1900% Naik! Rahasia Kenaikan Harga Jogo Star Wars Racer Revenge di Playstation 5

Penemuan celah keamanan pada Playstation 5 telah mengubah secara dramatis nilai pasar fisik permainan Star Wars: Racer Revenge. Dalam waktu kurang dari 24 jam, harga game ini melonjak hingga 1900 persen di situs jual beli seperti eBay. Kenaikan harga ini terjadi setelah komunitas teknisi mengungkap bahwa game tersebut dapat digunakan untuk menjalankan kode tidak resmi di dalam sistem PS5.

Vulnerabilitas tersebut ditemukan oleh pengembang yang dikenal sebagai Gezine. Ia menunjukkan bagaimana celah ini memanfaatkan kerentanan pada emulator Playstation 2 yang terintegrasi di dalam software PS5. Dengan menggunakan file penyimpanan yang dimodifikasi pada versi fisik Amerika Serikat (kode CUSA03474), pengguna dapat mengakses fungsi sistem yang normalnya tertutup bagi umum.

Mekanisme Eksploitasi Melalui Game Star Wars

Eksploitasi berjalan dengan memanfaatkan bug memori pada emulator PS2 di konsol PS5, tanpa perlu modifikasi hardware apa pun. Teknik ini menggunakan metode lanjutan dari eksploit berjulukan "mast1c0re," yang memungkinkan injeksi perintah langsung ke kernel sistem operasi. Menurut Gezine, celah ini berhasil diuji pada firmware versi 12.00, versi terbaru yang tersedia saat ini.

Setelah berhasil, pengguna dapat membuka menu debug tersembunyi di PS5. Menu ini biasanya hanya bisa diakses oleh pengembang resmi Sony dan memberikan kontrol tingkat lanjut atas konsol. Meskipun belum memungkinkan untuk menjalankan game bajakan secara penuh, akses ke menu ini merupakan langkah kritikal menuju kebebasan modifikasi perangkat lunak di PS5.

Dalih Lonjakan Harga dan Kelangkaan Game Fisik

Harga game Star Wars: Racer Revenge yang sebelumnya sekitar 20 dolar melonjak hingga di kisaran 400 dolar di pasar sekunder. Lonjakan ini didorong oleh ketersediaan unit fisik yang sangat terbatas, diperkirakan kurang dari 10.000 keping secara global. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 1.000 unit yang merupakan edisi terbatas, sementara sisanya adalah versi standar yang mengandung kode disk yang dimanfaatkan untuk eksploitasi.

Penawaran yang rendah dan permintaan tinggi dari komunitas teknologi serta kolektor menciptakan dinamika pasar baru. Selain sebagai media hiburan, game ini kini menjadi aset bernilai tinggi dengan fungsi teknis yang langka.

Riwayat Eksploitasi Konsol Sony dan Industri Video Game

Upaya membuka akses lebih luas pada konsol game memiliki sejarah panjang. Contohnya, Playstation Portable (PSP) yang berhasil dijadikan emulator serbaguna untuk game berbagai konsol tertua oleh komunitas homebrew. Playstation 4 juga pernah mengalami eksploitasi melalui game seperti Okage: Shadow King untuk mengakses sistem yang sama.

Serupa dengan itu, Nintendo Switch pernah dimodifikasi untuk memungkinkan overclock guna meningkatkan performa game dari 30 ke 60 frame per detik. Instalasi sistem Linux di berbagai konsol juga menjadi sasaran utama untuk memanfaatkan hardware sebagai komputer lengkap. Tren ini menunjukkan ketertarikan konsumen terhadap kebebasan kontrol perangkat mereka di tengah proteksi ketat produsen.

Peringatan untuk Pengguna dan Kolektor

Tidak semua versi Star Wars: Racer Revenge dapat digunakan untuk metode ini. Hanya versi fisik dengan kode CUSA03474 untuk wilayah Amerika yang kompatibel. Versi digital atau fisik dari wilayah lain kemungkinan tidak memiliki struktur file yang mendukung eksploitasi, terutama setelah pembaruan firmware yang diterbitkan Sony.

Pengguna disarankan berhati-hati karena adanya risiko penipuan di pasar sekunder, seperti penjualan disk palsu dengan kemasan asli. Mengingat jailbreak PS5 masih dalam tahap pengembangan awal, investasi besar untuk mendapatkan game ini juga menimbulkan risiko finansial.

Dampak Terhadap Industri dan Komunitas Pengguna

Kegiatan homebrew dan eksploitasi dianggap sebagai cara untuk memperpanjang umur konsol dan kebebasan penggunaan perangkat yang dibeli secara legal. Namun, sisi lain industri mengkhawatirkan potensi kerugian akibat pembajakan yang dapat merugikan pengembang software. Kasus Star Wars: Racer Revenge memperlihatkan bagaimana sebuah game lawas bisa menjadi pusat persaingan kompleks antara pembuat konsol dan komunitas hacker.

Dengan kemungkinan pengunduran generasi konsol baru hingga 2028, menemukan celah akses semacam ini semakin penting bagi para pengguna yang ingin memanfaatkan potensi penuh PS5. Community developer terus menguji kemampuan sistem untuk memungkinkan fitur-fitur kustomisasi lanjutan, seperti dukungan aksesori pihak ketiga yang tidak didukung resmi.

Memahami jenis dan mekanisme kerentanan serta efeknya pada pasar fisik dan digital ini memberikan gambaran nyata bagaimana inovasi dan eksplorasi teknologi berdampak pada ekosistem game modern dan perilaku kolektor. Star Wars: Racer Revenge kini berubah dari game biasa menjadi salah satu simbol perjuangan kontrol atas hardware konsol paling populer milik Sony.

Exit mobile version