
Nilai jual kembali Monster Hunter Wilds mengalami penurunan drastis di sejumlah negara, terutama di Jepang, di mana harga bekasnya jatuh hingga 18 yen atau hanya sekitar 11 sen. Game besutan Capcom ini dirilis dengan antusiasme tinggi, namun dalam waktu kurang dari setahun, daya tariknya menurun signifikan di pasar global.
Fenomena penurunan harga ini memicu keprihatinan di kalangan penggiat industri game. Beberapa toko barang bekas di Jepang, seperti Kaitori World, bahkan menawarkan harga pembelian yang sangat rendah untuk versi PlayStation 5. Kondisi ini erat kaitannya dengan lesunya minat pemain serta sejumlah masalah yang ditemukan dalam game.
Faktor Penyebab Harga Anjlok
Kendala performa pada versi PC sempat jadi keluhan utama di komunitas pemain Monster Hunter Wilds. Walaupun Capcom sudah merilis pembaruan Desember yang memperbaiki masalah teknis, ulasan di Steam menunjukkan rating “Mixed”, menunjukkan kepuasan pengguna belum sepenuhnya pulih. Selain itu, sejumlah pemain veteran merasa perubahan gameplay, terutama pada struktur dunia terbuka dan pertarungan yang dianggap terlalu sederhana, turut berkontribusi pada berkurangnya minat.
Presiden Capcom, Haruhiro Tsujimoto, menanggapi isu ini dengan menekankan bahwa pelambatan penjualan di Jepang lebih disebabkan oleh tingginya harga konsol Sony. Struktur harga konsol menjadi penghalang utama bagi sebagian konsumen lokal untuk mengadopsi seri terbaru Monster Hunter.
Daftar Harga Monster Hunter Wilds di Beberapa Negara
- Jepang: Toko barang bekas menawarkan harga jual kembali hanya 18 yen.
- Jepang: Harga bekas termurah di pasaran bisa ditemukan pada kisaran 3 dolar.
- Australia: Salinan baru tersegel ditemukan dijual hanya 19 AUD.
- Amerika Serikat: Harga digital termurah di Steam terpantau pada angka $38, sedangkan versi fisik untuk PS5 dan Xbox dijual dengan harga promo $25 di e-commerce.
Rentang harga ini memperlihatkan betapa tajamnya depresiasi nilai game dalam waktu singkat, khususnya pada pasar dengan basis pemain yang biasanya kuat seperti Jepang.
Dampak Penurunan Pada Pasar Jepang
Dalam konteks Jepang, penurunan drastis ini disebut-sebut sebagai sinyal kurang matangnya strategi pemasaran dan distribusi produk. Monster Hunter Rise, yang dirancang khusus untuk Switch, pernah memecahkan rekor penjualan di Jepang. Dengan basis penggemar yang besar dan pasar konsol portabel yang sangat berkembang, masih banyak harapan yang ditaruh pada port Switch 2 untuk Monster Hunter Wilds.
Mengacu pada laporan Automaton, pemain Jepang kini menantikan konfirmasi lebih lanjut dari Capcom tentang kemungkinan porting ke Switch 2. Melihat keberhasilan Monster Hunter Rise pada platform Nintendo tersebut, ada optimisme bahwa Monster Hunter Wilds bisa berhasil jika diadaptasi ke konsol baru yang ramah mobile dan terjangkau.
Harapan pada Port Monster Hunter Wilds di Switch 2
Kehadiran rumor terkait peluncuran Monster Hunter Wilds di Switch 2 telah menciptakan ekspektasi baru di kalangan komunitas. Berikut adalah beberapa potensi manfaat jika benar terwujud:
- Basis pemain di Jepang bisa mengalami pertumbuhan pesat.
- Harga konsol yang lebih terjangkau memberi peluang adopsi lebih luas pada pasar mobile.
- Keberhasilan Monster Hunter Rise di Switch menjadi indikator kuat tingginya permintaan game Monster Hunter di platform ini.
Meski demikian, beberapa tantangan tetap mengintai. Pengembangan port tanpa perbaikan gameplay dan sistem pertarungan kemungkinan tidak menjawab kritik utama yang banyak disuarakan komunitas.
Langkah Capcom ke Depan
Capcom diharapkan lebih fokus pada preferensi pemain lokal Jepang, khususnya memperhatikan tren konsol dan kebutuhan pasar mobile. Selain itu, upaya untuk memperbaiki elemen gameplay Monster Hunter Wilds menjadi kunci jika ingin memperoleh sukses serupa dengan Monster Hunter Rise.
Meskipun nilai jual kembali Monster Hunter Wilds saat ini sangat rendah, perkembangan adaptasi ke Switch 2 dan potensi perbaikan pada konten game jadi titik terang bagi penggemar dan calon pemain. Perubahan strategi distribusi dan inovasi dalam pengalaman bermain diharapkan bisa membalikkan tren penurunan ini di masa depan.




