Disney+ akan segera menghadirkan pengalaman baru bagi para pelanggannya dengan mengadopsi format video vertikal seperti yang lazim ditemukan di media sosial. Perubahan ini bertujuan membuat pengguna lebih sering membuka aplikasi Disney+, tidak hanya ketika ada penayangan baru yang diluncurkan.
Langkah ini pertama kali diumumkan dalam ajang Tech + Data Showcase di CES oleh jajaran petinggi Disney. Fokus utama Disney adalah mendorong audiens membuka aplikasi setiap hari serta memperkenalkan pengalaman menonton yang terasa lebih interaktif dan adaptif seperti menjelajah feed pada ponsel.
Alasan Disney+ Mengadopsi Video Vertikal
Disney sebelumnya telah melakukan eksperimen serupa di aplikasi ESPN dengan fitur “Verts”, yaitu video pendek berformat vertikal. Hasil eksperimen tersebut menunjukkan tingkat keterlibatan pengguna yang tinggi dan menjadi pijakan inovasi baru pada Disney+.
Erin Teague, salah satu eksekutif Disney, menyampaikan pada Deadline bahwa konten vertikal ini tidak hanya akan berupa cuplikan atau promosi singkat. Disney+ akan menghadirkan beragam konten orisinal berdurasi pendek, termasuk kemungkinan hadirnya micro-drama yang popularitasnya meningkat di media sosial.
Bagi Disney, menghadirkan video vertikal adalah upaya menyesuaikan diri dengan kebiasaan pengguna, terutama generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha. Data internal menyebut audiens muda cenderung enggan menonton tayangan berdurasi panjang di layar kecil, sehingga format vertikal dinilai lebih atraktif dan relevan bagi mereka.
Strategi Feed yang Dipersonalisasi dan Evolusi Konten
Disney+ akan mendesain feed vertikal yang dipersonalisasi sesuai preferensi pengguna. Feed ini tidak hanya mencakup hiburan, tetapi juga diperkaya dengan informasi dan pengalaman bersifat news feed, sehingga pola konsumsi konten sehari-hari terasa semakin natural, seperti pada aplikasi media sosial.
Feed tersebut juga akan terus dikembangkan sejalan waktu, dengan tujuan membuat pengguna menemukan lebih banyak tayangan baru, menonton konten berdurasi panjang, serta mempertahankan langganan mereka. Pola penggunaan aplikasi yang berulang diyakini dapat meningkatkan loyalitas pengguna.
Persaingan Antar Layanan Streaming
Disney+ bukan satu-satunya layanan streaming yang mengadopsi konsep seperti ini. Netflix, salah satu kompetitor utama, telah lebih dahulu menguji feed video vertikal berisi cuplikan dari film dan serial untuk mendorong pengguna menonton secara maraton.
Perbandingan inisiatif ini memperkuat indikasi trend baru dalam industri streaming, di mana layanan streaming tak hanya bersaing sesama platform, namun juga merebut perhatian yang biasanya diberikan pada aplikasi media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Potensi Integrasi Teknologi AI ke Konten Video
Selain video vertikal, Disney juga tengah memperdalam pemanfaatan kecerdasan buatan. Perusahaan mengonfirmasi adanya eksperimen dengan video hasil AI, misalnya OpenAI’s Sora, yang berpotensi masuk dalam katalog atau feed di platform Disney+. Meski demikian, belum ada informasi lebih jauh mengenai penggabungan AI-generated content ke dalam feed vertikal di masa dekat.
Format, Manfaat, dan Tantangan Video Vertikal pada Streaming
Berikut adalah rangkuman manfaat dan tantangan yang dihadapi layanan streaming seperti Disney+ saat mengadopsi video vertikal:
- Menyesuaikan format konsumsi konten harian pengguna mobile.
- Meningkatkan frekuensi penggunaan aplikasi di luar jadwal rilis baru.
- Menarik minat generasi muda dengan konten durasi singkat.
- Menambah variasi jenis konten lewat micro-drama, cuplikan, atau informatif.
- Menghadapi risiko pengalaman doomscrolling serta tantangan kurasi agar pengguna tidak merasa jenuh atau kewalahan oleh banjir konten.
Format video vertikal dan feeds sosial menawarkan kemudahan bagi pengguna untuk menemukan tayangan yang relevan dan terbaru. Dengan pendekatan personalize, Disney+ berharap feed ini memudahkan pengguna memilih konten sesuai minat tanpa perlu mencari secara manual di aplikasi.
Integrasi fitur baru seperti feed video vertikal juga menandai perubahan strategi bisnis Disney+ yang lebih adaptif terhadap perkembangan preferensi pengguna digital dan lanskap persaingan streaming global. Seiring kemunculannya di Disney+, format ini kemungkinan besar akan menjadi standar baru dalam industri hiburan daring.





