
Pasar handheld gaming kini memasuki babak baru setelah Intel melancarkan kritik tajam terhadap AMD. Melalui pernyataan resminya, Intel menyinggung penggunaan chip AMD yang disebutnya sebagai “silicon kuno” untuk perangkat gaming genggam terbaru.
Langkah ini mencerminkan ambisi Intel mengambil alih dominasi AMD di ranah handheld, sektor yang selama ini dikuasai Ryzen dengan berbagai inovasi prosesor efisiennya.
Persaingan Ketat di Pasar Handheld Gaming
AMD telah lama mendominasi perangkat gaming portabel, mulai dari Steam Deck hingga Asus ROG Ally X. Banyak produsen memilih AMD Ryzen karena performa tinggi sekaligus efisiensi daya yang ideal untuk perangkat kecil. Namun, Intel segera menghadirkan alternatif baru melalui seri Panther Lake yang diklaim menawarkan lompatan besar pada efisiensi dan performa grafis terintegrasi.
Intel menyoroti peranan chip baru seperti Intel Core Ultra X7 358H yang menjadi pusat perhatian bagi pembuat handheld gaming. Prosesor ini mengombinasikan empat core untuk performa tinggi dan dua belas core efisiensi, sehingga performa CPU tetap terjaga meskipun dalam konsumsi daya rendah.
Kritikan Intel terhadap AMD
Dalam sebuah wawancara dengan PCWorld, Nish Neelalojanan selaku Senior Director of Product Management untuk Intel Client Computing blak-blakan mengkritik strategi AMD. Ia menyatakan, “Mereka [AMD] menjual silicon kuno, sedangkan kami menawarkan prosesor terbaru yang secara khusus dirancang untuk pasar ini.” Kritikan ini mengacu pada fakta bahwa AMD Ryzen AI 9 HX 475 pada dasarnya merupakan pembaruan minor dari HX 375, hanya mengusung peningkatan clock speed. Selain itu, Radeon 890M iGPU yang digunakan masih berbasis arsitektur RDNA 3+, sementara RDNA 4 sudah tersedia di segmen lain.
Intel mengklaim pendekatan ini menjadikan produk mereka lebih relevan dan siap menjawab kebutuhan gaming modern, termasuk pengolahan grafis dan efisiensi daya yang lebih baik.
Inovasi Teknologi Intel Panther Lake
Panther Lake menjadi andalan Intel untuk menantang tahta AMD. Chipset ini menjanjikan efisiensi lebih baik serta peningkatan performa pada iGPU (integrated graphics). Dalam pengujian awal, Arc B390 iGPU milik Intel mampu menjalankan Cyberpunk 2077 pada pengaturan ultra, resolusi 1200p, dengan teknologi XeSS balanced, dan menghasilkan 60 fps pada konsumsi daya 55 watt.
Berikut keunggulan utama Intel Panther Lake:
- Komposisi 4 performance core + 12 efficiency core.
- iGPU Arc B390 mampu handle game AAA pada pengaturan tinggi.
- Fokus pada efisiensi daya rentang 10-25 watt, tipikal untuk handheld.
- Desain prosesor lebih kekinian, bukan chip lama yang hanya mengalami sedikit modifikasi.
Para analis memperkirakan, tes beberapa minggu ke depan bakal memperjelas bagaimana performa Panther Lake pada batas daya khas handheld.
Tren dan Peta Persaingan
Saat ini, mayoritas konsol handheld masih mengandalkan AMD. Hanya sedikit device yang memakai Intel, seperti MSI Claw 8 AI+, namun situasi bisa berubah dengan peluncuran lini Panther Lake. Sebagai catatan, Nintendo Switch 2 memilih Nvidia, sehingga kompetisi di pasar gaming portabel semakin sengit antara tiga raksasa chip tersebut.
Menurut sumber industri, AMD telah memimpin pasar handheld selama bertahun-tahun. Keterbatasan inovasi pada produk terbaru AMD dinilai Intel sebagai peluang besar untuk merebut pangsa pasar. Dengan menawarkan teknologi arsitektur dan grafis yang lebih mutakhir, Intel juga berambisi menarik produsen device untuk beralih.
Respons Pasar dan Ekspektasi
Langkah agresif Intel mendapat perhatian komunitas gamer dan produsen perangkat. Banyak pihak kini menantikan kinerja riil Panther Lake di handheld sebelum menentukan pilihan atau beralih merek. Kapasitas iGPU dalam menangani game berat serta efisiensi pada watt rendah menjadi dua indikator utama yang diincar pasar.
Handheld gaming saat ini identik dengan portabilitas dan daya tahan baterai, dua faktor yang sangat ditentukan oleh efisiensi prosesor. Intel berharap, implementasi teknologi terbaru mampu meyakinkan pabrikan dan konsumen bahwa opsi selain AMD layak dipertimbangkan.
Pada akhirnya, persaingan antara “silicon kuno” AMD dan chip kekinian Intel membuka babak baru dalam inovasi handheld. Pengguna kini punya lebih banyak referensi dalam memilih perangkat gaming portabel, seiring hadirnya solusi terbaru yang membawa efisiensi, performa, serta pengalaman bermain lebih baik.





