Memanfaatkan disket untuk hal baru menjadi tren di kalangan pengembang perangkat lunak. Salah satu proyek yang baru-baru ini menarik perhatian berkaitan dengan bagaimana disket tua bisa diubah menjadi media seni unik. Seorang developer menggunakan tool bernama pbm2track untuk menciptakan karya seni piksel hitam-putih yang tersembunyi langsung di permukaan magnetik disket.
Pada dasarnya, pbm2track memanfaatkan diagram waktu track dari disket lawas agar dapat "melukis" gambar piksel di level magnetik. Diagram waktu track biasanya digunakan untuk mendeteksi kesalahan dalam pembacaan data di disket. Namun, tool ini secara cerdik memanipulasi penempatan pulsa magnetik sehingga membentuk gambar yang bisa dilihat pada diagram tersebut.
Cara Kerja pbm2track dalam Mengubah Disket Menjadi Kanvas Rahasia
Disket berfungsi menyimpan data lewat pembalikan magnetik kecil yang hanya dapat dibaca oleh kepala drive. Diagram waktu track sebenarnya adalah visualisasi pulsa elektrik hasil deteksi pembacaan tersebut, disusun melingkar sejalan dengan putaran disket.
Tool pbm2track mengolah portable bitmap (pbm) – yaitu citra hitam-putih sederhana – dan menerjemahkan setiap titiknya ke dalam pola magnetik. Dengan memanipulasi waktu (timing) antara setiap pulsa, tool ini menghasilkan deretan "fluxcels" yang, jika divisualisasikan di diagram waktu, membentuk gambar piksel yang sudah diatur. Ini berarti, seni yang tersembunyi terbaca hanya lewat alat khusus atau perangkat lunak yang bisa menampilkan track timing diagram.
Langkah-langkah Membuat Seni Magnetik via pbm2track
Berikut tahapan utama dalam proses menggunakan pbm2track untuk "melukis" di disket:
- Siapkan gambar hitam-putih sederhana dalam format pbm.
- Jalankan pbm2track untuk membaca gambar dan mengubahnya jadi pulsa waktu magnetik.
- Tulis hasil pulsa ke disket, biasanya menggunakan kontroler open-source seperti GreazeWeazle.
- Visualisasikan hasilnya pada track timing diagram untuk melihat hasil karya.
Proses ini lebih banyak bersifat eksperimental. Pengembangnya, dbalsom, menyarankan menggunakan perangkat keras khusus karena tidak semua floppy drive bisa menulis data magnetik "mentah" secara presisi. Bahkan dengan perangkat yang sudah kompatibel pun, terkadang hasil akhirnya belum sempurna, seperti muncul efek "smear" akibat keterbatasan hardware.
Kontroversi dan Nilai Seni di Era Digital
Pendekatan ini tidak memiliki nilai guna praktis selain untuk hiburan dan eksperimen teknis. Disket zaman sekarang lebih banyak dianggap barang antik karena kapasitas simpannya sangat terbatas, yaitu sekitar 1,44 MB untuk disket 3.5 inci. Banyak yang menilai, menyimpan gambar digital lebih mudah cukup dengan meng-copy file ke disket. Namun, apa yang dilakukan oleh pbm2track jelas menawarkan pengalaman baru dalam melihat data digital: menjadikannya seni tersembunyi.
Eksperimen ini menyorot fenomena upcycle perangkat lawas yang cenderung hanya menjadi limbah elektronik. Ketika perangkat seperti disket sudah tak lagi relevan untuk kebutuhan penyimpanan, pendekatan seni digital seperti ini dapat memberi makna baru pada media usang.
Rekomendasi untuk Pengguna Teknologi Lawas
Sebelum mencoba, pengguna harus memastikan perangkat keras mereka mendukung penulisan data magnetik mentah ke disket. Jika tidak ingin mengambil risiko merusak disket, pbm2track juga bisa digunakan secara virtual untuk menciptakan diagram waktu track tanpa menulis ke perangkat fisik.
Bagi penggemar retrocomputing dan seni digital, proyek ini menunjukkan betapa data bisa hadir bukan hanya sebagai informasi, tapi sebagai karya visual yang tersembunyi di ruang yang sebelumnya hanya dimaksudkan untuk menyimpan file. Developer seperti dbalsom menunjukkan bahwa inovasi kreatif mampu menghidupkan kembali perangkat lama dengan sentuhan seni dan teknologi yang tak terduga.





