
Masahiro Sakurai, kreator Super Smash Bros. dan Kirby, baru-baru ini mengungkapkan pandangan yang jujur mengenai tantangan dalam pengembangan gim AAA dengan tim dalam skala besar. Banyak pengembang kini penasaran dengan pendapat Sakurai yang mengindikasikan bahwa proses yang melibatkan ratusan orang dapat menimbulkan frustrasi tersendiri bagi individu di balik layar.
Ia menyebut kontribusi pengembang individu seringkali tertutupi dalam tim besar, sehingga rasa pencapaian pribadi menjadi jauh lebih sulit dirasakan. Sakurai berpendapat, kepuasan saat melihat hasil kerja keras secara langsung justru makin pudar jika pekerjaan dilakukan bersama kerumunan besar.
Dinamika Pengembangan Game Dulu dan Sekarang
Sakurai telah lama berkecimpung di industri sejak awal 90-an, ketika pengembangan game umumnya melibatkan tim kecil. Ia mengambil contoh Kirby’s Dream Land, proyek awalnya yang hanya melibatkan 14 orang saja. Bandingkan dengan Kirby and the Forgotten Land, di mana bagian kredit akhir mencantumkan ratusan nama pengembang.
Menurut Sakurai, saat seorang pixel artist menyelesaikan karya secara mandiri, hasil dan prosesnya jelas terlihat. Berbeda jika dirinya harus mengatur tim besar, proses diskusi serta penyatuan visi bisa jadi memakan waktu lebih lama dan menimbulkan kebingungan mengenai arah kerja.
Permasalahan yang Dihasilkan Tim Besar
- Rasa lebih sulit mencapai kepuasan individu akibat hasil kerja tidak selalu terlihat jelas.
- Komunikasi antar bagian menjadi rumit, terutama saat menentukan detail spesifik seperti gaya visual pixel art.
- Proses penyatuan visi kreatif seluruh anggota tim bisa menghambat efisiensi dan inovasi.
Sakurai menyatakan, “Semakin besar tim yang terlibat, semakin sulit merasakan pencapaian pribadi. Sifat pekerjaan pun ikut berubah,” ujarnya dalam wawancara dengan 47NEWS.
Lonjakan Ukuran Tim dalam Proyek AAA
Ukuran tim pengembang pada proyek-proyek gim dewasa ini memang bertambah dengan cepat ke ratusan orang. Hampir seluruh judul AAA kini membutuhkan sumber daya manusia yang banyak, seiring permintaan akan visual canggih, kualitas naratif, serta gameplay yang luas dan mendalam.
Perubahan drastis ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga sistem kerja. Sakurai menilai, kepuasan dan peran masing-masing anggota dalam tim besar terkadang tumpang tindih, membuat motivasi individu menurun.
Dampak Terhadap Masa Depan Industri
Sakurai pun mengakui, tren pengembangan gim AAA berskala jumbo tampaknya tidak berkelanjutan. Keterbatasan waktu dan sumber daya dikhawatirkan membuat proyek besar sulit terjaga efisiensinya dalam jangka panjang.
Beberapa waktu lalu, Sakurai bahkan menyebut masa depan pengembangan game mungkin tampak “gelap” jika pola seperti ini terus berlanjut. Ia menyinggung penggunaan teknologi Generative AI sebagai salah satu solusi potensial untuk menjaga keberlangsungan pengembangan gim berskala besar agar tetap efisien dan terjangkau.
Perubahan Pola Kerja dan Inovasi
Transformasi dalam pengembangan gim membawa beberapa tantangan dan peluang baru. Faktor utama yang harus diperhatikan para pengembang antara lain:
- Menjaga moral dan motivasi personal anggota di tengah proses kerja kolaboratif.
- Mengadaptasi proses komunikasi agar setiap kontribusi tetap diakui dan dihargai.
- Mengadopsi teknologi yang dapat mendukung efisiensi proyek, seperti otomatisasi dan AI.
- Meningkatkan transparansi peran individu dalam proyek besar melalui pembagian tugas yang jelas.
Model tim kerja kecil, seperti yang pernah dialami Sakurai di masa awal, masih dianggap efektif untuk memastikan kreativitas lebih tersalurkan. Namun, tuntutan konsumen modern memaksa industri untuk beradaptasi dan terus mencari keseimbangan antara skala dan inovasi.
Tantangan ini mengingatkan seluruh pelaku industri bahwa kualitas dan kepuasan kerja bagi pengembang sama pentingnya dengan inovasi dan output yang dihasilkan. Sakurai menegaskan pentingnya menjaga spirit kreatif dan penghargaan atas peran individu di tengah tuntutan industri yang semakin kompleks.





