
Pembaruan kumulatif Windows 11 yang dirilis bulan ini untuk versi 24H2 dan 25H2, dengan kode KB5072033, menyebabkan keluhan terkait kinerja lamban pada banyak PC. Pengguna melaporkan peningkatan penggunaan CPU, RAM, dan disk setelah memasang pembaruan ini.
Masalah ini lebih terasa pada perangkat dengan spesifikasi lama atau terbatas, terutama saat membuka Menu Mulai, berpindah antar jendela, dan menggunakan File Explorer. Penyebab utamanya adalah perubahan perilaku layanan AppX Deployment Service (AppXSVC).
Perubahan pada layanan AppXSVC dan dampaknya
Microsoft mengubah mode start layanan AppXSVC dari Manual menjadi Otomatis. Layanan ini bertanggung jawab mengelola instalasi dan pembaruan aplikasi Microsoft Store seperti Kalkulator dan Foto. Sekarang, layanan ini berjalan sejak komputer dinyalakan dan terus aktif di latar belakang.
Efeknya muncul sebagai lonjakan konsumsi sumber daya terutama saat boot dan beberapa jam pertama penggunaan. Komputer dengan RAM 8 GB atau kurang mengalami penurunan responsivitas yang cukup signifikan. Selain itu, dalam lingkungan bisnis, layanan ini memicu peringatan palsu pada alat monitoring karena siklus start dan stop yang berulang.
Cara mengidentifikasi dan mengurangi masalah sementara
Pengguna dapat mengecek status AppXSVC melalui Service Manager (services.msc). Jika mode startup tercatat sebagai Otomatis, masalah kemungkinan terkait pembaruan ini. Untuk mengurangi dampak, mode start dapat diubah kembali ke Manual menggunakan perintah “sc config AppXSVC start= demand” pada Command Prompt, lalu restart PC.
Langkah ini hanya solusi sementara karena Microsoft memperingatkan bahwa menonaktifkan atau memodifikasi layanan berpotensi mengganggu pembaruan aplikasi Store. Perusahaan belum mengonfirmasi adanya bug, namun menyatakan perubahan ini disengaja demi meningkatkan keandalan dalam kasus tertentu.
Variasi dampak berdasarkan perangkat keras
Komputer dengan hard disk (HDD) mengalami perlambatan lebih parah akibat aktivitas disk yang intensif oleh layanan ini. Sistem dengan SSD NVMe tetap merasakan dampak tetapi cenderung lebih ringan, terutama bila RAM memadai. Pada server Windows Server 2025, AppXSVC mengalami siklus otomatisasi yang memicu gangguan dalam pengelolaan sistem.
Pengelola TI di lingkungan enterprise memerlukan penyesuaian manual guna menstabilkan kondisi tersebut sampai ada pembaruan yang memperbaiki isu ini.
Rekomendasi dari Microsoft dan langkah lanjutan
Microsoft menyarankan pengguna yang terdampak untuk menunda pembaruan melalui pengaturan Windows Update, memantau penggunaan sumber daya melalui Task Manager, dan melakukan restart perangkat bila terjadi kinerja melambat. Berikut beberapa langkah penting:
- Pantau penggunaan CPU, RAM, dan disk setelah boot.
- Hindari menonaktifkan AppXSVC secara permanen agar pembaruan Store tetap berjalan.
- Perhatikan informasi pembaruan Microsoft untuk solusi resmi.
- Untuk organisasi, gunakan kebijakan grup untuk mengontrol perilaku layanan.
Selain perubahan pada AppXSVC, patch KB5072033 juga membawa perbaikan keamanan dan peningkatan stabilitas aplikasi. Namun, bagi pengguna perangkat lama, dampak negatif pada performa lebih dominan dibandingkan manfaat yang diberikan.
Pembaruan ini adalah bagian dari siklus rutin peningkatan keamanan dan kualitas Windows 11. Microsoft berjanji akan terus menyempurnakan sistem dengan perbaikan berkala agar pengalaman pengguna tetap optimal di masa mendatang.





