Jaringan Ritel Gadget Raih Pertumbuhan Positif Terus Meningkat Sepanjang Periode Mendatang

Industri ritel gadget di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025. Hal ini didorong oleh adaptasi jaringan ritel terhadap perubahan gaya hidup masyarakat yang makin mengandalkan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu contohnya adalah Digiplus, yang berada di bawah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP). Hingga akhir tahun, Digiplus telah mengoperasikan 105 gerai di berbagai wilayah, termasuk kota-kota kecil dan daerah berkembang. Strategi ekspansi ini menandai pergeseran fokus dari hanya berkonsentrasi di pusat metropolitan ke jangkauan yang lebih luas. Dengan membuka gerai di daerah lapis kedua, akses konsumen terhadap perangkat teknologi semakin mudah sekaligus mengikuti pertumbuhan ekonomi digital di luar kota besar.

Pertumbuhan jaringan ritel gadget juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Kini, teknologi sudah lebih dari sekadar alat komunikasi. Perangkat seperti ponsel pintar, wearable, dan aksesoris pendukung berfungsi sebagai alat utama dalam bekerja, belajar, serta hiburan. Permintaan produk tersebut terus meningkat secara signifikan selama 2025.

Menurut Dwita Satyanti, Head of Marketing MAPTech for Digiplus, diversifikasi merek dan kategori produk menjadi fokus utama. “Digiplus hadir untuk menjembatani kebutuhan konsumen dengan menghadirkan pengalaman berbelanja yang lengkap, bukan hanya penjualan produk saja,” ujarnya. Lebih jauh, Digiplus berupaya menjadi solusi menyeluruh (one-stop solution) untuk kebutuhan teknologi konsumen, baik untuk produktivitas, hiburan, maupun gaya hidup.

Pengalaman berbelanja juga menjadi aspek krusial dalam persaingan ritel gadget. Konsumen kini mencari lebih dari sekadar harga. Kenyamanan, kejelasan informasi produk, serta kemudahan dalam proses pembelian dan layanan purna jual menjadi pertimbangan utama. Beberapa inovasi yang diterapkan adalah konsep toko modern, kesempatan mencoba produk secara langsung, beragam metode pembayaran, dan program loyalitas pelanggan.

Pertumbuhan positif jaringan ritel gadget sepanjang 2025 mengindikasikan bahwa sektor teknologi lifestyle masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Namun, keberhasilan itu sangat bergantung pada kemampuan jaringan untuk merespons kebutuhan pasar yang terus berubah dan memberikan nilai tambah bagi konsumen di luar aspek produk semata.

Di tahun-tahun mendatang, strategi ekspansi ke wilayah non-metropolitan dan peningkatan layanan dapat menjadi kunci dalam mempertahankan momentum tersebut. Dengan demikian, jaringan ritel gadget tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga pusat pengalaman teknologi yang relevan dengan gaya hidup digital masyarakat Indonesia.

Exit mobile version