
Perdebatan publik mengenai dugaan plagiarisme desain karakter di ranah industri game kembali mencuat. Kali ini, CI Games selaku pengembang Lords of the Fallen 2 membantah keras tudingan meniru karakter Wylder dari Elden Ring: Nightreign.
Isu ini bermula ketika desain musuh baru dari Lords of the Fallen 2, Menaslide Goddess Soldier, dirilis ke publik. Para penggemar Elden Ring langsung membandingkan sosok tersebut dengan karakter Wylder yang diumumkan sebagai bagian dari ekspansi Nightreign dari FromSoftware.
Akar Kontroversi Desain Karakter
Dalam ilustrasi yang dibagikan, karakter Menaslide Soldier tampil dengan armor biru, kain aksen, serta senjata greatsword bergerigi. Visual tersebut memicu spekulasi di jagat maya karena dinilai sangat mirip dengan Wylder dari Nightreign, terutama dari aspek armor, postur, hingga warna dominan.
Beberapa gamer bahkan menilai kemiripan tersebut makin kuat dengan kemunculan skin opsional Artorias di Nightreign, yang memiliki basis desain serupa. Namun, adakah bukti bahwa CI Games meniru desain lawas milik FromSoftware?
Pernyataan Resmi dari CI Games
Menanggapi tuduhan, CEO CI Games, Marek Tyminski menyampaikan klarifikasi terbuka. Tyminski menunjukkan bukti berupa log komunikasi internal perusahaan di Slack yang mengindikasikan desain Menaslide Soldier telah rampung sejak Juli. “Kami punya bukti bahwa tuduhan plagiarisme kemarin 100% salah,” terang Tyminski dalam rilis resmi.
Pada chat internal tersebut, seorang artist membagikan render awal karakter dengan nama “HallowedBro”, sebelum akhirnya namanya berubah menjadi Menaslide Soldier. Desain armor telah difinalisasi pada 14 Juli, jauh sebelum Nightreign diumumkan ke publik. Bahkan, model 3D karakter dipastikan telah diimpor ke dalam build Lords of the Fallen 2 pada 23 Oktober.
Tyminski menegaskan, “Linimasa waktunya sangat jelas.” Hal ini, menurutnya, membantah segala klaim plagiarisme. Ia juga menyatakan bahwa elemen visual bertema fantasy abad pertengahan memang rawan memiliki kemiripan secara tidak sengaja.
Tanggapan atas Tuduhan Plagiarisme
CEO CI Games menambahkan, “Persilangan visual di desain fantasy medieval memang mungkin terjadi. Kami sangat menghormati FromSoftware, tetapi tidak pernah meniru studio lain. Desain armor kami sebelumnya sudah diakui, dan kami punya keyakinan penuh pada keaslian karya tim artist kami.”
Respons ini bertujuan memberikan kejelasan ke komunitas. CI Games juga mengajak publik untuk menilai proses kreatif secara obyektif, bukan terjebak pada kemiripan visual semata.
Data Penting Mengenai Proses Produksi
Berikut beberapa data penting seputar linimasa desain Menaslide Soldier dari CI Games:
- Render awal karakter dengan nama “HallowedBro” sudah dipublikasi internal sejak Juli.
- Desain akhir armor diselesaikan pada 14 Juli.
- Model karakter diimpor ke engine game pada 23 Oktober.
- Elden Ring: Nightreign diumumkan beberapa bulan setelah desain ini rampung.
Berdasarkan data kronologis di atas, tidak ditemukan bukti langsung CI Games menyalin atau meniru karya milik FromSoftware.
Dinamika Tren Desain Fantasy pada Game Action RPG
Genre action RPG memang sering menggunakan tema dan estetika fantasy medieval yang mengakar. Penggunaan warna biru, armor berat, dan senjata besar menjadi ciri khas yang kerap muncul di banyak judul, baik buatan Barat maupun Jepang.
Karakter knight atau prajurit suci selalu ditampilkan sebagai simbol kekuatan dan misteri di dunia fiksi. Tidak jarang, inspirasi atas desain visual diambil dari literatur lama maupun sejarah Eropa.
Respons Komunitas dan Isu Kebaruan Desain
Perdebatan antara orisinalitas dan referensi terjadi hampir tiap kali muncul karya baru dari genre populer. Beberapa pengguna media sosial masih skeptis, namun diskusi hangat ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dalam proses kreatif di industri game.
CI Games menyatakan siap melanjutkan produksi Lords of the Fallen 2 dengan tetap konsisten menjunjung integritas artistik. Mereka memastikan bahwa setiap karya yang dihadirkan bersifat orisinal, meski terinspirasi dari tema umum dalam sejarah fantasy.
Topik soal plagiarisme desain karakter diperkirakan masih akan menjadi isu penting. Akan tetapi, data dan transparansi menjadi faktor utama untuk menentukan validitas tuduhan tersebut di industri game yang sangat kompetitif.




