Mengubah TV menjadi PC Linux ternyata dapat dilakukan dengan cara sederhana serta biaya relatif murah. Solusi ini memanfaatkan single-board computer seperti Raspberry Pi, yang umumnya digunakan untuk proyek khusus seperti emulasi gim retro, server NAS, atau automasi rumah. Namun, kini Raspberry Pi juga dapat diandalkan menjadi komputer desktop yang terhubung langsung ke TV, menjadikannya perangkat multifungsi yang praktis.
Konsep memasang komputer permanen pada TV didorong oleh kebutuhan akan fleksibilitas ruang kerja di rumah. Banyak orang yang sudah mengalokasikan satu area khusus sebagai kantor atau ruang produktivitas. Namun, ketika ingin bekerja sembari bersosialisasi dengan keluarga, penggunaan TV ruang keluarga sebagai monitor PC bisa menjadi solusi efektif. Cukup menyiapkan meja kecil di sekitar ruang keluarga dan menghubungkan mouse serta keyboard wireless, TV langsung berubah fungsi menjadi desktop dengan layar besar.
Manfaat TV sebagai Desktop PC Berbasis Linux
Tren menghubungkan komputer ke TV mulai banyak diadopsi, terutama berkat performa Raspberry Pi 5 yang kini lebih mumpuni. Raspberry Pi 5 menawarkan peningkatan signifikan dalam hal performa CPU dan GPU. Memakai Pi 5 varian 8GB dengan harga sekitar $90, serta pendingin aktif seharga $10, seluruh sistem PC Linux dapat diwujudkan dengan bujet $100. Hal ini jadi sangat relevan untuk kebutuhan komputasi ringan seperti browsing internet, menulis, atau menghadiri meeting daring.
Integrasi perangkat dilakukan dengan langkah yang mudah:
- Siapkan unit Raspberry Pi 5.
- Pasang dalam casing khusus yang ventilatif, misalnya Snap-fit Case KAKI.3D.
- Tambahkan pendingin aktif agar performa tetap optimal tanpa overheating.
- Instalasi Linux khusus Raspberry Pi pada kartu SD 64GB.
- Pairing perangkat mouse dan keyboard via bluetooth.
- Sambungkan ke port HDMI pada TV, lalu pilih input yang sesuai.
Proses ini membuat PC berbasis Linux siap digunakan kapan saja, hanya dengan beralih input di remote TV. Pengguna bisa membuka dua jendela browser berdampingan dengan beberapa tab, tanpa kendala berarti pada resolusi 1080p hingga 120Hz.
Tantangan: Performa Desktop 4K
Walau Raspberry Pi 5 sudah layak dipakai untuk produktivitas tingkat dasar, terdapat kendala untuk penggunaan display native 4K pada 60Hz. Masalah berupa stutter dan lag pada navigasi desktop, bahkan tanpa aplikasi yang berjalan. Hal ini belum ditemukan solusi pastinya, namun kapasitas memori 8GB dinilai mencukupi untuk aktivitas ringan menengah. Solusi sementara, menggunakan resolusi 1440p terbukti dapat menyeimbangkan kebutuhan ruang layar dengan performa sistem.
Keunggulan Lain dan Potensi Pengembangan
Menjadikan Raspberry Pi sebagai perangkat permanen pada TV juga menawarkan fleksibilitas luar biasa. Misalnya, ingin mengubah fungsinya menjadi media center cukup mengganti SD card dengan sistem seperti LibreElec. Untuk hiburan, bisa juga menjalankan emulator gim retro menggunakan RetroPie atau aplikasi lain seperti DOSBox.
Dengan langkah sederhana ini, total investasi untuk upgrade TV menjadi komputer Linux hanya memerlukan sekitar $100. Selain itu, skenario penggunaan Rasberry Pi pada TV membuatnya selalu siap digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari pekerjaan ringan, hiburan, hingga eksperimen perangkat keras lain tanpa perlu bongkar pasang kabel.
Beberapa keunggulan solusi Raspberry Pi sebagai PC Desktop di TV:
- Biaya ekonomis, solusi hemat dibandingkan membeli PC baru.
- Mudah dipasang dan bisa dipindahkan sesuai kebutuhan ruang.
- Cocok untuk multitasking ringan seperti browsing dan pengolahan dokumen.
- Dapat diubah fungsinya sebagai media server, emulator gim retro, hingga server rumah.
- Ramah untuk perangkat TV modern yang telah memiliki resolusi tinggi dan refresh rate besar.
Solusi ini membuktikan bahwa perangkat dengan harga terjangkau bisa dioptimalkan untuk meningkatkan fungsi TV secara signifikan. Banyak pengguna melaporkan efisiensi serta kemudahan akses saat memanfaatkan Raspberry Pi sebagai komputer rumah, menjadikannya salah satu investasi upgrade terbaik untuk TV masa kini. Pengembangan ke depannya masih memungkinkan, seiring peningkatan perangkat keras serta optimalisasi perangkat lunak berbasis Linux untuk single-board computer seperti Raspberry Pi.





