Motorola bersiap memasuki segmen smartphone lipat dengan model baru berjenis foldable buku. Bocoran materi internal menunjukkan perangkat bernama Motorola Razr Fold yang akan mengusung desain lipat horizontal menyerupai Samsung Galaxy Z Fold.
Selama ini, Motorola memang dikenal lewat seri Razr yang mengadopsi konsep clamshell atau lipat vertikal. Namun, Razr Fold akan menjadi foldable pertama mereka berformat seperti buku. Ini menandai momen penting bagi Motorola untuk memperluas portofolio di kelas smartphone lipat premium.
Desain dan Teknologi Unggulan Razr Fold
Menurut bocoran, Razr Fold akan dibekali teknologi layar canggih dan sistem kamera yang disempurnakan. Motorola bahkan menegaskan perangkat ini akan menetapkan standar baru di ranah foldable, meski detail spesifikasi masih dirahasiakan.
Fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) juga menjadi sorotan dalam pemasaran Razr Fold. AI diperkirakan akan memainkan peran penting dalam pengelolaan layar lipat dan meningkatkan kemampuan multitasking secara optimal.
Kehadiran Razr Fold menunjukkan upaya Motorola untuk bersaing di pasar flagship global yang makin sengit. Model ini bisa menjadi rival kuat Galaxy Z Fold dari Samsung yang selama ini mendominasi segmen foldable buku.
Motorola Signature, Flagship Non-Lipat Terbaru
Selain foldable baru, Motorola juga dikabarkan meluncurkan perangkat flagship tanpa fitur lipat bernama Motorola Signature. Model ini menawarkan spesifikasi tinggi seperti tiga kamera dengan resolusi 50 MP dan prosesor Snapdragon 8 Gen 5.
Motorola Signature tersedia dengan opsi RAM 12 GB atau 16 GB. Perangkat ini tampil ramping dengan ketebalan sekitar 6,99 mm dan bobot 186 gram sehingga nyaman digenggam.
Layarnya menggunakan panel 6,8 inci Extreme AMOLED yang dipadukan dengan baterai 5.200 mAh. Untuk pengisian daya, Signature menawarkan kombinasi 90W pengisian kabel dan 50W pengisian nirkabel, yang terbilang unggul di kelas flagship.
Peran AI dalam Strategi Produk Motorola
Baik Razr Fold maupun Motorola Signature mengedepankan kecerdasan buatan sebagai nilai jual utama. AI akan membantu meningkatkan efisiensi daya, pengolahan kamera, dan personalisasi pengalaman pengguna.
Di Razr Fold, AI diperkirakan akan berfokus pada optimalisasi layar lipat saat multitasking. Sedangkan di Signature, AI menegaskan kemampuan fotografi, performa, dan manajemen sistem yang lebih baik.
Pendekatan ini menandai bahwa Motorola ingin bersaing bukan hanya dari inovasi desain, tapi juga pengembangan perangkat lunak yang menunjang pengalaman pemakaian.
Persaingan di Pasar Foldable
Dengan Razr Fold, Motorola resmi mengisi segmen ponsel lipat model buku yang selama ini dikuasai Samsung. Persaingan di pasar premium diyakini akan semakin sengit dan menarik.
Motorola Signature sendiri dijadwalkan meluncur secara resmi 7 Januari mendatang. Sementara itu, waktu peluncuran Razr Fold masih belum diungkapkan secara pasti.
Jika segera dirilis, Razr Fold akan menjadi bukti nyata keseriusan Motorola dalam menjajal inovasi foldable dengan konsep berbeda dari Razr pendahulunya. Ini bisa membuka babak baru di persaingan smartphone lipat global dengan kehadiran pemain yang makin ramai dan beragam.
