Dell membuat keputusan berani dengan mengakui kesalahan besar mereka ketika memutuskan untuk menghilangkan merek XPS dari jajaran laptopnya. Tahun lalu, langkah tersebut dianggap sebagai langkah yang salah dan mengecewakan banyak penggemar setia produk ini. Namun, pada ajang CES 2026, Dell secara resmi mengumumkan kembalinya merek XPS dengan janji membawa kembali ciri khas performa ekstrem dan desain unggulan yang selama ini melekat pada nama tersebut.
Merek XPS bukan sekadar singkatan dari Extreme Performance Systems, melainkan simbol kualitas tinggi yang sudah terbukti selama lebih dari satu dekade. Laptop-laptop XPS kerap menjadi pilihan utama di berbagai panduan "best Windows laptops," menegaskan reputasi mereka di pasar. Menggantikan merek kuat ini dengan label generik seperti "premium" justru menghapus nilai historis dan prestise produk tersebut. Contohnya, model Dell Premium 14 yang tadinya dikenal sebagai XPS 14 tidak mampu memberi dampak yang sama terhadap persepsi konsumen.
Kesalahan dalam Strategi Rebranding Dell
Tujuan awal Dell dalam mengubah nama produk adalah untuk menyederhanakan portofolio mereka. Namun, pada kenyataannya justru menimbulkan kebingungan baru, terutama karena munculnya kelas produk Dell Pro dan Pro Max yang khusus ditujukan untuk segmen bisnis dan profesional. Jeff Clarke sebagai COO Dell mengatakan bahwa langkah ini gagal memenuhi target kesederhanaan karena konsumen jadi sulit memahami perbedaan antara berbagai kelas laptop Dell.
Selain itu, Dell juga memangkas banyak seri entry-level dan budget, sehingga konsumen yang sebelumnya terbiasa membeli laptop XPS harus beralih ke model "Plus" yang lebih mahal atau menunggu perombakan besar yang baru akan hadir di tahun ini. Hal ini membuat posisi Dell di segmen konsumen sehari-hari menjadi tergerus sementara menunggu pembaruan produk unggulan.
Rencana Besar Dell untuk Kebangkitan XPS
Dell kini bertekad untuk kembali ke akar mereka dengan membangun portofolio PC terluas yang pernah ada, mulai dari keluarga XPS sebagai lini flagship konsumen. Ada tiga model utama yang digadang-gadang menjadi bintang tahun ini: XPS 13 yang akan menjadi model paling tipis dan ringan, serta seri XPS 14 dan XPS 16 yang mendapatkan pembaruan menyeluruh. Lebih dari itu, Dell juga memperlihatkan dua slot kosong yang mengindikasikan kemungkinan hadirnya model baru XPS di masa depan.
Perubahan tak hanya sebatas nama dan jumlah produk, tetapi juga menyentuh detail produk. Dell akan mengembalikan touchpad tersegmentasi, meninggalkan desain satu bagian kaca yang sebelumnya jadi kritik pengguna. Fungsi tombol khusus pada keyboard juga kembali menggantikan tombol kapasitif yang kurang responsif. Langkah ini memperlihatkan Dell yang mendengarkan umpan balik konsumen dengan serius.
Struktur Bisnis dan Penataan Kembali
Dalam konteks organisasi, tim pengembangan perangkat konsumen kini langsung berada di bawah pengawasan Clarke, menunjukan fokus tinggi terhadap produk ini. Penamaan produk akan kembali jelas dan mudah dipahami. Logo XPS akan tampil mencolok di setiap laptop model flagship, membedakannya dari merek umum Dell. Sementara itu, lini gaming Alienware tetap eksis sendiri, dan Dell Pro didedikasikan untuk segmen enterprise serta layanan profesional seperti darurat dan pendidikan. Strategi ini bertujuan menghilangkan kebingungan konsumen yang terjadi sebelumnya.
Filosofi Dell di Balik Kebangkitan XPS
Jeff Clarke menegaskan bahwa produk hebat akan memenangkan pasar. Keputusan menghidupkan kembali XPS adalah bentuk pengakuan atas kesalahan dan langkah untuk memperbaikinya secara fundamental. Tidak mudah bagi sebuah perusahaan besar untuk mengakui kesalahan dan berani merombak strategi, namun di situlah Dell menunjukkan kedewasaan bisnisnya. Dengan kombinasi pengalaman dan inovasi baru, XPS diperkirakan akan kembali menjadi ikon laptop premium yang diminati banyak konsumen.
Langkah-Langkah Ke Depan Dell untuk XPS
- Meluncurkan XPS 13 terbaru sebagai model paling tipis dan ringan.
- Menyegarkan desain XPS 14 dan XPS 16 dengan fitur-fitur yang mengakomodasi kebutuhan pengguna.
- Mengembalikan fitur fisik yang diminati konsumen, seperti tombol dan touchpad tersegmentasi.
- Menata ulang merek dan portofolio produk agar lebih jelas dan fokus.
- Memperluas pilihan XPS di masa depan dengan produk baru yang inovatif dan sesuai permintaan pasar.
Dell tampaknya bertekad keras bahwa XPS bukan hanya sekadar nama lama yang dihidupkan kembali, tetapi menjadi tulang punggung untuk memenangkan kepercayaan pelanggan modern. Reputasi yang selama ini dibangun akan menjadi modal kuat bagi kebangkitan merek ini di tengah persaingan pasar laptop global. Pemilik dan penggemar Dell kini dapat berharap lebih banyak inovasi dan peningkatan kualitas dari lini laptop XPS dalam waktu dekat.





