Advertisement

Kenaikan Harga RAM dan Memori Flash Diprediksi Terjadi Mulai Awal Tahun Ini

ASUS akan menaikkan harga untuk produk memori seperti RAM dan flash memory mulai tanggal 5 Januari. Kenaikan harga ini berlaku untuk beberapa model SSD dan kit DRAM tertentu.

Informasi ini berasal dari surat internal ASUS yang bocor ke publik dan telah dikonfirmasi keasliannya oleh ASUS Taiwan. Surat tersebut awalnya ditujukan untuk komunikasi bisnis B2B dan bukan untuk publikasi umum.

Kenaikan Harga dan Dampaknya pada Industri

Kenaikan harga ini terjadi tepat sebelum gelaran CES, sebuah pameran teknologi internasional yang rutin diadakan setiap Januari. Industri melihat langkah ini sebagai upaya ASUS untuk menetapkan standar harga baru bagi produk memori yang semakin terbatas ketersediaannya.

Menurut rumor industri, harga RAM dapat naik hingga 45% sepanjang tahun ini. Dampak kenaikan ini tidak hanya dirasakan oleh produsen hardware, tetapi juga konsumen akhir, terutama pengguna laptop, PC rakitan, dan kartu grafis yang mengandalkan DRAM dan NAND flash sebagai komponen utama.

ASUS Respons dengan Dukungan DDR4

ASUS memberi pilihan bagi konsumen untuk tetap menggunakan motherboard DDR4. Meskipun harga DDR4 juga mengalami kenaikan, namun pilihan ini lebih ekonomis dibandingkan standar memori terbaru. Beberapa produsen perangkat lain mulai mengambil langkah serupa.

Jumlah RAM pada laptop juga diperkirakan akan berkurang, dengan tren perangkat yang mulai dilengkapi hanya dengan 8 GB RAM sebagai konfigurasi standar baru. ASUS bahkan memasarkaan versi Low-Profile dari GeForce RTX 5060 dengan 8 GB memori GDDR7 yang kini dibanderol sekitar $424 di Amazon.

Faktor Ketersediaan dan Tren Pasar Memori

Situasi pasokan RAM saat ini memang memasuki titik kritis. Permintaan yang tinggi beriringan dengan biaya produksi yang naik menjadi penyebab utama peningkatan harga. Selain itu, peralihan teknologi dari DDR4 ke DDR5 serta pengembangan standar baru juga meningkatkan biaya investasi pabrikan.

ASUS tidak merinci produk spesifik apa yang akan mengalami kenaikan harga terbesar, namun perubahan ini kemungkinan besar akan mempengaruhi produk-produk populer di pasar global.

Strategi ASUS dan Implikasi Jangka Panjang

Dengan kenaikan harga ini, konsumen dihadapkan pada pilihan yang lebih sulit dalam membeli hardware yang membutuhkan memori. Strategi ASUS dengan memperluas dukungan DDR4 tampak sebagai opsi transisi yang lebih ramah anggaran.

Langkah ini juga mencerminkan tren industri yang bergerak mencari solusi jangka pendek sambil menunggu stabilitas pasokan memori di masa mendatang. Perubahan harga dan konfigurasi hardware yang lebih hemat memori ini diprediksi akan menjadi pola baru pada tahun-tahun berikutnya.

Pengguna dan pelaku pasar diharapkan menyesuaikan perencanaan pembelian dan produksi sejalan dengan perubahan harga dan teknologi ini. ASUS sebagai salah satu pemain utama tetap menjadi perhatian utama dalam dinamika pasar memori global yang semakin kompleks.

Berita Terkait

Back to top button