Kecerdasan buatan saat ini berkembang pesat dan tidak hanya berpusat pada ChatGPT. Beragam AI hadir dengan spesialisasi yang membantu pekerjaan harian, riset, bahkan penulisan kreatif. Banyak pengguna kini mencari alternatif ChatGPT untuk mendapatkan pengalaman, fitur, dan hasil lebih sesuai kebutuhan spesifik mereka.
Ada beberapa AI yang menjadi andalan, baik untuk mahasiswa, profesional, hingga pegiat konten digital. AI ini banyak dipilih karena punya keunggulan unik, mulai dari integrasi ke aplikasi kerja, keamanan, hingga kemampuan memahami konteks secara lebih tepat.
1. Gemini
Gemini merupakan produk AI yang dikembangkan Google. Sejak awal, Gemini didesain agar terhubung langsung ke layanan utama Google seperti Search, Gmail, dan Google Docs. Keunggulannya adalah kemampuan mengambil data terbaru serta memahami beragam format informasi, mulai teks, gambar, hingga audio. Versi gratis cukup memadai untuk tugas harian dan riset cepa, sedangkan versi berbayar menghadirkan fitur pro seperti konteks jawaban lebih panjang.
2. Claude
Claude dibesut oleh Anthropic, perusahaan riset AI asal Amerika Serikat. Fokus pengembangannya adalah keamanan, anti-bias, dan transparansi jawaban dengan metode Constitutional AI. AI satu ini sangat populer di lingkungan akademik atau profesional yang butuh analisis teks panjang dan penjelasan struktur logis yang mudah dipahami. Claude sudah sering direkomendasikan untuk merangkum jurnal atau laporan resmi.
3. Perplexity
Perplexity lebih dikenal sebagai mesin pencari berbasis AI atau ‘answer engine’. Jawaban dari Perplexity selalu menyertakan rujukan sumber, sehingga cocok dipakai mahasiswa atau peneliti yang ingin memastikan keakuratan data. Fitur ini membedakan Perplexity dari ChatGPT dan AI lainnya, karena transparansi referensinya memudahkan penelusuran informasi untuk penulisan ilmiah.
4. DeepSeek
DeepSeek basisnya adalah AI dari Tiongkok yang terkenal di bidang pemrograman dan teknis. Keunggulannya terletak pada kecermatan menjawab soal coding, debugging sederhana, penjelasan konsep matematika, serta penyusunan algoritma secara sistematis. Dari pengalaman pengguna, DeepSeek sering jadi solusi alternatif saat perlu panduan teknis dengan bahasa sederhana.
5. Jasper AI
Jasper AI memudahkan penulisan konten pemasaran, artikel blog, hingga caption media sosial dengan efisien. Dirancang khusus untuk kebutuhan kreatif, Jasper menyediakan beragam template dan gaya penulisan. Pekerja konten, agensi digital, serta pelaku UMKM seringkali memakai Jasper AI untuk mempercepat workflow pembuatan konten.
6. Copilot
Copilot adalah AI besutan Microsoft yang sudah terintegrasi dalam produk Microsoft seperti Word, Excel, Outlook, dan Edge. Copilot dapat membantu menyusun dokumen, melakukan ringkasan, bahkan mempercepat penulisan email atau slide presentasi. Bagi pengguna ekosistem Microsoft, Copilot menawarkan efisiensi dan kemudahan ekstra tanpa proses migrasi aplikasi.
7. YouChat
YouChat adalah chatbot yang terhubung dengan mesin pencari You.com. Kelebihan utamanya adalah update informasi yang real-time sesuai hasil pencarian web saat itu juga. Pengguna bisa mendapat jawaban berbasis tren terbaru, sehingga YouChat sangat bermanfaat untuk riset cepat atau mencari data kontekstual yang berkembang pesat.
8. ChatSonic
ChatSonic dikembangkan oleh Writesonic, dan punya keunggulan integrasi dengan web serta kemampuan membuat gambar dari perintah teks. ChatSonic sering diandalkan oleh kreator konten, blogger, dan profesional media sosial yang ingin mendapatkan inspirasi konten, ringkasan berita, atau visual kreatif tanpa biaya besar. Penggunaan gratis tersedia, namun dibatasi kuota harian.
9. Notion AI
Notion AI sudah langsung tersemat dalam aplikasi Notion yang populer untuk manajemen catatan dan tugas. AI ini membantu merangkum, memperbaiki, dan mengembangkan draft tulisan dalam satu workflow. Fitur utamanya termasuk pembuatan resume, outline, hingga to-do list otomatis yang sangat menghemat waktu mahasiswa atau pekerja kantoran.
10. Wordtune
Wordtune menitikberatkan pada perbaikan kalimat, parafrase, penyempurnaan grammar, hingga penyusunan ulang alur bahasa agar lebih efektif. AI ini cocok digunakan pelajar dan profesional yang sering menyiapkan dokumen formal atau email penting. Versi gratisnya memungkinkan parafrase dasar dan pembenahan struktur kalimat dalam hitungan detik.
Tips Memilih AI untuk Kebutuhan Sehari-Hari
Beberapa hal bisa dipertimbangkan sebelum memilih AI yang paling sesuai:
- Tentukan tujuan utama, misalkan riset ilmiah, penulisan kreatif, atau produktivitas kerja.
- Perhatikan batasan versi gratis dan akses ke fitur kunci.
- Pastikan AI mudah terintegrasi dengan aplikasi lain yang sering dipakai.
- Prioritaskan AI yang menyebutkan sumber atau data original jika dipakai untuk tujuan akademik.
- Manfaatkan trial atau free version untuk menguji performa sebelum upgrade berbayar.
Dengan banyaknya pilihan AI yang terus berkembang, pengguna dapat menentukan sendiri mana yang paling sesuai berdasarkan kebutuhan, kenyamanan, dan tujuan. Perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft, Anthropic hingga startup baru berlomba menghadirkan AI yang semakin ramah pengguna dan fungsional. AI selain ChatGPT kini bukan hanya alternatif, tapi juga jadi pilihan utama untuk berbagai skenario digital masa kini.





