Presiden Nintendo Buka Suara Soal Potensi Kenaikan Harga Switch 2 akibat Biaya Memori Naik

Lonjakan harga memori global tengah mempengaruhi biaya manufaktur perangkat gaming, termasuk konsol seperti Nintendo Switch 2. Banyak penggemar konsol penasaran apakah kenaikan harga komponen ini akan membuat Nintendo menaikkan harga Switch 2 di masa depan. Pertanyaan ini makin relevan di tengah kekhawatiran soal krisis suplai memori yang didorong oleh tingginya permintaan dari industri data center dan kecerdasan buatan.

Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, telah mengonfirmasi pihaknya menyadari kondisi pasar memori saat ini dan siap menghadapinya. Ia menyampaikan bahwa Nintendo telah lama menjalankan strategi menumpuk persediaan komponen penting sebagai bagian dari rencana bisnis jangka menengah hingga panjang. Menurut Furukawa, stok memori untuk konsol mereka saat ini bukan masalah dalam waktu dekat. Ia memastikan kenaikan harga memori global tidak akan berdampak langsung pada profitabilitas Nintendo untuk saat ini.

Respons Nintendo terhadap Kenaikan Harga Memori

Furukawa menjelaskan bahwa Nintendo secara aktif memantau perkembangan krisis suplai memori yang dipicu oleh tren penggunaan AI di pusat data. Perusahaan memastikan proses produksi konsol tetap lancar dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga memori secara jangka pendek. Stok memori jenis LPDDR5X yang saat ini digunakan untuk perangkat genggam mereka masih cukup banyak tersedia di pabrik milik Nintendo.

Selain itu, Nintendo juga diketahui pernah memanfaatkan kontrak harga tetap jangka panjang dengan pabrikan memori, meski kini model kontrak semacam ini mulai dihindari produsen memori akibat volatilitas harga pasar. Namun jika krisis suplai memori terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, solusi cadangan Nintendo ini tetap dinilai hanya sebagai langkah sementara.

Kemungkinan Kenaikan Harga Switch 2

Saat diwawancarai oleh media Kyoto Shimbun, Furukawa mendapat pertanyaan terkait kemungkinan kenaikan harga Switch 2 akibat melonjaknya biaya komponen. Ia menegaskan belum bisa memberikan komentar spesifik terkait perubahan harga ritel resmi (MSRP) karena situasi masih bersifat hipotesis. Pernyataan Furukawa ini mengindikasikan bahwa Nintendo memilih untuk tidak berspekulasi dan tetap menyesuaikan kebijakan harga dengan kondisi pasar yang terus berkembang.

Namun terdapat beberapa faktor eksternal lain yang bisa memengaruhi harga jual Switch 2. Sebelum adanya krisis pasokan memori, tarif impor telah memberi tekanan tersendiri pada struktur harga produk Nintendo. Untuk beberapa pasar, tarif tinggi menyebabkan harga Switch dan produk terkait mengalami penyesuaian dan berdampak pada daya saing harga perangkat keras Nintendo.

Dampak Kenaikan Harga terhadap Konsumen dan Pasar

Kenaikan harga konsol bisa berdampak langsung pada minat pembeli untuk melakukan upgrade ke Switch 2 dari generasi sebelumnya. Furukawa mengakui adanya kekhawatiran soal daya beli konsumen dan berharap harga Switch 2 tetap terjangkau agar sebanyak mungkin orang dapat menikmati perangkat terbaru ini. Pada musim liburan terakhir, penjualan Switch 2 secara global tercatat belum mampu melebihi Switch generasi sebelumnya pada saat diluncurkan, dengan beberapa wilayah masih mengalami kelangkaan stok.

Namun di pasar lain seperti Jepang, permintaan terhadap Switch 2 justru sangat tinggi hingga beberapa toko kesulitan memenuhi kebutuhan pasar. Meskipun demikian, Nintendo juga menyediakan varian handheld yang lebih terjangkau, memberikan opsi tambahan bagi konsumen yang sensitif terhadap harga.

Fakta Penting dari Krisis Harga Memori dan Strategi Nintendo

  1. Harga memori global melonjak akibat permintaan tinggi untuk kebutuhan AI dan data center.
  2. Nintendo menerapkan strategi menimbun komponen penting sebagai langkah antisipasi kelangkaan.
  3. Switch 2 tetap dipasarkan pada harga yang diharapkan meski ada tekanan tarif impor di sejumlah negara.
  4. Furukawa belum bisa memberikan konfirmasi tentang kemungkinan kenaikan harga Switch 2.
  5. Penjualan Switch 2 belum melampaui tren penjualan awal Switch generasi pertama di beberapa wilayah.

Nintendo saat ini masih memperlihatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan kenaikan harga komponen dengan mengandalkan stok persediaan dan kebijakan harga yang adaptif. Pihak perusahaan juga berkomitmen menjaga agar hardware terbaru tetap dapat diakses sebanyak mungkin konsumen. Untuk perkembangan ke depan, Nintendo akan terus mengawasi dinamika industri dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi pasar serta kebutuhan para penggemar setia produk mereka.

Berita Terkait

Back to top button