
Pertarungan teknologi prosesor laptop semakin memanas setelah kehadiran Intel Panther Lake Core Ultra 300 series dan AMD Ryzen AI 400 Gorgon Point di pasar. Meski Intel memamerkan kinerja CPU dan iGPU Panther Lake yang efisien, AMD justru merasa percaya diri dengan lini terbaru mereka yang diklaim menawarkan performa grafis setingkat discrete graphics, khususnya pada varian Strix Halo.
Senior Vice President dan General Manager Client Product Group AMD, Rahul Tikoo, menyebut bahwa perbandingan antara Intel Core Ultra X9 388H dan Ryzen AI Max+ Strix Halo tidak seimbang. Tikoo menuturkan, keunggulan grafis Radeon 8060S iGPU pada Strix Halo menempatkannya di antara NVIDIA RTX 4060 laptop dan RTX 4070 laptop secara performa.
Pertarungan Grafis iGPU: Ryzen AI Max+ Strix Halo vs Intel Arc B390
Sementara AMD berani menyatakan Strix Halo setingkat discrete-level graphics, Intel sendiri tidak menyebutkan klaim serupa. Intel hanya menargetkan Arc B390 iGPU Core Ultra X9 388H menyamai performa RTX 4050 laptop. Di sisi lain, Radeon 8060S iGPU AMD dinilai menawarkan performa di kelas atas, menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang membutuhkan grafis tinggi tanpa harus membeli discrete GPU tambahan.
Rahul Tikoo menyoroti strategi Intel yang hanya membandingkan Core Ultra X9 388H dengan prosesor AMD kelas menengah, bukan kelas flagship seperti Strix Halo. Dalam wawancara dengan Tom’s Hardware, dia menilai bahwa perbandingan seperti ini tidak merepresentasikan kekuatan produk masing-masing perusahaan secara menyeluruh.
Kritik Strategi Perbandingan dan Segmentasi Pasar
AMD juga pernah melakukan taktik serupa saat memasarkan Ryzen AI Max+ 395, dibandingkan prosesor Apple M5 dengan 10-core, bukan Apple M4 Pro yang sebenarnya lebih dekat kelasnya dengan Strix Halo. Persaingan di segmen prosesor premium ini memperlihatkan bahwa kedua perusahaan berusaha menempatkan produk unggulan mereka dalam posisi sekompetitif mungkin di mata konsumen dan pengamat industri.
Dalam kenyataannya, tiap produsen berupaya menonjolkan keunggulan sendiri dengan memilih perangkat pembanding yang cocok, baik dari sisi performa komputasi maupun grafis. Hal ini membuat perbandingan secara langsung di pasar sering kurang transparan bagi konsumen awam.
Aspek Harga sebagai Faktor Penentu Pilihan
Rahul Tikoo juga menyinggung potensi harga Core Ultra X9 388H, yang diprediksi akan membuat konsumen terkejut. Intel memang belum mengumumkan harga resmi, namun AMD mengingatkan bahwa Strix Halo sendiri juga bukan produk murah. Contohnya, Asus ROG Flow Z13 dengan Ryzen AI Max+ 395 memiliki harga resmi sebesar $2.299,99 di Amazon.
Calon pembeli laptop dengan performa tinggi tentu harus mempertimbangkan sisi harga dan ekosistem perangkat pendukung. Lini flagship seperti Strix Halo dan Core Ultra X9 388H dipastikan menyasar segmen pengguna profesional, kreator konten, serta gamer yang membutuhkan tenaga ekstra, bukan konsumen entry level.
Berikut perbandingan singkat kapabilitas grafis internal dan harga perangkat yang menggunakan kedua prosesor:
| Prosesor | Performa iGPU (setara GPU) | Contoh Produk | Kisaran Harga |
|---|---|---|---|
| Ryzen AI Max+ 395 | Di antara RTX 4060-4070 | Asus ROG Flow Z13 | $2.299,99 |
| Core Ultra X9 388H | Mirip RTX 4050 | Belum diumumkan | Belum diumumkan |
Tren dan Ekspektasi Pasar Terhadap Inovasi Prosesor
Hadirnya Intel Panther Lake dengan node fabrikasi Intel 18A dan efisiensi performa/watt tetap menjadi lompatan penting bagi sektor laptop. Namun, keberanian AMD memposisikan Strix Halo sebagai monster grafis all-in-one semakin memperkuat persaingan teknologi notebook premium.
Para pelaku industri dan konsumen sangat menantikan uji banding independen di lapangan terkait performa nyata Core Ultra X9 388H dan Ryzen AI Max+. Persaingan ini diyakini mendorong lahirnya inovasi baru di kelas laptop performa tinggi. Dengan pilihan produk yang semakin beragam, publik kini dihadapkan pada dilema antara performa, efisiensi, grafis, dan harga sebelum memilih laptop masa depan mereka.




