Keamanan siber menjadi tantangan utama bagi perusahaan di era kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang. Amy Herzog, Chief Information Security Officer (CISO) AWS, mengungkapkan bahwa perusahaan dapat menjaga keamanan lebih baik dengan mencontoh pendekatan yang diterapkan Amazon. Hal ini menuntut organisasi untuk secara realistis memanfaatkan teknologi AI, bukan sekadar ikut tren, tetapi fokus pada penerapan yang benar-benar memberikan nilai praktis.
Menurut Herzog, penggunaan AI dalam keamanan harus diarahkan agar agen-agen AI menjalankan tugas-tugas tertentu secara optimal. Alih-alih mencoba menjadikan AI sebagai pengganti manusia secara menyeluruh, AI harus menjadi alat pendukung dalam kerangka kerja yang lebih besar untuk membantu tim keamanan menangani ancaman secara efisien. Pendekatan ini mengedepankan keseimbangan antara otomatisasi dan pemahaman mendalam terhadap pengalaman pengguna dan pembangun teknologi di lingkungan perusahaan.
Peran AI Generatif dalam Keamanan Siber
Pada konferensi AWS re:Invent, Herzog memperkenalkan agen keamanan baru yang menggunakan AI generatif untuk meningkatkan efektivitas kerja manusia. Tim di Amazon selama setahun terakhir menguji coba pemanfaatan teknologi ini dengan pendekatan bahwa AI harus fokus menyelesaikan satu fungsi dengan baik. Agen-agen tersebut kemudian disatukan ke dalam sistem yang mendukung kerja tim keamanan secara keseluruhan.
Herzog juga menekankan pentingnya memahami bagaimana agen AI bekerja dan apa tujuan mereka. Dalam pengawasan keamanan, tidak cukup hanya melihat alat yang digunakan, tetapi juga harus memahami risiko yang ingin dihilangkan dan bagaimana mengukurnya. Cara ini memungkinkan tim keamanan untuk cepat beradaptasi sesuai dinamika ancaman yang selalu berubah-ubah.
Mengurangi Hype dan Menjaga Realisme
Meskipun AI menjadi topik hangat, Herzog menyarankan agar perusahaan mengurangi ekspektasi berlebihan terhadap teknologi ini. Ia mengingatkan bahwa kebutuhan keamanan mendasar tetap sama seperti sebelumnya, hanya saja dalam konteks agen AI perlu dikembangkan agar mampu berjalan lebih cepat dan tanggap. Pendekatan pragmatis ini mendorong pelanggan AWS untuk fokus pada hasil nyata daripada sekadar mengimplementasikan AI di setiap aspek tanpa tujuan jelas.
Salah satu keunggulan agen keamanan AWS adalah kemampuannya menangkal serangan sebelum pengguna akhir menyadarinya. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi jumlah insiden yang harus ditangani secara reaktif. Dengan begitu, sistem keamanan menjadi lebih efisien dan mampu menjaga infrastruktur TI dengan lebih baik.
Menyeimbangkan Fungsi dan Keamanan
Herzog menegaskan, tidak ada sistem komputer yang benar-benar aman tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan. Mencapai keseimbangan antara fungsi yang diinginkan dan tingkat kendali keamanan adalah hal yang harus diperhatikan secara matang oleh perusahaan. Dalam praktiknya, keamanan yang pragmatis berarti mengirimkan produk dan layanan secara aman, tetapi tetap memberikan nilai terbaik bagi pelanggan.
Keamanan tidak bersifat hitam-putih, melainkan sebuah spektrum yang terus bergerak seiring perubahan teknologi dan ancaman yang muncul. Di masa depan, sistem keamanan akan terus berkembang dan memerlukan tim yang selalu waspada dan ingin tahu untuk beradaptasi dengan cepat terhadap inovasi dan potensi risiko baru.
Langkah-Langkah Strategis untuk Memperkuat Pertahanan
Untuk memperkuat keamanan perusahaan dengan pendekatan ala Amazon, berikut beberapa langkah penting yang dapat diadopsi:
- Fokus pada pengukuran risiko yang spesifik dan relevan dengan bisnis.
- Gunakan agen AI yang memiliki fungsi tunggal dan dapat diintegrasikan dalam kerangka keamanan yang lebih besar.
- Kurangi hype berlebihan pada AI, dan terapkan teknologi sesuai kebutuhan nyata.
- Bangun pemahaman mendalam terhadap pengalaman pengguna dan tim pembangun teknologi.
- Prioritaskan deteksi dini dan tindakan preventif sebelum ancaman mencapai pengguna akhir.
- Cari keseimbangan antara fungsionalitas sistem dan tingkat keamanan yang diterapkan.
- Selalu evaluasi dan adaptasi sistem keamanan seiring dengan perubahan lingkungan dan teknologi.
Dengan mengikuti pola ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga mampu beroperasi dengan efisiensi dan daya tahan di tengah perkembangan teknologi yang dinamis. Pendekatan yang berorientasi pada hasil nyata dan adaptasi cepat menjadi kunci sukses perlindungan data dan infrastruktur teknologi di masa depan.
