Advertisement

5 Alasan Filtros de Segurança Sony Membuat Pengguna PlayStation 5 dan 4 Kecewa

Sony Interactive Entertainment sedang menghadapi gelombang kritik tajam dari para pemilik konsol PlayStation 5 dan PlayStation 4. Hal ini terjadi karena penguatan kebijakan moderasi pada PlayStation Network (PSN) yang memperkenalkan sistem filter otomatis. Sistem ini dituding terlalu ketat dan gagal memahami konteks interaksi antara pengguna, sehingga mengakibatkan pemblokiran pesan-pesan yang sebenarnya sah dan tidak berbahaya.

Masalah utama terletak pada penerapan kamus kata terlarang yang mengabaikan makna kalimat secara keseluruhan. Akibatnya, banyak situasi aneh dan frustrasi muncul di komunitas gamer. Misalnya, istilah umum dalam permainan tiba-tiba dianggap sebagai konten tidak pantas dan diblokir, sehingga komunikasi dasar dan berbagi pengalaman antar pengguna menjadi terganggu.

Kesalahan Konteks pada Pesan Bermuatan Istilah Khusus

Salah satu kasus yang mencuat melibatkan game eksklusif Death Stranding 2. Pemain yang mencoba berbagi pencapaian trofi platinum dengan teman justru terhalang oleh sistem filter. Sistem tersebut memblokir deskripsi resmi trofi karena penggunaan istilah Latin dalam game. Ini memperlihatkan bahwa alat filter belum terintegrasi dengan pustaka data resmi Sony, sehingga konten resmi sendiri dianggap melanggar aturan.

Beberapa masalah lain yang kerap dialami pengguna antara lain:

  1. Pemblokiran pesan teks dan caption hasil tangkapan layar secara otomatis.
  2. Istilah dalam bahasa Latin dan nama karakter yang sering disalahartikan sebagai kata kasar.
  3. Ketidakmampuan mengirim deskripsi trofi mengurangi antusiasme sosial di antara pemain.

Pembatasan pada Diskusi tentang Kesulitan Boss dan Panduan

Pengguna juga melaporkan bahwa kalimat sederhana mengenai tingkat kesulitan boss dalam sebuah level tidak dapat terkirim tanpa alasan jelas. Sistem filter mengklaim adanya kata-kata kasar, padahal isi pesan hanya bersifat teknis dan berhubungan dengan mekanik permainan. Pendekatan literal terhadap rangkaian huruf menyebabkan komunikasi antar pemain berkompetisi terhambat. Hambatan ini bertentangan dengan janji Sony mengenai konektivitas sosial yang diusung saat meluncurkan konsol generasi terbaru.

Risiko Suspensi Akun dan Dampak Negatif Sosialisasi Online

Selain pemblokiran pesan, jumlah peringatan keamanan dan suspensi akun sementara meningkat. Banyak pengguna lama mengaku mendapat sanksi atas percakapan pribadi yang tidak menampilkan sikap agresif atau penggunaan bahasa kasar. Kondisi ini menunjukkan sensitivitas sistem yang terlalu tinggi sehingga menghambat pemakaian konsol secara wajar.

Ketatnya aturan ini berpotensi mengurangi interaksi sosial. Pengguna takut kehilangan akses ke perpustakaan game digital sehingga enggan menggunakan fitur chat. Para ahli komunitas digital menilai meski upaya mengurangi toxic behavior penting, ketiadaan pemeriksaan manual dan AI yang kurang canggih malah merugikan pengalaman konsumen.

Sony hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perubahan algoritma deteksi PSN untuk tahun mendatang. Namun, tekanan dari pengguna di media sosial dapat mendorong revisi teknis dalam pembaruan perangkat lunak, dengan tujuan menyeimbangkan perlindungan pengguna dan kebebasan berkomunikasi dalam dunia gaming.

Tantangan Teknis dalam Moderasi Komunitas Global

Menjalankan jaringan global dengan jutaan akses harian menuntut penggunaan alat otomasi berkapasitas tinggi. Namun kasus Sony mengungkap batasan teknologi tanpa pengawasan memadai. Kompleksitas bahasa dan slang khusus budaya gamer membuat penyaringan berbasis daftar kata saja sangat rentan kesalahan.

Situasi saat ini memperlihatkan bahwa moderasi otomatis justru dapat mengecualikan pengguna jika tidak diperkaya kemampuan memaknai konteks percakapan manusia. Pengelola komunitas harus mencari keseimbangan optimal antara keamanan dan kemudahan penggunaan. Ini menjadi tantangan teknologi terbesar, terutama dalam platform yang mengandalkan interaksi sosial sebagai fondasi utama produk mereka.

Berita Terkait

Back to top button