
Inisiatif standarisasi baterai solid-state di China mendatangkan terobosan baru dalam industri kendaraan listrik. Langkah ini memacu lahirnya pabrik produksi khusus pertama untuk sel baterai dengan kepadatan energi tinggi hingga 360 Wh/kg dan komposisi elektrolit padat sebesar 95%.
Manufaktur baterai berteknologi maju ini menjawab kebutuhan kendaraan listrik akan jarak tempuh yang lebih jauh serta biaya produksi yang efisien. Industri baterai kini memasuki era baru di mana baterai hybrid solid-liquid semakin diminati karena gabungan antara keselamatan, kinerja, dan efisiensi biaya.
Standarisasi Mendorong Inovasi
China menjadi negara pertama yang berusaha menetapkan standar nasional bagi baterai solid-state. Standar ini membedakan dengan jelas antara baterai solid-state murni dan hybrid yang masih mengandung sedikit elektrolit cair. Menurut sumber dari Notebookcheck, baterai yang mengandung 95% elektrolit padat kini dikategorikan sebagai hybrid solid-liquid, bukan lagi semi-solid seperti sebelumnya.
Kategori baru ini bertujuan mempercepat adopsi sel baterai solid dan hampir solid di pasar kendaraan listrik. Proses standarisasi terbukti menjadi katalis inovasi bagi startup dan produsen raksasa seperti CATL dan WeLion, yang kini berlomba menaklukkan teknologi baterai terbaru.
Baterai Hybrid Solid-Liquid: Solusi Sementara yang Efisien
Baterai dengan 95% elektrolit padat menawarkan biaya produksi lebih rendah dibanding baterai solid-state murni tetapi tetap unggul dalam hal keamanan dan kepadatan energi. Versi hybrid solid-liquid ini sudah diadopsi oleh produsen kendaraan listrik seperti NIO, yang melalui kerja sama dengan WeLion, berhasil memproduksi baterai 150 kWh yang mampu menempuh lebih dari 650 mil dalam satu kali pengisian.
Fakta menarik lainnya, CATL yang awalnya ragu mengembangkan baterai ini karena dianggap mahal dan tidak praktis, kini menyadari potensi besar yang dimilikinya. Hybrid solid-liquid menjadi jembatan penting menuju komersialisasi baterai solid-state sepenuhnya, seiring upaya menekan biaya produksi.
Pabrik Pertama untuk Produksi Massal
Hylic, salah satu perusahaan yang berfokus penuh pada teknologi solid-state, menjadi pionir dengan membangun lini produksi khusus untuk baterai hybrid solid-liquid. Sel yang dihasilkan memiliki daya tahan hingga 1.000 siklus pengisian dan kepadatan energi 50% lebih tinggi dari baterai EV konvensional saat ini.
Pembangunan tahap awal pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 10 GWh kapasitas baterai, yang dapat diaplikasikan pada berbagai bidang seperti robotik, drone, hingga kendaraan listrik. Melalui efisiensi skala produksi massal, teknologi ini berpotensi menekan harga sehingga lebih terjangkau di pasar.
Keunggulan Baterai Hybrid Solid-Liquid
Baterai hybrid solid-liquid membawa sejumlah keunggulan bagi ekosistem kendaraan listrik, di antaranya:
- Kepadatan energi lebih tinggi hingga mencapai 360 Wh/kg, memungkinkan kendaraan menempuh jarak 500-600 mil dalam sekali pengisian.
- Biaya produksi lebih rendah dibanding baterai solid-state murni, namun tetap memberikan keamanan ekstra berkat dominasi elektrolit padat.
- Daya tahan hingga 1.000 kali siklus pengisian sehingga usia pakai lebih lama.
- Mengurangi ketergantungan terhadap teknologi elektrolit cair yang cenderung mudah terbakar.
Mendorong Daya Saing Global
Standarisasi di China membuat produsen lokal semakin kompetitif menghadapi raksasa seperti CATL dan BYD. Start-up berteknologi solid-state dapat meraih pasar lebih luas tanpa harus bersaing langsung di lini produksi baterai cair yang telah dikuasai pemain besar.
Kebijakan ini juga berpotensi menciptakan efek domino global, mendorong negara lain menerapkan standar serupa untuk mempercepat pengembangan teknologi baterai solid-state. Kombinasi inovasi teknologi, efisiensi biaya, dan dukungan kebijakan pemerintah membawa optimisme bagi transformasi kendaraan listrik masa depan.
Dengan adopsi luas dan aplikasi lintas industri, produksi massal baterai hybrid solid-liquid diharapkan mampu mengubah lanskap elektrifikasi otomotif dan perangkat elektronik. Data dari Hylic menunjukkan bahwa kapasitas lini produksi yang kini tengah dibangun akan menjadi kunci dalam menyediakan solusi energi yang lebih aman, efisien, dan berjangkauan jauh.





