Advertisement

2026 Jadi Momen Terobosan Besar untuk Android Lewat Desktop yang Lebih Canggih

Android diperkirakan akan menjadi sistem operasi desktop yang siap bersaing pada tahun 2026. Selama ini, Android dikenal sebagai platform utama pada smartphone dan perangkat wearable, namun kini pengembangannya merambah ke ranah desktop dengan fitur multitasking dan mode tampilan yang menyerupai komputer.

Google sudah mulai mengembangkan mode desktop yang rencananya hadir pada versi Android berikutnya. Sistem ini memungkinkan aplikasi Android berjalan dalam jendela yang dapat dipindah dan diubah ukurannya, lengkap dengan taskbar dan peluncur aplikasi yang meniru pengalaman desktop tradisional. Fitur ini menunjukkan kematangan besar dibandingkan upaya sebelumnya yang kurang diperhatikan selama bertahun-tahun.

Perkembangan Mode Desktop Android oleh Google

Google telah meluncurkan beberapa langkah penting untuk mewujudkan Android sebagai sistem desktop. Salah satunya adalah kemampuan Pixel terbaru untuk menampilkan layar ke monitor eksternal. Android 15 memperkenalkan pengalaman jendela aplikasi yang lebih lengkap, sementara pada acara Google I/O tahun lalu mode desktop mendapat sorotan utama. Semua pengaturan dan notifikasi didesain agar intuitif seperti tablet, mendukung lingkungan kerja yang produktif.

Teknologi ini secara stabil menyediakan fitur dasar yang diperlukan:

  1. Jendela aplikasi yang bisa diubah ukuran tanpa perlu pengembang mengubah kodenya
  2. Taskbar lengkap dengan peluncur aplikasi
  3. Indikator sistem untuk informasi waktu, baterai, dan konektivitas
  4. Pusat kontrol cepat sesuai dengan yang sudah dikenal di perangkat tablet

Integrasi Android dengan Chromebook Menggantikan ChromeOS

Google berencana untuk menghentikan pengembangan ChromeOS sebagai sistem terpisah dan menggantikannya dengan Android versi desktop. Chromebook yang selama ini bisa menjalankan aplikasi Android akan semakin fokus menggunakan basis Android sebagai platform utama. Dengan pendekatan ini, penggabungan dua ekosistem tersebut akan mengurangi redundansi dan memaksimalkan kompatibilitas antara perangkat.

Langkah ini bukan hanya soal efisiensi teknologi, tetapi juga strategi menghadapi tekanan regulasi. Google tengah menghadapi klausul antimonopoli yang berpotensi membuatnya kehilangan kontrol atas Chrome atau Android. Menggabungkan keduanya memberi opsi fleksibel jika harus menghadapi pemisahan bisnis. Intinya, Android harus bisa berjalan sebagai sistem desktop yang mandiri dan seutuhnya.

Opsi Desktop Android Saat Ini: Samsung DeX dan Motorola Smart Connect

Mereka yang ingin merasakan Android sebagai desktop sudah bisa mencoba Samsung DeX. Sejak 2017, fitur ini memanfaatkan mode jendela Android yang dikembangkan lebih awal. Samsung baru-baru ini memberikan pembaruan visual besar melalui One UI 8, sekaligus mengadopsi engine desktop dari Android terbaru. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, DeX menawarkan pengalaman yang stabil dengan dukungan monitor eksternal, keyboard, dan mouse.

Selain Samsung, Motorola juga menyediakan pengalaman serupa lewat fitur Smart Connect, yang ditemukan di perangkat seperti Moto Razr dan Moto Edge+. Pengguna bisa mengaktifkan mode ini lewat pengaturan pengembang di Android 16 pada ponsel Pixel, menghubungkan ke monitor eksternal, serta menggunakan aksesori Bluetooth untuk memperkuat fungsi desktop.

Dampak Lebih Luas dari Mode Desktop Android

Pengembangan mode desktop ini bukan hanya untuk PC konvensional, tetapi juga menyatu dengan kemajuan Android di ranah XR (extended reality). Aplikasi yang dapat diubah ukurannya sangat penting bagi sistem tersebut, menunjukkan bahwa Android sebagai platform multifungsi memiliki masa depan luas. Android desktop diharapkan mampu menyediakan alternatif fleksibel yang menggabungkan keringanan sistem mobile dengan produktivitas desktop.

Pada akhirnya, perpaduan fitur dan peningkatan performa ini memungkinkan Android untuk menjadi sistem operasi desktop yang nyata dan memiliki potensi besar menghadirkan pengalaman komputasi baru yang lebih efisien dan mudah diakses oleh konsumen luas. Tahun 2026 sepertinya akan menjadi tonggak penting dalam evolusi Android dari sekadar OS mobile menjadi platform desktop yang layak diperhitungkan.

Berita Terkait

Back to top button