iPhone Kalahkan Galaxy di 2026, Nothing dan Google Tunjukkan Pertumbuhan Pesat

Dominasi Apple dalam pasar smartphone global terus menjadi sorotan setelah berhasil melewati Samsung pada tahun ini. Berdasarkan analisis terbaru dari Counterpoint Research, Apple kini menempati posisi teratas dalam penjualan smartphone secara global, meninggalkan Samsung yang selama ini dikenal sebagai pemimpin pasar.

Pertumbuhan Apple tercatat melonjak tajam, dengan peningkatan penjualan iPhone sebesar 10% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini menjadikan Apple sebagai produsen dengan pertumbuhan paling kuat di antara lima besar dunia. Market share Apple kini mencapai 20%, sementara Samsung, meski juga mengalami kenaikan sebesar 5%, berada di posisi kedua dengan 19%.

Faktor Pendorong Kenaikan Apple dan Samsung

Keberhasilan Apple meraih pangsa pasar puncak terjadi di tengah tren kenaikan permintaan pada segmen premium. Hal ini terlihat dari respons positif pengguna terhadap lini iPhone terbaru, meski dengan harga jual yang relatif tinggi dan pilihan model yang lebih terbatas dibandingkan kompetitor.

Samsung tetap menjadi pesaing utama dengan pertumbuhan positif, terutama berkat popularitas Galaxy A series. Model Samsung Galaxy A16, yang dijual sekitar $125 di Amazon, tercatat sebagai smartphone Android paling laris di dunia saat ini. Namun, saat Apple mencatat market share global sebesar 25% pada kuartal terakhir tahun ini, Samsung hanya menguasai sekitar 17% selama periode yang sama.

Peta Persaingan Produsen Smartphone Dunia

Berikut data market share produsen smartphone global tahun ini berdasarkan laporan Counterpoint Research:

  1. Apple: 20%
  2. Samsung: 19%
  3. Xiaomi: 13%
  4. Oppo: 8%
  5. Vivo: 8%

Dua nama lain yang menonjol adalah Nothing dan Google. Kedua produsen ini membukukan kenaikan penjualan yang sangat signifikan sepanjang tahun. Nothing berhasil meningkatkan pengiriman smartphone sebesar 31% dibandingkan tahun lalu, sementara Google mencatat pertumbuhan 25%.

Tren Baru: Pertumbuhan Nothing dan Google

Pertumbuhan tinggi Nothing dan Google menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen pada inovasi dan pengalaman sistem operasi yang lebih segar. Produk Nothing, yang dikenal dengan desain inovatif dan fitur khas, mulai menarik perhatian pasar global. Sementara Google, berkat pengembangan Pixel dan kolaborasi dengan berbagai mitra perangkat keras, membuktikan komitmen memperluas ekosistem Android.

Fakta ini juga mencerminkan dinamika baru persaingan di luar dua nama besar seperti Apple dan Samsung. Konsumen kini mulai melirik merek alternatif yang menawarkan pengalaman pengguna berbeda, baik dari sisi hardware maupun software.

Dampak pada Industri dan Proyeksi ke Depan

Pertumbuhan pasar smartphone secara global hanya naik tipis sekitar 2% tahun ini. Sebagian besar pertumbuhan didorong permintaan di segmen premium dan munculnya perangkat dari produsen baru. Counterpoint Research juga mencatat bahwa tahun depan pasar smartphone diprediksi akan mengalami kontraksi sekitar 3%, terutama akibat kenaikan harga di industri akibat krisis DRAM.

Indikasi perlambatan ini membuat produsen perlu lebih inovatif dalam mempertahankan posisi pasar mereka. Kenaikan harga diperkirakan akan mempengaruhi daya beli konsumen, sehingga strategi perangkat dengan harga lebih terjangkau namun tetap inovatif menjadi kunci persaingan.

Segmentasi Pasar dan Inovasi Produk

Samsung tetap mengandalkan strategi portofolio produk yang luas, menjangkau segmen menengah hingga atas dengan Galaxy A dan Galaxy S series. Sementara Apple tetap fokus di segmen premium, mengutamakan kualitas dan pengalaman ekosistem penuh antara perangkat dan layanan.

Di sisi lain, produsen seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo masih mempertahankan posisi papan atas dengan menawarkan variasi produk luas dan harga kompetitif. Tetapi laju pertumbuhan Nothing dan Google menjadi catatan penting bagi pelaku industri agar tidak mengabaikan tren baru di pasar smartphone global.

Meskipun persaingan semakin ketat, posisi Apple di puncak menunjukkan bahwa inovasi dan loyalitas pengguna masih menjadi faktor utama keberhasilan di ranah smartphone. Sementara itu, konsumen akan terus diuntungkan dengan hadirnya lebih banyak pilihan produk dari berbagai produsen besar maupun pendatang baru.

Exit mobile version