
Banyak pengguna Linux yang menginginkan antarmuka desktop modern dan elegan layaknya macOS, namun tetap menginginkan kebebasan kustomisasi yang ditawarkan Linux. Berikut ini adalah lima lingkungan desktop Linux terbaik yang menyerupai gaya dan pengalaman macOS, memberikan keseimbangan antara estetika dan fleksibilitas.
1. Pantheon: Fokus pada Kesederhanaan ala macOS
Pantheon adalah lingkungan desktop utama elementary OS yang dirancang dengan filosofi sederhana dan minimalis. Tata letaknya terdiri dari dua panel, dengan dock aplikasi di bawah dan panel atas yang menyerupai menu bar macOS, lengkap dengan peluncur aplikasi di kiri, jam di tengah, dan pengaturan cepat di kanan.
Kelebihan utama Pantheon adalah kemudahan penggunaan tanpa perlu pengaturan rumit. Namun, kustomisasi terbatas, hanya dapat mengubah wallpaper dan tema warna. Pantheon cocok bagi pengguna yang mengutamakan tampilan rapi dan langsung pakai.
2. GNOME: Workflow Mirip macOS dengan Kustomisasi Tinggi
GNOME menawarkan pengalaman kerja paling mendekati macOS dari segi manajemen jendela dan workspace. GNOME mengandalkan workspace virtual yang dapat diakses melalui Activities Overview, memberikan cara efektif mengelola aplikasi dan jendela.
Meskipun tampilannya minimal, GNOME dapat dikustomisasi secara signifikan lewat ekstensi seperti Dash to Dock agar dock selalu terlihat. Dukungan tema juga memungkinkan menjadikan GNOME lebih mirip macOS. Kekurangannya adalah ekstensi yang kadang tidak stabil setelah pembaruan besar. Manjaro GNOME Edition dan Zorin OS Pro menjadi distro yang sudah mengoptimalkan GNOME agar mirip macOS.
3. COSMIC: macOS untuk Pengguna Tingkat Lanjut
COSMIC adalah lingkungan desktop baru dari System76 yang dikembangkan khusus untuk Pop!_OS untuk menggantikan GNOME yang ekstensinya sering bermasalah. COSMIC mengadopsi layout dua panel, menyerupai macOS dengan dock bawah dan panel atas.
Fitur unik COSMIC meliputi auto-tiling jendela yang kuat, mirip fitur advanced window management yang diidamkan pengguna Mac. Ada juga pencarian aplikasi dan file seperti Spotlight, serta overview seperti Mission Control. COSMIC menawarkan opsi kustomisasi yang cukup dan cocok bagi pengguna yang menginginkan kontrol lebih.
4. KDE Plasma: Kustomisasi Lengkap untuk Tampilan Mac yang Sempurna
KDE Plasma dikenal sebagai lingkungan desktop paling kaya fitur dan fleksibel. Secara default tampilannya lebih mirip Windows 7, tapi mudah diubah agar menyerupai macOS.
Dengan menambahkan panel atas yang berisi Digital Clock, System Tray, serta Global Menu, dan mengubah panel bawah menjadi dock aplikasi mini, pengguna bisa mendapatkan pengalaman desktop yang sangat dekat dengan macOS. KRunner berfungsi sebagai Spotlight, dan Plasma punya fitur overview untuk workspace. Berbagai distro seperti pearOS dan Garuda Linux Dragonized memperlihatkan betapa KDE bisa sangat disesuaikan.
5. Cinnamon: Alternatif Sederhana dan Ramah Pemula
Cinnamon menyerupai Windows tapi mudah disulap menjadi tampilan ala macOS. Proses kustomisasinya sederhana, cukup dengan memindahkan panel bawah ke atas, menghapus menu aplikasi default, lalu memasang Plank untuk dock dan Ulauncher sebagai alat pencari aplikasi.
Walau tidak banyak distro yang mengirimkan Cinnamon dengan tema macOS secara default, Linux Mint merupakan pilihan terbaik karena Cinnamon adalah DE resminya. Ini cocok untuk pemula yang ingin pengalaman mirip Mac dengan pengaturan cepat dan tidak ribet.
Dari kelima lingkungan desktop di atas, pengguna Linux dapat memilih sesuai kebutuhan dan tingkat kenyamanan mereka. Pantheon dan GNOME cocok bagi yang menginginkan kesederhanaan dan workflow teratur, sedangkan COSMIC dan KDE Plasma menawarkan fitur lebih lengkap dan kustomisasi mendalam. Cinnamon menjadi pilihan tepat untuk pemula dengan proses pengaturan mudah.
Dengan mengadopsi salah satu dari lingkungan desktop ini, pengguna dapat merasakan estetika dan fungsionalitas macOS di atas platform bebas dan terbuka dari Linux, menggabungkan keindahan visual dengan kebebasan teknologi tanpa batas.





