Teleskop Hubble Temukan Jenis Objek Langit Baru yang Mengubah Pemahaman Astronomi

Teleskop Hubble baru-baru ini mengungkap keberadaan objek langit yang benar-benar berbeda dari apa yang selama ini diketahui para ilmuwan. Objek yang dinamakan Cloud-9 ini semula diduga sebagai galaksi samar, namun ternyata bukan tempat pembentukan bintang seperti teori standar tata surya. Penemuan ini menambah wawasan baru terkait eksistensi materi gelap serta proses evolusi awal alam semesta.

Langkah observasi Cloud-9 berawal dari deteksi awal oleh Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (FAST) dalam survei radio tiga tahun lalu. Para astronom mendeteksi keberadaan gas, tetapi tanpa tanda-tanda bintang di dalamnya. Pada saat itu, asumsi utama menyatakan kurangnya sensitivitas instrumen menjadi alasan mengapa tidak terdeteksi adanya bintang.

Analisis Hubble Membuktikan Keberadaan Cloud-9

Observasi lanjutan menggunakan instrumen Very Large Array (VLA) kembali menangkap data radio dari Cloud-9 dan mempertegas karakteristik objek tersebut. Untuk mendapatkan data visual lebih detail, Advanced Camera for Surveys milik Hubble diterjunkan guna mengamati keseluruhan struktur cloud. Hasilnya, tidak terdapat satu pun bintang yang muncul dari seluruh wilayah Cloud-9.

Gagandeep Anand dari Space Telescope Science Institute (STScI) menjelaskan, “Sebelum memakai Hubble, masih memungkinkan jika Cloud-9 adalah galaksi katai samar, namun fakta terbaru benar-benar menghapus kemungkinan tersebut.” Temuan ini diakui sebagai kejutan, sebab eksistensi struktur tanpa bintang tetapi kaya materi gelap, hanya sebatas teori selama puluhan tahun.

Fakta Unik dan Signifikansi Ilmiah Cloud-9

Para astronom merujuk Cloud-9 sebagai RELHIC atau Reionization-Limited H I Cloud. Objek ini merupakan awan gas hidrogen netral yang diyakini sebagai “fosil” sisa-sisa era awal pembentukan galaksi. RELHIC dianggap sebagai contoh nyata “galaksi yang gagal”, yaitu awan yang tidak pernah berhasil membentuk bintang karena massanya tidak mencukupi agar mengalami runtuh gravitasi dan memicu reaksi nuklir.

Penemuan Cloud-9 menjadi titik penting dalam studi materi gelap dan evolusi kosmik. Beberapa fakta krusial dari Cloud-9 menurut publikasi di Astrophysical Journal Letters:

  1. Tidak ditemukan bintang, baik melalui pengamatan radio maupun kamera optik.
  2. Memiliki kandungan hidrogen netral jumlah besar tanpa radiasi cahaya.
  3. Menjadi kandidat pertama objek RELHIC teramati langsung, setelah sebelumnya hanya diprediksi melalui simulasi kosmologis.
  4. Menunjukkan kemungkinan masih banyak objek serupa tersebar di alam semesta.

Dampak Terhadap Teori Kosmologi

RELHIC seperti Cloud-9 mendukung teori bahwa pada awal pembentukan alam semesta, banyak gas tidak pernah berhasil membentuk galaksi karena terlalu sedikit massa. Objek semacam ini juga memberi peluang mempelajari karakteristik materi gelap, sebab secara teoritis, awan gas yang tidak membentuk bintang berarti materi gelap mendominasi struktur.

Penelitian Cloud-9 membuka diskusi baru tentang apa yang membentuk galaksi, bagaimana evolusi struktur besar alam semesta berjalan, serta apa peran materi gelap di dalamnya. Langkah-langkah penelitian berikutnya kemungkinan akan menargetkan pencarian RELHIC lain di berbagai wilayah langit untuk mendapatkan gambaran statistik dan perilaku umum objek tersebut.

Sumber utama temuan Cloud-9 mencantumkan kolaborasi antara NASA, European Space Agency (ESA), serta institusi penelitian dari berbagai negara. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya kerjasama lintas negara dan teknologi untuk menjawab pertanyaan fundamental terkait asal-usul dan struktur jagat raya.

Astronom kini antusias mencari objek serupa sebagai kunci untuk menguak lebih jauh misteri materi gelap dan sejarah pembentukan galaksi. Observasi lanjutan diharapkan mampu membangun peta awan RELHIC yang lebih lengkap dan memperkuat model kosmologi modern.

Berita Terkait

Back to top button