Alasan Mempertahankan Windows 10 dan Cara Efektif Menjaga Keamanannya Setelah Dukungan Resmi Berakhir

Windows 10 secara resmi telah mencapai masa akhir dukungannya. Namun, sistem operasi ini masih digunakan oleh jutaan komputer di seluruh dunia hingga saat ini. Keberlanjutan penggunaan Windows 10 didasari oleh sejumlah alasan praktis yang mengutamakan fungsi dan efisiensi perangkat keras yang ada.

Salah satu kendala utama untuk melakukan upgrade ke Windows 11 adalah persyaratan perangkat keras yang ketat dari Microsoft. Sistem ini membutuhkan fitur Trusted Platform Module (TPM) 2.0 dan prosesor generasi terbaru yang menyebabkan banyak komputer masih layak pakai menjadi tidak memenuhi syarat. Penggantian perangkat keras yang masih berfungsi baik semata-mata untuk memenuhi kriteria upgrade terasa boros secara ekonomi dan lingkungan.

Alasan Tetap Menggunakan Windows 10

Windows 10 telah berusia lebih dari satu dekade dan memiliki stabilitas tinggi berkat ribuan pembaruan yang telah diterima selama periode tersebut. Interaksi pengguna dengan antarmuka Windows 10 lebih familiar dan sederhana dibandingkan perubahan signifikan yang dibawa oleh Windows 11, seperti taskbar yang dipusatkan dan menu konteks yang disederhanakan. Hal ini membuat Windows 10 masih sangat cocok bagi pengguna yang mengutamakan kemudahan operasional tanpa harus beradaptasi ulang secara besar-besaran.

Selain itu, sejumlah aplikasi dan perangkat lunak lama berjalan optimal di Windows 10. Transisi ke sistem operasi yang lebih baru dapat menimbulkan risiko kompatibilitas aplikasi dan potensi bug baru. Dengan adanya stabilitas tersebut, pengguna masih bisa menjalankan aktivitas harian seperti browsing, pengolahan media, dan tugas dasar lainnya secara lancar.

Strategi Menjaga Keamanan Windows 10 Setelah End of Support

Pengamanan Windows 10 pasca dukungan resmi utama dari Microsoft dapat dilakukan dengan beberapa langkah strategis. Pertama adalah memanfaatkan Extended Security Updates (ESU) yang menyediakan pembaruan keamanan tambahan secara terbatas. Program ini memberikan jaring pengaman sementara terhadap kerentanan kritis, memberikan waktu lebih dalam menghadapi ancaman baru.

Selain itu, teknologi micropatching seperti yang disediakan layanan 0patch dapat menjadi solusi pelengkap. Micropatching mengaplikasikan koreksi kecil pada memori sistem tanpa mengubah berkas inti OS. Ini dapat menambal celah keamanan dengan cepat dan tanpa pembaruan resmi, sehingga memperpanjang masa pakai sistem tetap terlindungi.

Langkah-langkah pendukung lain yang efektif meliputi:

  1. Menjalankan akun pengguna sebagai standar, bukan administrator, untuk membatasi kemampuan malware melakukan perubahan sistem.
  2. Memastikan browser tetap diperbarui dan kompatibel dengan Windows 10, karena browser sering menjadi pintu masuk malware.
  3. Menggunakan pemblokir iklan guna mengurangi risiko serangan melalui konten berbahaya.
  4. Menghindari mengakses situs dengan risiko tinggi dan tidak mengunduh perangkat lunak bajakan.

Risiko dan Manajemen Penggunaan Windows 10

Secara teknis, memakai sistem operasi tanpa pembaruan keamanan reguler memang meningkatkan risiko. Setelah masa Extended Security Updates berakhir, kemungkinan munculnya eksploitasi zero-day yang belum ditangani Microsoft semakin besar. Celah keamanan ini dapat dimanfaatkan untuk eksekusi kode jarak jauh hanya dengan membuka akses internet.

Namun, tingkat risiko dapat diminimalkan dengan disiplin pengguna. Mesin yang hanya dipakai secara offline untuk fungsi terbatas relatif aman. Sementara untuk penggunaan internet, yang terpenting adalah menerapkan kebiasaan aman dan mitigasi yang disebutkan sebelumnya. Penting untuk disadari bahwa dukungan dari pengembang pihak ketiga seperti antivirus dan peramban juga akan berakhir, mirip dengan yang pernah terjadi pada Windows 7. Saat dukungan ini berhenti, keamanan sistem akan sangat rentan.

Windows 10 tetap merupakan pilihan yang layak selama pengguna siap menjalankan tindakan preventif dan memahami potensi risiko yang melekat. Meski demikian, mereka yang punya akses ke Windows 11 disarankan untuk mempersiapkan migrasi secara bertahap agar tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi dan keamanan masa depan.

Exit mobile version