Trump T1 Phone, yang awalnya dijadwalkan meluncur tahun lalu, kembali mengalami penundaan pengiriman. Smartphone yang digadang-gadang sebagai produk "Made in America" tersebut kini dijadwalkan baru akan dikirim paling cepat pada akhir Januari mendatang.
Penundaan ini menambah daftar masalah yang menyelimuti proyek Trump T1 Phone, yang mulai dipermasalahkan sejak diumumkan pertama kali pada Juni lalu. Banyak klaim terkait smartphone ini yang telah terbukti tidak akurat, mulai dari asal produksi hingga spesifikasi teknisnya.
Klaim Palsu dan Ketidaksesuaian Produk
Trump T1 Phone awalnya dipromosikan sebagai smartphone buatan Amerika 100 persen. Namun, investigasi kemudian menunjukkan bahwa perangkat ini kemungkinan besar berbasis pada model Wingtech Revvl 7 Pro 5G dari China. Harga perangkat tersebut di pasar China hanya sekitar setengah dari harga yang ditawarkan untuk Trump T1 Phone di Amerika Serikat.
Selain itu, desain dan fitur yang diiklankan juga berubah beberapa kali setelah pelanggan melakukan pembayaran deposit sebesar $100. Beberapa versi iklan bahkan menunjukkan desain yang sangat mirip dengan iPhone 16 Pro dan Samsung Galaxy S25 Ultra. Pembeli yang kecewa tidak mendapatkan pengembalian dana setelah temuan-temuan ini muncul.
Klaim Penundaan Karena Shutdown Pemerintah AS
Pada awalnya, peluncuran Trump T1 Phone dijadwalkan pada Agustus atau September. Namun, tanggal ini kemudian digeser ke "nanti tahun ini" tanpa kepastian lebih lanjut. Hingga saat ini, smartphone ini belum juga diluncurkan.
Trump Mobile, perusahaan yang memproduksi Trump T1 Phone, mengklaim bahwa penundaan disebabkan oleh shutdown pemerintah federal AS. Mereka menyebutkan bahwa Komisi Komunikasi Federal (FCC) tidak dapat mengesahkan produk baru selama shutdown berlangsung.
Namun, klaim ini dipandang meragukan oleh para pengamat industri. Shutdown pemerintah AS memang sempat menghambat beberapa proses sertifikasi, tetapi backlog ini segera diselesaikan setelah pemerintah kembali beroperasi. Sebagai contoh, produk Leica M EV1 berhasil diluncurkan di AS beberapa hari saja setelah berakhirnya shutdown.
Jadwal Rilis yang Tidak Jelas dan Keraguan Konsumen
Pada akhir Desember lalu, juru bicara Trump Mobile menyatakan bahwa Trump T1 Phone diharapkan akan dirilis pada akhir Januari. Namun, karena serangkaian ketidakkonsistenan dan klaim yang tidak terbukti sebelumnya, banyak konsumen dan analis teknologi menyarankan agar janji tersebut diwaspadai.
Penundaan yang berlarut-larut ini menimbulkan keraguan besar terhadap kredibilitas proyek dan pengembangnya. Beberapa pakar menganggap langkah pemasaran Trump T1 Phone lebih cenderung sebagai strategi hype dan kampanye politik daripada fokus pada kualitas produk.
Fakta-Fakta Penting Mengenai Trump T1 Phone
- Trump T1 Phone diumumkan pada Juni dan dibuka untuk pre-order dengan deposit $100.
- Klaim "100% Made in USA" terbukti salah setelah investigasi.
- Desain smartphone berubah beberapa kali, menyerupai iPhone dan Samsung terbaru.
- Produk sebenarnya diduga berbasis perangkat murah dari China.
- Peluncuran awalnya dijadwalkan Agustus/September, namun terus ditunda.
- Penundaan diklaim akibat shutdown pemerintah AS, tapi ini dipertanyakan.
- Rencana rilis terbaru di akhir Januari masih dianggap belum pasti.
Situasi Trump T1 Phone menunjukkan bagaimana klaim produk dan janji peluncuran yang tidak realistis bisa memperburuk reputasi merek dan mengurangi kepercayaan konsumen. Adanya kontroversi soal asal produk dan fitur memperkuat kesan bahwa smartphone ini lebih banyak mengandalkan nama besar daripada kualitas serta inovasi teknologi yang nyata.
Masyarakat kini terus memantau perkembangan terbaru terkait peluncuran smartphone ini. Kejelasan informasi dari pihak pengembang sangat dibutuhkan untuk mengakhiri ketidakpastian yang sudah berlangsung cukup lama. Sementara itu, para calon konsumen diimbau untuk selalu berhati-hati dan melakukan riset sebelum memutuskan melakukan pembelian.
