Aplikasi mobile dengan nama unik “Sileme” atau bermakna “Are you dead?” tiba-tiba melonjak ke puncak daftar unduhan App Store di Tiongkok. Keberhasilan aplikasi ini menyoroti kekhawatiran yang nyata di masyarakat urban saat ini, terutama untuk individu yang tinggal sendiri dan menghadapi risiko darurat medis tanpa pengawasan.
Fitur utama Sileme sangat sederhana. Pengguna hanya perlu menekan satu tombol setiap hari sebagai tanda bahwa mereka masih baik-baik saja. Jika dalam dua hari tidak ada respons, aplikasi akan mengirimkan notifikasi otomatis ke kontak darurat yang telah didaftarkan melalui email. Fitur tambahan berupa peringatan SMS sedang dikembangkan untuk meningkatkan responsibilitas.
Popularitas Pesat dan Respons Pengguna
Dalam beberapa hari setelah peluncurannya, aplikasi ini mencatat pertumbuhan fantastis dengan kenaikan unduhan hingga seratus kali lipat. Sileme kini telah memiliki setidaknya 12.000 pengguna terdaftar. Keberhasilan ini bahkan melampaui batas Tiongkok, aplikasi tersebut mulai dikenal di Amerika Serikat dengan nama Demumu.
Di tengah tren digitalisasi, meningkatnya rasa isolasi sosial jadi latar belakang kuat kemunculan inovasi ini. Banyak warganet menemukan aplikasi ini bukan sekadar lelucon gelap, melainkan solusi atas kekhawatiran riil: risiko seseorang meninggal dunia di rumah tanpa diketahui siapa pun dalam waktu lama.
Keunikan Konsep dan Latar Budaya
Nama Sileme sendiri merupakan permainan kata dari jasa pesan antar makanan populer di Tiongkok, Eleme, yang berarti “Are you hungry?”. Namun, penggunaan kata “mati” dalam nama aplikasi menuai pro-kontra. Dalam budaya Tionghoa, kata-kata yang berasosiasi dengan kematian kerap dianggap tabu dan dianggap kurang pantas dikaitkan dengan layanan digital harian.
Sebagian pengguna menyarankan perubahan nama menjadi kalimat yang lebih halus seperti “Are you alive?”. Pengembang aplikasi menanggapi masukan tersebut dan dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi perubahan nama guna mengakomodasi sensitivitas kultural.
Perbandingan dengan Solusi Tradisional
Layanan tanggap darurat di rumah sebenarnya sudah cukup dikenal, biasanya berbentuk tombol darurat yang dikenakan di leher atau pergelangan tangan, yang secara langsung mengirimkan peringatan ke pusat layanan medis. Kekurangannya, sistem konvensional ini umumnya dipungut biaya bulanan yang tidak murah.
Sileme menawarkan alternatif yang jauh lebih ekonomis. Ketika pertama kali dirilis, aplikasi ini hanya dibanderol seharga satu yuan atau kurang dari $0.14. Seiring popularitasnya meningkat, harga aplikasi naik hingga setara hampir satu dolar AS. Pengguna mendapatkan rasa aman tanpa biaya berlangganan bulanan yang mengikat.
Respons Internasional dan Reaksi Media Sosial
Ketika diperbincangkan di forum seperti Reddit, khususnya pada subreddit r/nottheonion, diskusi seputar Sileme berlangsung serius dan empatik. Banyak cerita nyata bermunculan tentang orang yang hidup sendiri ditemukan setelah beberapa hari meninggal dunia tanpa diketahui kerabat atau tetangga. Aplikasi ini dinilai sebagai refleksi atas masalah sosial terkait kesepian dan keterputusan antarindividu di kota-kota besar.
Berikut ciri khas aplikasi Sileme yang membedakannya dari layanan sejenis:
- Konfirmasi harian cukup dengan satu tombol.
- Notifikasi otomatis ke kontak darurat melalui email.
- Rencana penambahan notifikasi via SMS.
- Harga terjangkau tanpa biaya bulanan.
- Pengguna tetap dapat memilih kontak kepercayaan.
Fenomena Sileme menandakan perubahan pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan teknologi, tidak hanya untuk kenyamanan tetapi juga untuk perlindungan jiwa. Di era di mana kehidupan individu semakin terdesentralisasi, aplikasi sederhana semacam ini menjadi contoh bagaimana solusi inovatif dapat muncul dari kebutuhan mendesak akan rasa aman dan perhatian, bahkan di tengah humor gelap yang tak selalu diterima semua pihak.
