Perayaan Natal tahun ini diwarnai dengan semangat empati dan kepedulian sosial di tengah berbagai bencana alam yang melanda Indonesia. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menggelar ibadah Natal serentak di sepuluh wilayah operasional sebagai momen refleksi iman sekaligus penguatan solidaritas. Lokasi ibadah yang tersebar mulai dari Medan, Pekanbaru, Jambi, hingga Maluku menunjukkan komitmen perusahaan untuk hadir dekat dengan masyarakat di berbagai daerah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PTPN Group menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk aksi nyata. Direktur SDM dan Umum PTPN III, Endang Suraningsih, menekankan pentingnya memaknai Natal tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi sebagai panggilan untuk berempati dan berbagi. “Iman tidak hanya dirayakan, tetapi diwujudkan dalam empati, solidaritas, dan dukungan nyata,” ujarnya.
Peran Ibadah Natal dalam Memperkuat Solidaritas Sosial
Tema empati dan kepedulian menjadi inti di balik pelaksanaan ibadah Natal yang digelar secara serentak. Ibadah menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan PTPN Group dalam menghadirkan kasih dan harapan bagi sesama yang tengah mengalami kesulitan akibat bencana banjir dan tanah longsor. Dengan cara ini, Natal menjadi momen untuk menguatkan jiwa sosial yang inklusif dan peduli.
Kehadiran pimpinan, seperti Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, turut memberikan dorongan moral langsung kepada masyarakat terdampak. Saat menyerahkan bantuan kepada sekitar 600 pengungsi di Kebun Hapesong, Tapanuli Selatan, ia menegaskan bahwa perwujudan Natal lewat kepedulian adalah langkah kongkret yang harus diambil oleh setiap pihak, terutama perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial.
Langkah-Langkah Konkret dalam Memaknai Natal dengan Empati
- Menyelenggarakan ibadah Natal serentak di berbagai wilayah guna memperkuat solidaritas internal perusahaan dan masyarakat sekitar.
- Memberikan bantuan sosial kepada korban bencana sebagai bukti kepedulian dan belas kasih nyata.
- Melibatkan pimpinan perusahaan langsung dalam kegiatan sosial untuk meningkatkan motivasi dan dukungan moral.
- Mengangkat semangat empati sebagai bagian dari refleksi iman yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
Melalui integrasi spiritual dan sosial ini, PTPN III memperlihatkan bahwa Natal tidak hanya momen untuk diri sendiri, tetapi juga kesempatan untuk saling peduli. Hal tersebut menggambarkan pemaknaan Natal yang relevan dengan situasi bangsa, khususnya di saat berbagai tantangan dan bencana masih terus terjadi.
Dengan pendekatan seperti ini, perayaan Natal menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Pesan kasih dan empati ditransformasikan menjadi tindakan nyata yang memberi dampak positif bagi banyak pihak. Pendekatan semacam ini juga membuka ruang bagi organisasi maupun individu lain untuk mencontoh langkah yang mengutamakan kepedulian sosial sebagai inti perayaan keagamaan.




