5 Alasan AI Justru Mendukung dan Meningkatkan Peluang Kerja Programmer

AI tidak akan menggantikan pekerjaan coding, demikian keyakinan yang disampaikan oleh Anthony Goto, seorang staff engineer Netflix dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Dalam sebuah video di TikTok, Goto merespons kekhawatiran yang sering disampaikan oleh para lulusan baru dan insinyur junior terkait masa depan karier mereka di era kecerdasan buatan.

Menurut Goto, kehadiran alat AI yang mampu menulis kode justru akan membuka peluang baru yang lebih luas. Ia memperkirakan teknologi ini akan bertransformasi menjadi bentuk baru dari bahasa pemrograman tingkat tinggi, bukan sebagai ancaman hilangnya posisi pekerjaan para programmer.

AI sebagai Alat Pembantu, Bukan Pengganti

Meski AI seperti Anthropic’s Claude membuat penulisan kode lebih mudah diakses oleh banyak orang, kebutuhan akan insinyur yang mahir masih sangat tinggi. Goto menekankan bahwa agar para pengembang muda tetap relevan di dunia kerja, mereka perlu mengasah kemampuan dalam System Design. Ia menyebutkan, “System Design adalah keterampilan yang saya tekankan agar para insinyur baru dapat kuasai. Di masa depan, kemampuan ini mungkin akan menjadi alat utama dalam pekerjaan mereka.”

Lebih lanjut, Goto mengakui bahwa prediksinya mungkin tidak sempurna, tetapi ia melihat pola peningkatan abstraksi teknologi yang akan mendemokratisasi proses pengembangan perangkat lunak. Artinya, proses coding akan lebih mudah dan bisa diakses oleh lebih banyak orang, tanpa mengurangi nilai dan peran penting insinyur berpengalaman.

Dinamika Peran Programmer di Era AI

Sejalan dengan pernyataan Goto, ada kekhawatiran lain yang diungkapkan oleh Geoffrey Hinton – yang dikenal sebagai ‘bapak AI’. Hinton menyatakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, AI bisa mulai menggantikan pekerjaan yang memerlukan kemampuan pengetahuan tertentu. Ia memperkirakan bahwa AI akan mampu melakukan tugas yang biasa memakan waktu berbulan-bulan dalam hitungan hari atau minggu.

Namun, hal ini tidak serta-merta berarti hilangnya pekerjaan pemrogram. Justru, desakan terhadap inovasi baru dan pengembangan aplikasi akan terus meningkat. Goto menyebutkan, “Kebutuhan akan fungsi yang lebih banyak, aplikasi baru, dan ekosistem digital akan terus tumbuh tanpa batas.”

Cara Bertahan dan Berkembang bagi Programmer

Di tengah percepatan teknologi, ada beberapa langkah yang dapat diambil para programmer agar tetap kompetitif:

  1. Mempelajari System Design untuk memahami dan merancang sistem yang kompleks.
  2. Mengasah kemampuan problem solving yang tidak mudah digantikan oleh AI.
  3. Mengikuti perkembangan teknologi agar tetap up-to-date dengan alat dan bahasa pemrograman terbaru.
  4. Memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Dengan pendekatan ini, kemampuan manusia dalam hal kreativitas dan penilaian kompleks tetap menjadi keunggulan utama.

AI Membuka Peluang Baru di Dunia Coding

Kemajuan AI bukan merupakan akhir dari profesi coding, melainkan permulaan dari era baru dalam pengembangan perangkat lunak. Programmer harus beradaptasi dengan teknologi yang terus berubah agar tetap relevan. Sebagai contoh, integrasi system design dan pemahaman mendalam tentang arsitektur teknologi menjadi kunci utama.

Pada akhirnya, AI memudahkan banyak aspek teknis, tetapi kontrol kreatif dan inovasi masih memerlukan sentuhan manusia. Pandangan ini juga didukung oleh tren industri teknologi yang senantiasa mencari inovasi dan keahlian rumit yang belum bisa diatasi AI secara sempurna.

Dengan demikian, peran AI adalah sebagai pelengkap dan pendorong kemajuan dalam dunia coding, bukan sebagai pengganti total profesi tersebut. Para programmer yang terus mengembangkan kompetensi dan mengadaptasi teknologi baru akan tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem digital yang semakin berkembang.

Exit mobile version