C.
Selain simbol standar USB, beberapa port juga memiliki ikon tambahan. Misalnya, simbol petir berarti port tersebut dapat mengisi daya perangkat bahkan saat komputer dimatikan. Jika petir tersebut berujung panah, itu adalah tanda Thunderbolt, sebuah standar koneksi USB-C yang sangat cepat dan multifungsi.
Memahami tipe port USB dengan memperhatikan bentuk, warna, dan simbol sangat bermanfaat dalam memilih aksesori yang kompatibel serta memaksimalkan fungsi perangkat elektronik. Dengan evolusi terus-menerus dari teknologi USB, pengetahuan ini membantu pengguna tetap mengikuti perkembangan standar koneksi modern dan memastikan perangkat mereka dapat terhubung dengan benar.





