Moto G06 Power Tantang Redmi & Poco, Siap Geser Pasar HP Entry Level di 2026

Motorola Moto G06 Power muncul sebagai penantang baru yang berani mengusik dominasi Redmi dan Poco di pasar ponsel entry level Indonesia. Fokus utama pada daya tahan baterai dan desain yang tidak tampak murah memberi warna berbeda di segmen kisaran harga Rp1 jutaan. Konsumen mencari ponsel murah kini tidak hanya soal harga, melainkan juga pengalaman penggunaan yang relevan dan awet untuk aktivitas sehari-hari yang padat.

Pendekatan Motorola lantas membedakan diri dari strategi adu spesifikasi yang selama ini mendominasi segmen ini. Moto G06 Power hadir bukan sekadar mengandalkan angka-angka di lembar spesifikasi, melainkan menawarkan daya tahan jangka panjang dan tampilan yang matang di kelasnya.

Persaingan Fitur di Segmen Harga Rp1 Jutaan

Pada rentang harga ini, Redmi 15C dan Poco C85 menjadi dua nama besar dengan penawaran kompetitif. Redmi 15C membidik pengguna yang mengutamakan RAM besar dan nama antarmuka MIUI yang sudah familier. Sementara Poco C85 mencoba menggoda anak muda lewat citra performa agresif dan banderol murah.

Harga Redmi 15C ada di kisaran Rp1,65 jutaan dengan RAM 6 GB dan memori internal 128 GB. Poco C85 sedikit di bawahnya dengan harga sekitar Rp1,49 jutaan, mengusung konfigurasi memori serupa. Moto G06 Power hadir dengan harga sekelas Poco namun memberikan insentif tambahan seperti voucher pembelian serta bonus kuota data yang langsung terasa relevan bagi pemakai baru.

Desain dan Build Quality yang Menonjol

Motorola menerapkan material polycarbonate solid dengan sentuhan finishing rapi pada bodi Moto G06 Power. Tekstur bodinya tidak licin dan didesain agar nyaman digenggam waktu lama, sangat berbeda dibanding perangkat plastik konvensional pada rivalnya. Warna yang dihadirkan kalem dan elegan, cocok untuk pengguna yang menginginkan tampilan simpel namun tetap berkelas. Redmi dan Poco pada umumnya masih menggunakan material plastik standar yang cukup biasa secara visual dan pengalaman sentuh.

Kapasitas Baterai Jadi Senjata Utama

Kapasitas baterai menjadi keunggulan Moto G06 Power yang jarang ditemui di segmen entry level. Dengan membawa baterai 7000 mAh, Motorola sukses menempatkan produknya sebagai HP entry level dengan endurance terbaik untuk pemakaian berat. Meski pengisian dayanya hanya 20 watt dan kalah angka dari Redmi atau Poco yang sudah menawarkan pengisian 33 watt, efisiensi daya baterainya sulit ditandingi.

Dalam skenario pengujian pemakaian, nonton video YouTube resolusi 1080p selama satu jam cuma mengurangi sekitar 9 persen kapasitas baterai. Aktivitas harian seperti chat berbasis aplikasi dan scrolling media sosial secara intensif juga tetap menyisakan daya yang tinggi. Untuk gaming kasual semacam PUBG Mobile, Moto G06 Power tetap konsisten menjaga endurance hingga sesi selesai.

Tabel Perbandingan Fitur Kunci

Fitur Moto G06 Power Redmi 15C Poco C85
Harga Rp1,49 jutaan* Rp1,65 jutaan Rp1,49 jutaan
RAM Tidak disebutkan detail** 6 GB Setara Redmi
Memori Internal Tidak disebutkan detail** 128 GB Setara Redmi
Kapasitas Baterai 7000 mAh Di bawah 7000 mAh Di bawah 7000 mAh
Fast Charging 20 watt 33 watt 33 watt
Material & Warna Polycarbonate, Kalem Plastik, Standar Plastik, Standar
Bonus/Insentif Voucher & Kuota Data Tidak disebutkan Tidak disebutkan

*harga menyesuaikan promosi region dan waktu pembelian
**spesifikasi sesuai sumber terbatas pada poin keunggulan utama baterai dan desain

Strategi dan Daya Saing di Mata Konsumen

Upaya Motorola lebih dari sekadar melepas produk ke pasaran dengan harga murah. Perusahaan tampak ingin membangun image bahwa ponsel entry level juga bisa punya build quality solid, kapasitas baterai besar, dan insentif pembelian yang benar-benar terasa untuk kebutuhan harian pengguna aktif.

Moto G06 Power menyasar konsumen yang butuh daya tahan tanpa ribet mencari charger atau power bank ketika mobilitas tinggi. Ini merupakan respons cerdas di tengah tren konsumsi mobile yang semakin banyak menuntut daya tahan dan efisiensi, bukan hanya angka benchmark.

Masuknya Moto G06 Power dengan keunggulan berbeda juga mendorong persaingan lebih sehat di pasar ponsel entry level. Jika tren ini berlanjut, konsumen jelas diuntungkan karena punya lebih banyak opsi sesuai kebutuhan nyata. Motorola menandai keseriusan comeback mereka di segmen ini dan membuka peluang kompetisi makin variatif bagi pengguna di Indonesia.

Exit mobile version