Fotografi Tetap Hidup dan Berkembang di Era Kecerdasan Buatan

Teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia fotografi. Kamera digital semakin canggih dan alat editing berbasis AI memudahkan proses kreasi, memungkinkan lebih banyak orang menjadi fotografer dengan hasil yang menarik dan unik.

Meski AI memudahkan aspek teknis, kreativitas tetap menjadi faktor utama dalam menghasilkan karya foto yang bermakna. Hal ini terlihat dari pameran fotografi bertajuk ‘Kreativitas Tanpa Batas dalam Lensa’ yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira). Pameran ini menampilkan 549 karya mahasiswa sebagai bagian dari kurikulum outcome-based education.

Fotografi dan Kreativitas di Era Digital

Pameran tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil belajar sekaligus kreativitas mereka. Wakil Rektor I Undira, Margono Sugeng, menyatakan bahwa pameran ini menegaskan pentingnya fotografi di tengah banjirnya konten digital saat ini. Setiap karya telah melalui proses diskusi dan kurasi yang ketat.

Selain itu, Undira berkomitmen mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada setiap karya mahasiswa. Hal ini memberikan nilai tambah karena peserta mendapat sertifikat HKI yang dapat menjadi lampiran kompetensi mereka di dunia profesional.

Kejujuran Visual dan Kedekatan Emosional dengan Karya

Ketua Pelaksana Pameran dan Dosen Koordinator Mata Kuliah Fotografi Visual dan Konten, Suswinda Ningsih, menekankan pentingnya kejujuran visual. Mahasiswa diajak merasa dekat dengan karya mereka sebelum dipamerkan. Kepekaan ini menjadi modal penting dalam menghasilkan foto yang benar-benar autentik dan bermakna.

Proses kurasi tidak hanya menilai aspek teknis, tetapi juga perasaan yang ditimbulkan oleh karya foto tersebut. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bahwa fotografi lebih dari sekadar gambar indah, melainkan media ekspresi yang mengandung pesan dan emosi kuat.

Adaptasi dan Peran Kampus dalam Industri Kreatif

Pameran ini juga menjadi bukti bahwa institusi pendidikan seperti Undira mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri kreatif modern. Dengan menggabungkan teknologi dan seni, kampus berupaya melahirkan generasi fotografer yang siap bersaing di era digital yang dinamis.

Teknologi AI memang mengubah cara kerja fotografer, namun bukan berarti profesi ini akan hilang. Sebaliknya, AI hadir sebagai alat bantu untuk mengekspresikan ide lebih bebas dan mendalam. Fotografi tetap hidup dan berkembang berkat kreativitas manusia yang tidak bisa sepenuhnya digantikan mesin.

Data Penting dari Pameran Undira

  1. Jumlah karya mahasiswa: 549 foto
  2. Waktu acara: 19-20 Desember 2025
  3. Lokasi: Tiga kampus Undira secara serentak
  4. Komitmen: Setiap karya didaftarkan HKI
  5. Fokus kurasi: Kedekatan rasa dan kejujuran visual

Dengan inovasi teknologi dan dukungan pendidikan yang tepat, fotografi justru menjadi lebih relevan dan menarik di era AI. Kreativitas dan sentuhan manusia tetap menjadi kunci agar fotografi tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang.

Berita Terkait

Back to top button