Pengguna drone di Inggris perlu memperhatikan perubahan penting dalam regulasi yang mulai diterapkan sejak awal tahun. Pemerintah Inggris mengumumkan tiga perubahan besar terkait penggunaan drone, yang diharapkan dapat meningkatkan keselamatan serta keamanan udara. Langkah ini bertujuan mengatur pertumbuhan pesat drone konsumen sekaligus menekan risiko pelanggaran hukum tanpa membuat pemilik drone baru merasa kesulitan.
Perubahan utama mencakup klasifikasi drone yang kini mengacu pada fitur keselamatan selain berat. Selain itu, hampir semua pengguna drone wajib mengaktifkan Remote ID, serta memiliki Flyer ID sebagai syarat legal menerbangkan drone. Otoritas penerbangan sipil Inggris, Civil Aviation Authority (CAA), menegaskan, aturan baru ini berlaku bagi kategori drone dengan berat mulai dari 100 gram, turun signifikan dari batas sebelumnya 250 gram. Artinya, sebagian besar drone modern, seperti produk-produk DJI terbaru, kini termasuk dalam kategori regulasi ketat.
Klasifikasi Drone Mengacu pada Fitur Keselamatan
Pemerintah tak lagi hanya melihat berat drone, namun juga memperhatikan fitur keselamatan perangkat. Meskipun bobot masih menjadi faktor penting, sertifikasi perangkat kini menjadi persyaratan utama. Dengan demikian, drone dengan fitur peningkatan keamanan, seperti rotors terlindungi atau sistem auto-landing, dapat memperoleh perlakuan berbeda. Hal ini juga berimbas pada sertifikasi produk-produk lama yang akan mengalami penyesuaian selama periode transisi.
Pengelompokan baru ini bertujuan memastikan seluruh perangkat udara tak berawak memenuhi standar keamanan publik. CAA memberi waktu adaptasi hingga awal dua tahun ke depan sebelum penegakan aturan penuh terhadap Remote ID, tetapi disarankan bagi seluruh operator melakukan penyesuaian sejak dini.
Langkah Penting: Mengaktifkan Remote ID
Remote ID berfungsi layaknya pelat nomor digital pada drone. Fitur ini membuat drone secara otomatis menyiarkan nomor seri, data posisi secara real-time, serta Operator ID saat terbang di kawasan terbuka. Informasi ini dapat dipantau oleh pihak berwenang sehingga setiap aktivitas drone dapat dilacak identitasnya. Kendati demikian, Remote ID tidak membagikan informasi pribadi atau rekaman video langsung pemilik drone.
Panduan mengaktifkan Remote ID dapat ditemukan di area “My registration” pada situs resmi CAA. Selanjutnya, pemilik drone perlu mengikuti instruksi masing-masing produsen untuk memasukkan Remote ID di pengaturan perangkat, biasanya terletak di menu Security, About, atau langsung di menu Remote ID.
Panduan Ringkas Mengaktifkan Remote ID:
- Buka situs resmi CAA dan login ke akun pendaftaran drone.
- Temukan Remote ID pada bagian “My registration area”.
- Cek manual atau situs produsen drone untuk instruksi spesifik aktivasi Remote ID.
- Masukkan Remote ID ke dalam menu pengaturan drone sesuai petunjuk.
- Simpan pengaturan dan pastikan fitur sudah aktif sebelum penerbangan.
Syarat Terbaru: Wajib Punya Flyer ID
Seluruh pengguna drone dengan bobot 100 gram ke atas kini wajib memiliki Flyer ID. Flyer ID adalah sertifikasi resmi yang hanya bisa didapat setelah lulus tes pengetahuan seputar penggunaan drone secara bertanggung jawab. Menurut informasi CAA, tes Flyer ID dapat diakses secara online tanpa dipungut biaya, berlaku selama 5 tahun sejak diterbitkan. Tes ini memuat 40 pertanyaan, di mana peserta harus menjawab minimal 30 soal dengan benar.
Flyer ID berbeda dengan Operator ID yang hanya diperlukan oleh pengguna drone untuk mendaftarkan perangkat dan harus diperpanjang serta membayar biaya administrasi sebesar £11.79 setiap tahunnya. Sementara Flyer ID bebas biaya dan berlaku lebih lama, sehingga lebih menguntungkan bagi pengguna individu.
Langkah Mendapatkan Flyer ID:
- Kunjungi halaman “Get a Flyer ID” di situs web CAA.
- Klik tombol “Take the test and get a Flyer ID”.
- Siapkan alamat email yang valid untuk proses pendaftaran.
- Ikuti tes online, gunakan panduan resmi “Drone and Model Aircraft Code” jika diperlukan.
- Setelah lulus, Flyer ID akan dikirimkan secara digital dan dapat langsung digunakan.
Tes Flyer ID tidak memiliki batas waktu pengerjaan. Pengguna diperbolehkan membuka sumber referensi resmi saat mengisi soal dan dapat mengulang tanpa batas jika gagal pada percobaan pertama.
Dengan regulasi baru ini, Inggris mengedepankan keamanan, identitas, dan tanggung jawab pengguna drone. Setiap operator diwajibkan memahami aturan, mengaktifkan fitur identifikasi pada perangkat, dan selalu membawa dokumen legal saat menerbangkan drone mereka. Pemerintah berharap, dengan sistem baru yang lebih ketat namun edukatif, kasus pelanggaran bisa ditekan, dan ekosistem drone di Inggris akan berkembang lebih sehat di era digital.





