Qualcomm kembali mengguncang pasar laptop dengan kehadiran Snapdragon X2 Plus, prosesor berbasis ARM yang secara agresif membidik dominasi Intel di segmen laptop Windows kelas menengah hingga atas. Chip baru ini disebut sebagai ancaman serius bagi posisi Intel, bukan sekadar karena performa tinggi, namun juga efisiensi daya dan keunggulan AI yang dijanjikan.
Perubahan lanskap industri komputer kian terasa sejak Snapdragon X mulai diadopsi oleh para produsen besar. Kini, Snapdragon X2 Plus hadir dengan target utama di segmen harga $799–$1.299, sebuah rentang yang menjadi favorit pengguna umum dan bisnis.
Spesifikasi Utama Snapdragon X2 Plus
Snapdragon X2 Plus ditawarkan dalam dua varian, yakni 10-core dan 6-core. Keduanya mengusung proses manufaktur 3nm, arsitektur Oryon CPU, GPU Adreno X2‑45, serta NPU Hexagon 80 TOPS yang juga digunakan pada versi Elite. Komponen-komponen ini biasanya dijumpai pada produk flagship, namun Qualcomm menghadirkannya pada produk mainstream.
Varian 10-core menargetkan ultrabook premium dan perangkat bisnis dengan kecepatan hingga 4,0GHz serta cache 34MB. Sementara 6-core lebih ekonomis dengan spesifikasi GPU dan cache yang sedikit diturunkan. Keduanya mendukung memori hingga 128GB LPDDR5x serta bandwidth 152GB/s—fitur penting agar perangkat tetap tangguh menjalankan beban AI terkini.
Performa yang Mengungguli Kompetitor
Hasil pengujian awal memperlihatkan Snapdragon X2 Plus mampu mencatat peningkatan performa single-core hingga 35% dan multi-core 17% dibanding generasi sebelumnya. Data Geekbench 6.5 pada model 10-core menunjukkan bahwa X2 Plus mengungguli Intel Core Ultra 7 265U dan 256V pada level konsumsi daya yang sama, bahkan dengan selisih performa signifikan. Iso-power comparison dari Qualcomm menyatakan X2 Plus mampu mencapai hingga 3,5 kali performa CPU Intel Ultra 7 265U dan hingga 52% lebih cepat multi-core dibanding Ultra 7 256V, padahal chip Intel membutuhkan daya 4–4,6 kali lebih besar untuk mencapai puncak performanya.
Daftar ringkas perbandingan performa:
- Single-core Geekbench: X2 Plus tertinggi di kelasnya.
- Multi-core Geekbench: X2 Plus melampaui Intel Ultra 7 256V.
- Konsumsi daya: Jauh lebih efisien dibanding kompetitor dari Intel.
Meskipun Intel tengah bersiap merilis Core Ultra 3 “Panther Lake” yang digadang-gadang membawa lompatan pada efisiensi, grafis, dan AI, Snapdragon X2 Plus tetap unggul dalam performa konsisten pada mode baterai maupun dalam desain tipis tanpa masalah panas berlebih atau pengurangan performa mendadak.
Keunggulan AI dan NPU
Bagian terdepan dalam persaingan prosesor masa kini adalah AI. Snapdragon X2 Plus dibekali NPU dengan rating 80 TOPS. Hasil benchmark UL Procyon AI Computer Vision menunjukkan skor 4193, lebih dari dua kali Intel Core Ultra 7 256V, dan enam kali Ultra 7 265U. Pada Geekbench AI, hasilnya juga menonjol dengan skor 83.624, jauh di atas Intel dengan 48.041 dan 13.615.
Berikut data singkat hasil benchmark NPU:
- Snapdragon X2 Plus: 80 TOPS, Geekbench AI 83.624
- Intel Core Ultra 7 256V: Geekbench AI 48.041
- Intel Core Ultra 7 265U: Geekbench AI 13.615
Walaupun Panther Lake mendatang diprediksi membawa NPU sekitar 50 TOPS, Qualcomm masih memimpin secara performa kasar, efisiensi daya, dan pengalaman real-world untuk beban kerja AI perangkat.
Efisiensi Daya dan Pengalaman Sehari-hari
Qualcomm menjanjikan masa pakai baterai multi-hari dengan penggunaan daya hingga 43% lebih rendah dari generasi sebelumnya. Pengujian live di New York memperlihatkan perangkat referensi X2 Plus tetap dingin, tenang, dan stabil bahkan saat bekerja di bawah beban tinggi—tanpa suara kipas berlebihan atau penurunan performa.
Dalam kondisi industri yang kini menghadapi tantangan harga DRAM LPDDR5x yang melambung akibat ledakan permintaan AI dan data center, efisiensi Snapdragon X2 Plus menjadi solusi bagi produsen laptop yang ingin menghadirkan perangkat tipis tanpa mengorbankan performa atau memerlukan pendinginan ekstra.
Manfaat Nyata dan Inovasi untuk Segmen Mainstream
Snapdragon X2 Plus menghadirkan fitur-fitur enterprise seperti Snapdragon Guardian, termasuk out-of-band update, lock-and-wipe, serta device tracking, yang sebelumnya identik dengan solusi Intel vPro. Ini membuka jalan bagi adopsi Arm di lingkungan bisnis dan pendidikan.
Dalam hal harga, X2 Plus berpotensi menjadi pilihan favorit karena menawarkan performa mendekati flagship dengan biaya lebih terjangkau.
Beberapa Potensi Kendala dan Catatan Kritis
Meskipun Windows on Arm kini telah jauh berkembang, beberapa aplikasi lama atau workflow kreatif berbasis GPU berat masih memiliki kompatibilitas terbatas. Dukungan gim terus meningkat, namun masalah seperti anti-cheat pada beberapa judul masih jadi tantangan. Versi 6-core dengan GPU lebih pelan juga berisiko membingungkan konsumen jika OEM tidak memberikan edukasi spesifikasi yang jelas.
Fakta lain, naiknya harga dan keterbatasan pasokan LPDDR5x dapat membuat sebagian perangkat X2 Plus lebih mahal dari perkiraan, walau kondisi ini juga berdampak pada Intel dan AMD.
Ketersediaan dan Prospek Pasar
Snapdragon X2 Plus dijadwalkan hadir di laptop komersial dan konsumen pada paruh pertama tahun depan, dengan pengumuman kolaborasi dari produsen besar seperti HP, Lenovo, hingga ASUS. Varian form factor yang muncul antara lain laptop tipis, 2-in-1, ultrabook bisnis, hingga desain tanpa kipas.
Ekosistem Snapdragon kini semakin lengkap dengan X2 Elite Extreme di kelas atas, Elite untuk premium, dan X2 Plus untuk pasar arus utama. Dengan masuknya Panther Lake dari Intel dan Ryzen AI generasi baru dari AMD, tahun depan diprediksi menjadi tahun paling kompetitif untuk laptop Windows dalam satu dekade terakhir.
Snapdragon X2 Plus bukan lagi sekadar penantang, namun pemain utama yang akan memaksa seluruh industri untuk menghadirkan inovasi terbaiknya di sektor perangkat Windows. Keberhasilannya tidak hanya akan diuji oleh performa, tapi juga realisasi harga, ketersediaan, serta dukungan penuh baik dari sistem operasi maupun produsen perangkat keras global.
