
Bagi pengguna Linux atau sistem operasi serupa Unix, tools seperti ps, df, dan curl telah menjadi andalan selama bertahun-tahun. Namun, perkembangan teknologi menghadirkan alternatif modern yang menawarkan antarmuka lebih menarik dan fitur lebih sesuai kebutuhan masa kini. Berikut adalah tiga tools CLI modern yang dapat menggantikan ps, df, dan curl dengan pengalaman penggunaan yang lebih baik.
1. Procs: Pengganti ps dengan Tampilan Lebih Segar
Procs adalah alat baris perintah yang memperbarui fungsi dasar ps dengan antarmuka berwarna dan dukungan fitur yang lebih nyaman. Tidak hanya tampilannya yang penuh warna sehingga memudahkan pembacaan proses yang kompleks, tetapi procs juga memungkinkan filter pencarian proses langsung tanpa perlu menjalankan grep. Pengguna dapat mencari beberapa proses sekaligus dengan opsi seperti –or, –and, –nand, dan –nor. Selain itu, procs mendukung konfigurasi kolom yang luas, mencakup informasi terkait Docker, TCP/UDP, dan memori, serta dapat digunakan di berbagai sistem operasi termasuk Linux, Windows, dan macOS. Instalasi procs tersedia di repositori utama Debian, Arch Linux, Fedora, dan juga melalui Snap serta manajer paket Windows dan Mac.
2. Duf: Alternatif df dengan Antarmuka Berwarna dan Output Terstruktur
Duf dirancang untuk meningkatkan keterbacaan output df yang tradisional. Dengan penggunaan hingga 256 warna, duf mempermudah identifikasi informasi disk dan partisi. Informasi disusun dalam tabel berkelompok berdasarkan kategori yang relevan, menerapkan prinsip desain UX bernama Law of Proximity agar tampilan data lebih mudah dimengerti. Pengguna juga bisa melakukan penyaringan berdasarkan path yang diinginkan dan memanfaatkan output JSON untuk integrasi lebih lanjut dengan alat seperti jq untuk pemrosesan data lanjutan. Duf tersedia di banyak distribusi Linux populer serta platform Windows dan macOS, termasuk melalui manajer paket seperti Chocolatey, Scoop, Homebrew, dan MacPorts.
3. HTTPie: Pengganti curl yang Lebih Mudah dan Berwarna
HTTPie menyederhanakan penggunaan curl khususnya saat berinteraksi dengan REST API yang umumnya menghasilkan data JSON. Sintaks HTTPie lebih mudah dibaca dan ditulis karena menghilangkan kebutuhan mengetikkan URL lengkap dengan query string yang rumit. Contohnya, permintaan GET dengan parameter menjadi jauh lebih intuitif dan eksplisit, misalnya: https GET example.com foo=bar baz=foobar. HTTPie secara otomatis menambahkan header yang sesuai untuk JSON dan memberikan output berwarna yang signifikan meningkatkan kenyamanan saat membaca response. Fitur tambahan mencakup upload file multipart, pengiriman form, sesi, dan opsi download file langsung. Untuk instalasinya, sebagian distribusi memerlukan penambahan repositori khusus, sementara Fedora, Arch Linux, Windows, dan macOS bisa memasang langsung melalui paket resmi atau manajer paket populer.
Tiga tools ini mengusung pembaruan penting dari segi tampilan dan kemudahan penggunaan dibandingkan dengan tools tradisional yang telah lama ada. Meski begitu, tools GNU klasik seperti ps, df, dan curl tetap relevan dan banyak digunakan, terutama karena ketersediaannya yang universal. Namun, bagi pengguna yang menginginkan interaksi lebih nyaman, warna yang membantu visualisasi, serta fitur yang mempercepat produktivitas, procs, duf, dan HTTPie layak menjadi pilihan sebagai alternatif modern. Dengan paket yang mudah ditemukan di banyak repositori sistem dan manajer paket lintas platform, migrasi ke tools ini juga tidak memerlukan proses yang rumit.





