Penjualan konsol Xbox mengalami penurunan drastis pada 2025, dengan penjualan di Inggris menyusut hingga 39% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Amerika Serikat, situasinya lebih parah, mengalami penurunan penjualan hingga 70% pada November saja, tercatat sebagai bulan terburuk dalam penjualan konsol sejak 1995.
Penurunan ini lebih curam dibanding pesaing utamanya, PlayStation 5, yang mengalami penurunan sekitar 12% di Inggris dan 40% di AS pada periode yang sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa Xbox menghadapi tantangan yang lebih berat dalam pasar perangkat keras game.
Strategi Microsoft Mengatasi Penurunan Xbox
Menghadapi penurunan penjualan tersebut, Microsoft mengambil kebijakan signifikan dengan fokus ulang pada layanan berlangganan Xbox Game Pass. Layanan ini menawarkan akses ke beragam judul game tanpa harus membeli konsol secara langsung.
Selain itu, Microsoft memperluas jangkauan game mereka ke platform multiplatform. Game-game andalan kini bisa dinikmati tidak hanya di konsol Xbox, tetapi juga di perangkat seperti PC dan bahkan smartphone melalui layanan cloud gaming.
Layanan Xbox Cloud Gaming memungkinkan pengalaman bermain game AAA di berbagai perangkat, dari ponsel, PC dengan spesifikasi rendah, hingga dalam mobil yang mendukung sistem operasi tertentu. Ini mencerminkan perubahan strategi yang mengutamakan layanan digital daripada penjualan perangkat keras.
Dampak Restrukturisasi dan Fokus Baru
Tahun 2025 juga ditandai dengan restrukturisasi besar-besaran di divisi gaming Microsoft. Ribuan karyawan diberhentikan dan beberapa proyek game besar dibatalkan. Langkah ini menjadi bukti bahwa Microsoft berusaha memangkas biaya sekaligus menata ulang prioritas bisnisnya.
Meski menghadapi situasi sulit, Microsoft tetap optimistis. Matt Booty, presiden Xbox Game Studios, menyatakan bahwa akan ada banyak pengumuman dan konten baru dalam waktu dekat, menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan produk dan inovasi yang menarik bagi para gamer.
Persaingan Ketat di Industri Game
Xbox kini bersaing ketat dengan Sony PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2, yang keduanya punya ekosistem eksklusif yang kuat dan basis penggemar yang besar. Sony bahkan mulai menghadirkan beberapa judulnya secara multiplatform, meniru langkah Microsoft, sebagai respons terhadap perubahan pasar.
Ke depan, keberhasilan Xbox sangat bergantung pada penerimaan layanan Game Pass dan ekosistem cloud gaming. Game unggulan seperti Forza Horizon 6 yang berlatar di Jepang, menjadi salah satu andalan Xbox untuk menarik kembali minat pengguna.
Faktor-faktor Penting dalam Strategi Microsoft
- Fokus pada layanan berlangganan seperti Game Pass agar bisa menjangkau lebih banyak pemain tanpa ketergantungan pada penjualan konsol.
- Pengembangan dan perluasan layanan Xbox Cloud Gaming untuk memberikan pengalaman bermain yang fleksibel di berbagai perangkat.
- Perluasan rilis game multiplatform guna memaksimalkan jangkauan audiens dan menyesuaikan dengan kebiasaan bermain yang kini lebih variatif.
- Restrukturisasi internal untuk efisiensi biaya dan penyesuaian strategi jangka panjang.
- Peluncuran konten dan game baru sebagai upaya mempertahankan loyalitas penggemar dan menarik pemain baru.
Microsoft kini memusatkan perhatian pada perubahan pola konsumsi game di masa depan yang lebih mengandalkan platform digital dan aksesibilitas. Meski penjualan konsol Xbox menurun signifikan, mereka berharap bahwa inovasi dalam layanan berlangganan dan cloud gaming dapat mengembalikan posisi mereka di industri yang sangat kompetitif ini.





