MacBook Air Tertembus Serpihan Peluru, Selamatkan Nyawa Prajurit dan Masih Berfungsi

Seorang prajurit Ukraina melaporkan kejadian unik yang menarik perhatian pengguna media sosial global. Sebuah laptop M1 MacBook Air miliknya terkena serpihan artileri secara langsung saat bertugas di garis depan.

Laptop tersebut bukan hanya mengalami kerusakan secara fisik, namun juga diduga telah menyelamatkan nyawa sang prajurit. Bagian layar MacBook Air retak cukup parah dan tombol huruf "K" di keyboard hilang, tetapi perangkat tetap dapat berfungsi sebagian dan menampilkan gambar.

Kejadian Langka di Tengah Konflik

Kisah ini diunggah oleh pengguna X dengan nama @lanevychs, yang mengunggah foto kondisi MacBook Air pasca-insiden. Berdasarkan penuturan di media sosial, laptop tersebut berhasil menahan fragmen peluru sehingga tidak menembus sepenuhnya ke tubuh sang pemilik.

Meskipun hanya laptop tipis yang biasanya dipakai untuk pekerjaan ringan, perangkat ini ternyata mampu memperlihatkan kekuatan fisik yang di luar dugaan. Sumber terpercaya menyebutkan, setelah terdampak pecahan peluru, kerusakan signifikan hanya terjadi pada layar serta sebuah tombol keyboard.

Spesifikasi Material MacBook Air

Apple merancang MacBook Air generasi M1 dengan bodi aluminium unibody. Bahan ini dikenal karena kekuatan, daya tahan, dan bobot yang ringan sehingga banyak dimanfaatkan untuk produk-produk kelas atas.

Bodi aluminium selain menambah estetika juga berfungsi sebagai heatsink, khususnya untuk MacBook Air tanpa kipas. Tak hanya tahan gores, ternyata juga mampu menahan hantaman fragmen senjata yang sangat berbahaya.

Ketebalan MacBook Air M1 pada bagian paling tipis hanya 0.16 inci dan pada bagian tertebal 0.63 inci. Angka ini memang tipis, namun cukup menahan serpihan yang mengenai perangkat saat dipakai sang prajurit.

Kerusakan dan Upaya Perbaikan

Dari pengakuan di kolom komentar, disebutkan bahwa layar MacBook sebelumnya pernah diganti akibat kerusakan dari serangan FPV (first-person-view drone). Meski demikian, laptop yang telah diperbaiki tersebut kembali menjadi tameng fisik di momen berbeda.

Harga perbaikan perangkat Apple seperti MacBook diakui setara dengan harga perangkat baru. Biaya suku cadang asli dan proses reparasi membuat pertimbangan pemilik untuk tetap memakai gadget dalam kondisi rusak, setidaknya sampai benar-benar tidak bisa digunakan.

Catatan Kehati-hatian

Meskipun kasus ini membuktikan desain dan kualitas perangkat Apple, para pakar tidak merekomendasikan menggunakan laptop, termasuk MacBook Air, sebagai pelindung balistik. Laptop konsumen jelas tidak didesain sebagai armor, sehingga kekuatan menahan tembakan langsung atau peluru tetap tidak dapat dijamin.

Fakta Menarik dari Kisah Ini:

  1. MacBook Air generasi M1 dikenal sebagai laptop tertipis Apple dengan ketebalan hanya sedikit di atas MacBook Pro 13 inci.
  2. Chassis aluminium unibody memberikan perlindungan ekstra, meski awalnya hanya untuk estetika dan daya tahan ringan.
  3. Kerusakan pada laptop hanya berdampak pada fungsi sebagian, di mana layar retak dan satu tombol keyboard hilang, namun perangkat tetap dapat digunakan.
  4. Ongkos perbaikan produk Apple asli sering kali sangat tinggi, tidak jarang sama dengan harga perangkat baru.
  5. Pemilik mengklaim perangkatnya pernah mengalami kerusakan sebelumnya akibat dampak konflik, namun tetap digunakan berulang kali.

Dampak pada Reputasi dan Ketahanan Produk

Insiden ini semakin memperkuat citra Apple dalam hal ketahanan fisik produk, khususnya untuk perangkat tipis seperti MacBook Air. Banyak pengguna bertanya-tanya seberapa kuat desain ramping tersebut, dan dalam kasus ini membuktikan kemampuannya menghadapi skenario ekstrem.

Kisah MacBook Air yang menjadi ‘tameng’ tanpa disengaja ini menjadi perbincangan hangat di internet. Para teknisi dan pengamat teknologi menyoroti bagaimana ketahanan material dan desain minimalis justru memberi hasil tak terduga di situasi nyata.

Pihak Apple belum memberikan komentar resmi terkait insiden unik tersebut. Namun, peristiwa ini menjadi refleksi menarik atas inovasi teknologi, mengingat laptop tipis bisa berfungsi di luar bayangan para penggunanya, termasuk dalam situasi penuh risiko di medan perang.

Berita Terkait

Back to top button