OpenAI Cari Pemimpin Keamanan dengan Tawaran Gaji Besar untuk Tangani Risiko Mental ChatGPT

OpenAI tengah menjalankan pencarian besar-besaran untuk posisi Kepala Kesiapsiagaan (Head of Preparedness). Posisi ini menjadi sangat krusial untuk mengantisipasi risiko dan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan yang mereka kembangkan.

Langkah ini diambil setelah tahun yang penuh tantangan bagi OpenAI, di mana muncul berbagai tuduhan negatif terkait dampak ChatGPT terhadap kesehatan mental pengguna. Bahkan, perusahaan harus menghadapi gugatan hukum terkait insiden tragis yang dikaitkan dengan model AI tersebut.

CEO OpenAI, Sam Altman, mengonfirmasi bahwa isu kesehatan mental akibat penggunaan AI adalah tantangan serius sepanjang tahun ini. Ia menyatakan bahwa dengan kemampuan model AI yang semakin maju, tantangan yang muncul juga makin kompleks dan membutuhkan perhatian khusus.

Posisi Kepala Kesiapsiagaan ditargetkan untuk mengawasi pembuatan benteng pengamanan yang kokoh bagi pengguna di seluruh dunia. Orang yang terpilih akan bertugas merancang dan menjalankan strategi kesiapsiagaan guna menilai dan menekan risiko serius dari AI yang semakin mutakhir.

OpenAI menawarkan gaji pokok sebesar $555.000 atau sekitar Rp8,7 miliar per tahun untuk posisi tersebut. Belum termasuk tambahan paket saham perusahaan yang membuat kompensasi ini sangat menggiurkan bagi para profesional di bidang keamanan teknologi.

Pimpinan baru ini akan memimpin pelaksanaan kerangka kerja kesiapsiagaan serta melakukan monitoring terhadap risiko teknologi yang bisa mengancam keselamatan manusia. Sam Altman juga mengingatkan bahwa pekerjaan ini sangat menantang dan penuh tekanan.

Jabatan ini mengalami pergantian beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Aleksander Madry memegang peran ini sebelum dipindahkan pada pertengahan tahun lalu. Setelah itu, posisi tersebut beralih tangan kepada eksekutif seperti Joaquin Quinonero Candela dan Lilian Weng.

Pengunduran diri Lilian Weng dan perpindahan tugas Quinonero Candela pada pertengahan tahun ini meninggalkan posisi Kepala Kesiapsiagaan kosong. Kondisi ini memaksa OpenAI untuk segera merekrut sosok baru yang kuat dan kompeten.

OpenAI memang dikenal gemar berburu talenta papan atas dari perusahaan teknologi kelas dunia. Para ahli dari Google, Meta, dan Tesla kerap menjadi incaran mereka untuk memperkuat tim riset dan keamanan AI.

Strategi ini bukan hanya soal status, melainkan kebutuhan agar semua lini pengembangan dan keamanan AI tepat di tangan para profesional terbaik. Hal ini penting demi menjaga pengembangan AI yang etis dan aman untuk manusia di masa depan.

Dengan upaya ini, OpenAI berharap dapat menstabilkan keamanan teknologi mereka di tengah perkembangan AI yang sangat cepat dan kompleks. Peran Kepala Kesiapsiagaan merupakan bagian kunci dari strategi perusahaan untuk melindungi pengguna dan mencegah potensi dampak negatif teknologi canggih tersebut.

Exit mobile version