Lawan Deepfake AI dengan Privy: Ekosistem Identitas Digital Paling Aman Siap 2026!

Privy memasuki tahun 2026 dengan semangat baru untuk memperkuat keamanan identitas digital di Indonesia. Perusahaan ini bertekad menghadirkan ekosistem digital trust teraman yang mampu melindungi pengguna dari ancaman teknologi deepfake berbasis AI.

Sebagai pionir tanda tangan elektronik tersertifikasi di tanah air, Privy bukan hanya sekadar penyedia layanan teknologi. Marshall Pribadi, CEO Privy, menegaskan bahwa perusahaan ini adalah satu-satunya institusi di Indonesia yang mampu memberikan jaminan mutlak atas keaslian dokumen di dunia digital.

Perlindungan Hukum dan Jaminan Finansial

Privy berperan sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berada di bawah Kominfo RI. Langkah ini memperkuat posisi Privy sebagai benteng keamanan digital dengan fitur Certificate Warranty. Fitur ini memberikan jaminan perlindungan hingga Rp1 miliar kepada pengguna. Jaminan finansial ini melindungi pengguna dari kerugian akibat penggunaan sertifikat digital yang tidak autentik.

Dengan adanya proteksi ini, setiap transaksi yang dilakukan melalui platform Privy memiliki bobot keamanan dan keabsahan hukum yang sama kuatnya dengan dokumen fisik di mata hukum. Hal tersebut menegaskan bahwa keamanan dan kepercayaan digital kini menjadi prioritas utama dalam transaksi daring.

Menangkal Ancaman Deepfake AI

Ancaman penipuan digital semakin kompleks dengan munculnya teknologi deepfake yang dapat memanipulasi identitas secara visual. Privy hadir sebagai solusi utama untuk memverifikasi identitas pengguna secara akurat. Mengintegrasikan fitur Privy Chat dengan tanda tangan digital, perusahaan memastikan bahwa setiap dokumen dan transaksi diverifikasi secara ketat.

Pada tahun sebelumnya, sistem Privy berhasil menggagalkan lebih dari 122 juta upaya serangan cyber fraud. Angka ini termasuk upaya manipulasi dokumen yang menggunakan AI, yang menunjukkan kekuatan sistem keamanan Privy dalam menghadapi ancaman modern.

Pertumbuhan Basis Pengguna dan Ekspansi Internasional

Privy kini dipercaya oleh 71 juta individu yang telah terverifikasi dan lebih dari 167.000 organisasi dari berbagai sektor industri. Basis pengguna yang besar ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap layanan keamanan digital Privy.

Selain itu, Privy meraih prestasi dengan mengekspor layanan teknologi tinggi ke Australia. Langkah strategis ini menjadikan Privy sebagai perusahaan Indonesia pertama yang sukses menembus pasar internasional di bidang identitas digital dan tanda tangan elektronik.

Inovasi Fitur Digital ID dan Tanda Tangan Elektronik Perpajakan

Memasuki tahun 2026, fokus pengembangan Privy adalah memperkuat ekosistem kepercayaan digital yang lebih inklusif dan mutakhir. Marshall Pribadi menyampaikan bahwa pengembangan fitur Digital ID akan memungkinkan pengguna mengakses berbagai platform menggunakan satu identitas yang aman dan terpercaya.

Selain itu, Privy akan mengembangkan kapabilitas tanda tangan elektronik khusus untuk dokumen perpajakan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Hal ini diharapkan dapat mendukung transformasi digital nasional yang semakin cepat dan menyeluruh.

Kunci Menuju Dunia Usaha yang Transparan dan Efisien

Melalui inovasi dan pengembangan berkelanjutan, Privy berambisi menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem digital yang transparan dan efisien. Komitmen ini tidak hanya membantu mengurangi risiko kejahatan digital, tetapi juga memperkuat kepercayaan antara pelaku usaha dan konsumen di dunia maya.

Privy menunjukkan bahwa perlindungan identitas digital bukan sekadar kebutuhan teknologi, melainkan fondasi penting dalam membangun masa depan digital yang aman dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button