Di bulan September, dunia fotografi seolah diramaikan oleh persaingan sengit antara dua produsen lensa, Laowa dan Viltrox, yang berusaha meluncurkan produk baru paling banyak dalam waktu bersamaan. Keduanya ‘mendominasi’ ajang IBC di Amsterdam dengan peluncuran puluhan lensa baru yang mengusung teknologi dan inovasi terkini.
Venus Optics, merek di balik Laowa, memberikan gebrakan dengan enam lensa terbaru. Sorotan utama adalah Laowa AF FF 200mm f/2 C-Dreamer, lensa telefoto cepat yang melengkapi jajaran tilt-shift inovatif yaitu FF II TS 35mm f/2.8 C-Dreamer Macro 0.5x dan FF II TS 17mm f/4 C-Dreamer. Selain itu, mereka juga memperkenalkan AF FF 180mm f/4.5 C-Dreamer Macro 1.5x dan dua seri lensa sinema Sunlight dengan rentang fokus 40–80mm dan 70–135mm, keduanya berapertur T4.5 serta dukungan 2x zoom.
Lensa Laowa Terbaru: Inovasi Tilt-Shift dan Macro
Laowa memberikan variasi lensa tilt-shift dengan pilihan fokus sudut lebar 17mm dan standar 35mm, sekaligus menambahkan kemampuan makro dan autofokus pada beberapa modelnya. Lensa AF FF 180mm Macro misalnya memiliki pembesaran 1.5x yang cocok untuk fotografer makro profesional. Seri Sunlight juga menarik perhatian para sinematografer dengan fitur yang khusus dirancang untuk produksi film, memperluas portofolio Laowa yang kini semakin lengkap di berbagai kalangan pengguna.
Sementara itu, Viltrox tak tinggal diam. Mereka hadir dengan lima lensa baru yang berfokus pada autofokus dan bobot ringan. Dijajal di IBC, mereka merilis AF 50mm f/1.4 Pro, AF 85mm f/2.0 Evo sebagai awal seri baru, serta dua ultra-wide angle AF 9mm f/2.8 Air untuk sensor APS-C dan AF 14mm f/4.0 Air untuk full-frame. Uniknya, Viltrox juga memperkenalkan mini-flash Viltrox Z3 yang terinspirasi dari mekanik, langkah yang menunjukkan komitmennya terhadap sistem pencahayaan portabel.
Viltrox Bergabung Dalam Aliansi L-Mount
Selain jajaran lensa baru, Viltrox juga menandai pencapaian baru dengan menjadi anggota resmi ke-10 dari L-Mount Alliance, organisasi yang mendukung pengembangan dan kompatibilitas lensa serta kamera di berbagai merek dengan mount L. Hal ini membuka peluang mereka untuk semakin eksis dan kompatibel dalam ekosistem kamera full-frame modern.
Pengumuman Lensa Baru dari Sigma dan Tamron
Tidak hanya Laowa dan Viltrox, Sigma juga memberikan kontribusi signifikan dengan tiga peluncuran besar. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Sigma 20-200mm f/3.5-6.3 DG Contemporary, lensa superzoom full-frame yang menonjolkan kemudahan perjalanan dan rentang fokus luas. Selain itu terdapat Sigma 35mm f/1.2 DG II Art dan Sigma 135mm f/1.4 DG Art, yang terakhir mencetak sejarah sebagai lensa prime 135mm f/1.4 pertama di dunia. Sigma juga menghadirkan lensa cine autofocus 28-45mm T2 FF bagi para pembuat film.
Tamron mengumumkan pengembangan lensa superzoom baru berukuran 25-200mm f/2.8-5.6 Di III VXD G2 untuk full-frame, yang menegaskan tren lensa serbaguna dengan performa tinggi untuk berbagai aktivitas fotografi.
Lensa Makro dan Telefoto yang Mengagumkan
Sony menghadirkan lensa makro berlabel G Master pertamanya dengan pembesaran hingga 1.4x tanpa teleconverter, dan dapat mencapai 2.8x saat dipasangkan teleconverter 2x. Lensa Sony FE 100mm f/2.8 Macro GM OSS ini dibanderol $1.498 dengan fitur lengkap untuk fotografi makro tingkat tinggi.
Panasonic juga meluncurkan lensa telefoto zoom 100-500mm f/5-7.1 OIS dengan stabilisasi gambar hingga 7 stop, produk terkuat mereka untuk mount L. Sedangkan OM System memperkenalkan 50-200mm f/2.8 IS Pro, lensa telefoto kompak dengan aperture konstan f/2.8 yang setara konsepnya dengan lensa 100-400mm di full-frame. Lensa ini mendapat respon positif dengan cepatnya stok habis karena performanya yang impresif dan harganya lebih bersahabat dibanding pesaing setara.
Varian Lensa Unik dan Murah Meriah
Selain produk unggulan, pasar juga kedatangan beberapa lensa unik dengan harga terjangkau. Seperti AstrHori 18mm f/5.6 APS-C pancake shift yang dibanderol $119, dan Brightin Star 10mm f/5.6 Pro fisheye untuk format APS-C dengan harga hanya $109. Ada pula Laowa 180mm f/4.5 Ultra Macro Apo dengan bobot ringannya, cocok untuk foto makro profesional, termasuk opsi autofokus untuk mount Sony E, Nikon Z, dan Canon EF.
Review dan Respon Pasar
September menjadi bulan yang sibuk dengan banyaknya ulasan produk baru, mulai dari Nikon Z 24-70mm f/2.8 S II, Mitakon 55mm f/2.8 1-5x Macro, hingga Panasonic Lumix S 100-500mm f/5-7.1 OIS. OM System 50-200mm f/2.8 IS Pro juga menerima penghargaan sebagai ‘sheriff’ baru yang menggantikan lensa 40-150mm f/2.8 sebelumnya.
Viltrox melengkapi penawaran dengan dua ultra-wide angle AF 14mm dan 9mm yang memberikan opsi menarik bagi fotografer full-frame dan APS-C.
Persaingan bulan ini menunjukkan bahwa produsen lensa terus berinovasi dan berebut perhatian pasar dengan produk yang menawarkan berbagai keunggulan teknis dan harga yang kompetitif. Baik Laowa maupun Viltrox sama-sama bertekad untuk menghadirkan pilihan terbaik bagi fotografer dan videografer di seluruh dunia. Perkembangan ini menegaskan bagaimana dinamika pasar lensa masih sangat hidup dan penuh kejutan.





