PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memberikan bantuan berupa seragam baru untuk para porter pelabuhan sebagai bentuk dukungan terhadap peran vital mereka dalam layanan penumpang. Sebanyak 3.612 seragam didistribusikan ke porter di empat regional pelabuhan di Indonesia yang berbeda-beda.
Porter berfungsi sebagai petugas yang berinteraksi langsung dengan penumpang, khususnya dalam membantu mengangkut barang bawaan. Penataan layanan porter menjadi fokus penting karena kejelasan identitas mereka meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi penumpang. Dengan mengenakan seragam resmi, penumpang bisa lebih mudah mengenali porter yang bertugas di terminal.
Distribusi Seragam untuk Porter di Empat Regional Pelindo
Seragam diberikan kepada porter yang tersebar di beberapa wilayah pelabuhan utama Indonesia berikut:
- Regional 1: Meliputi Belawan, Tanjung Pinang (Terminal Penumpang Sri Bintan Pura dan Kijang), serta Tanjung Balai Karimun dengan 239 porter.
- Regional 2: Mencakup Tanjung Priok, Pontianak, Tanjung Pandan, dan Pangkal Balang dengan 350 porter.
- Regional 3: Meliputi Tanjung Perak, Tanjung Emas, Trisakti, Tenau Kupang, Benoa, dan Lembar/Gilimas sebanyak 837 porter.
- Regional 4: Wilayah Makassar, Balikpapan, Jayapura, Manado, Bitung, Sorong, Nunukan, dan Parepare sebagai regional dengan jumlah porter terbanyak, mencapai 2.186 orang.
Menurut Ali Sodikin, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, penggunaan seragam merupakan langkah strategis dalam peningkatan kualitas layanan di terminal penumpang. Identitas porter yang jelas dengan seragam resmi mampu membangun kepercayaan dan kenyamanan pengguna jasa, terutama bagi mereka yang membawa barang dalam jumlah banyak.
Program pembagian seragam ini menjadi bagian dari inisiatif Quick Win Pelindo yang bertujuan memperbaiki pelayanan dan menghadirkan lingkungan terminal yang lebih tertib dan profesional. Pelindo berharap dengan adanya seragam tersebut, seluruh pengalaman perjalanan penumpang, terutama saat masa kepadatan seperti libur Nataru (Natal dan Tahun Baru), dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Pengenalan seragam ini bukan semata soal penampilan, melainkan menjadi simbol transformasi pelayanan pelabuhan yang mengedepankan profesionalitas dan orientasi kepada kepuasan pengguna jasa. Dengan langkah ini, porter diposisikan sebagai ujung tombak pelayanan yang memiliki identitas resmi dan diakui di lingkungan pelabuhan.





