
Dominasi Steam sebagai platform distribusi game digital telah mencapai tingkat baru. Jumlah pengguna yang online secara bersamaan telah menembus angka 42 juta, menjadi rekor tertinggi sejak platform ini didirikan. Pencapaian kinerja finansial pun terus meningkat, dengan pendapatan yang tercatat melebihi $1,6 miliar dalam satu bulan akhir tahun lalu.
Meski angka-angka ini mengesankan, pemilik baru GOG, Michał Kiciński, menyampaikan pandangan berbeda soal penyebab dominasi pasar oleh Steam. Menurutnya, Steam bukan unggul karena kualitas game yang ditawarkan. Keberhasilan platform ini didorong oleh kemudahan penggunaan yang dirasakan para gamer.
Pandangan Kiciński tentang Dominasi Steam
Michał Kiciński, yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri CD Projekt Red, mengakuisisi GOG pada Desember lalu. Ia menyoroti perbedaan pendekatan antara GOG dan Steam. Bagi Kiciński, kenyamanan dan antarmuka pengguna menjadi alasan utama mengapa banyak gamer memilih Steam dibanding platform lain.
Kiciński mengatakan, “Steam menang karena mudah digunakan. Di aspek ini, banyak hal bisa dikembangkan di GOG tanpa harus kehilangan nilai inti dan cara platform ini beroperasi.” Dengan pangsa pasar Steam yang mencapai 80%, banyak pelaku industri melihat posisi mereka sulit digoyahkan. Namun Kiciński justru menganggap dominasi ekstrem tersebut sebagai peluang.
Tantangan dan Peluang di Industri Platform Game
Kiciński menyadari upaya keras kompetitor seperti Epic Games dalam menantang dominasi Steam. Walaupun berbagai strategi dan investasi besar telah dilakukan, posisi Steam terbilang tak tergantikan. Namun, besarnya pangsa pasar justru membuat Steam berisiko kehilangan kendali dalam mempertahankannya.
Menurut Kiciński, memiliki satu pesaing utama justru bisa menjadi celah, “Ada peluang lebih besar ketika hanya satu kompetitor besar. Akan sulit bagi mereka untuk mempertahankan pasar karena sudah terlalu mendominasi. Artinya, untuk merebut bagian pasar bisa jadi lebih mudah daripada yang dibayangkan.”
Kritik Kiciński Terhadap Kualitas Konten di Steam
Salah satu kritik yang ditekankan Kiciński adalah kebijakan perilisan konten di Steam. Setiap hari, ratusan judul game baru diluncurkan di platform tersebut. Namun sebagian besar dinilainya tidak memiliki kualitas yang cukup tinggi untuk masuk ke pasar yang sehat dan menarik bagi gamer sejati.
Kiciński menyoroti pendekatan kurasi GOG yang lebih selektif, “GOG adalah platform yang sangat terkurasi. Ini adalah kekuatan kami: kami tidak merilis ratusan game per hari, 95% di antaranya bahkan tidak memiliki kualitas tinggi.” Dengan menjaga seleksi ketat, GOG berharap menarik segmen gamer yang mencari pengalaman serta koleksi game istimewa daripada sekadar kuantitas.
Fokus GOG: Bukan Penantang Utama, Tapi Alternatif Berbeda
Dalam membangun GOG, Kiciński menegaskan tujuan mereka bukan untuk berhadapan secara langsung dengan Steam. Ia menggambarkan pendekatan tersebut sebagai upaya membangun identitas dan nilai unik daripada “bergulat melawan raksasa industri”.
Strategi GOG ke depan lebih menekankan pada selektivitas judul, pengalaman pengguna yang mudah, serta memberi ruang bagi game dengan kualitas dan nilai historis. Pendekatan ini diharapkan mampu membedakan GOG di tengah pasar yang semakin mudah diakses namun rentan terhadap banjir konten berkualitas rendah.
Perbandingan Steam dan GOG Secara Fitur Utama
-
Steam
- Pangsa pasar sekitar 80%
- Ratusan game baru dirilis setiap hari
- Fokus pada kemudahan penggunaan
- Pendapatan bulanan tertinggi melebihi $1,6 miliar
- GOG
- Platform dengan kurasi ketat
- Fokus pada kualitas dan pengalaman permainan
- Seleksi ketat untuk game baru
- Prioritas pada keaslian dan nilai historis game
Kedua platform menawarkan ekosistem berbeda bagi gamer dan pengembang. Meski Steam masih memimpin dengan basis pengguna sangat besar, peluang tetap terbuka bagi platform alternatif yang mampu menawarkan nilai tambah dan pengalaman lebih personal.
Dalam peta persaingan distribusi digital, pendekatan GOG sebagai platform terkurasi dapat menjadi daya tarik tersendiri. Segmen penggemar game PC yang menginginkan pengalaman bermain bebas DRM dan koleksi game pilihan kemungkinan semakin melirik GOG sebagai rumah baru bagi hobi mereka. Diskursus soal kualitas dan kemudahan akses pun diprediksi tetap jadi topik hangat di industri game digital.




