$555,000 per tahun untuk menjaga dan mengawasi kecerdasan buatan OpenAI, ini syaratnya!

OpenAI saat ini membuka lowongan untuk posisi Head of Preparedness dengan tawaran gaji sebesar $555,000 per tahun ditambah opsi saham. Posisi ini sangat penting untuk mengawasi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat dan berpotensi menimbulkan risiko baru.

Sam Altman, CEO OpenAI, menyatakan bahwa peran ini memerlukan pemahaman mendalam mengenai cara teknologi AI bisa disalahgunakan. Selain itu, kandidat diharapkan mampu mengarahkan keputusan terkait keselamatan dan keamanan sistem OpenAI agar risiko bisa diminimalisir.

Tanggung Jawab Head of Preparedness

Calon Head of Preparedness akan memimpin sebuah tim kecil namun berdampak besar yang bertugas mengantisipasi potensi masalah dari alat dan model AI baru. Tugas utamanya meliputi:

  1. Menganalisis potensi penyalahgunaan model AI.
  2. Mengembangkan kebijakan untuk menjaga keamanan produk.
  3. Menangani krisis yang mungkin muncul akibat perilaku tak terduga dari AI.
  4. Menjamin integritas dan perlindungan sistem OpenAI.

Posisi ini disebut-sebut sangat menegangkan karena langsung berhadapan dengan risiko besar yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dunia teknologi.

Alasan Dibalik Pembentukan Posisi Ini

OpenAI melihat adanya ancaman nyata setelah beberapa pengalaman di tahun lalu, termasuk dampak negatif AI terhadap kesehatan mental pengguna. Altman mengungkapkan bahwa pada 2025 terjadi "preview" terkait bagaimana model AI dapat memengaruhi kondisi psikologis manusia secara serius. Bahkan ada penyebutan beberapa kasus kematian yang terkait dengan interaksi pengguna dengan ChatGPT.

Hal ini membuat OpenAI menarik kembali pembaruan GPT-4o karena terbukti memperkuat perilaku berbahaya. Altman menegaskan perlunya pendekatan yang lebih cermat dan pengukuran teliti guna mengurangi dampak negatif sekaligus memaksimalkan manfaat teknologi AI secara berkelanjutan.

Sejarah Singkat Pemegang Posisi

Sebelumnya, posisi Head of Preparedness pernah dipegang oleh Aleksander Madry, yang kemudian dialihkan tanggung jawabnya. Posisi tersebut juga pernah diduduki oleh Joaquin Quiñonero Candela yang kini berpindah ke Head of Recruiting, serta Lilian Weng yang juga memiliki pengalaman memimpin divisi persiapan ini.

Langkah OpenAI mengumumkan rekrutmen ini disertai gaji sangat tinggi menunjukkan perubahan fokus perusahaan dari hanya mengejar peluang bisnis dan pengembangan kecerdasan umum buatan (AGI) ke arah mitigasi risiko yang lebih serius.

Tantangan Besar di Depan

Altman tidak menutup mata bahwa pekerjaan ini penuh tekanan dan kandidat harus siap “menceburkan diri ke dalam masalah” secara langsung. Tanggung jawab besar ini mengharuskan sang Kepala Persiapan untuk sigap menghadapi segala kemungkinan buruk yang muncul dari kemajuan pesat teknologi AI.

Selain aspek teknis, posisi ini juga menuntut kemampuan komunikasi efektif untuk menjelaskan risiko dan solusi kepada berbagai pemangku kepentingan internal maupun eksternal.

OpenAI saat ini berada di garda depan inovasi AI dunia. Dengan posisi Head of Preparedness, perusahaan berusaha mengelola dampak sosial dan etika teknologi canggih secara proaktif. Gaji yang tinggi sekaligus peringatan akan tekanan berat kerja menegaskan bahwa mencari orang yang tepat untuk mengemban amanah ini bukan perkara mudah.

Peran ini bisa menjadi titik penting dalam memastikan teknologi AI tetap berfungsi sebagai alat yang menguntungkan masyarakat luas tanpa menimbulkan bahaya tidak terkendali. Proses seleksi ketat kemungkinan besar akan melibatkan kandidat dengan pengalaman luas dalam teknologi AI, keamanan siber, kebijakan publik, dan etika teknologi.

Oleh karena itu, mereka yang tertarik diwajibkan siap menghadapi tantangan serta tekanan tinggi demi menjaga masa depan yang aman dan berkelanjutan bagi teknologi kecerdasan buatan. OpenAI ingin memastikan bahwa di balik revolusi AI, ada pengawasan dan perlindungan yang kuat terhadap segala potensi risiko.

Exit mobile version