
Pengamatan terbaru yang dilakukan Teleskop Luar Angkasa James Webb berhasil mencatat gambar paling tajam yang pernah didapat dari area di sekitar lubang hitam supermasif. Temuan ini datang dari inti galaksi Circinus yang berjarak sekitar tiga belas juta tahun cahaya dari Bumi. Penelitian tersebut secara efektif mengguncang pemahaman ilmiah yang telah lama diyakini mengenai proses dan distribusi debu panas di sekitar lubang hitam aktif.
Para astronom sebelumnya menduga bahwa sebagian besar cahaya inframerah yang terekam di galaksi Circinus berasal dari aliran keluar gas panas yang dipicu oleh aktivitas lubang hitam. Namun, hingga kini, para peneliti belum mampu menentukan sumber utama emisi cahaya berlebih itu. Penggunaan teknologi terbaru pada Webb mampu mengungkap asal dominan dari radiasi inframerah tersebut.
Fakta Baru dari Inti Galaksi Circinus
Penelitian pada inti galaksi Circinus menunjukkan sekitar delapan puluh tujuh persen emisi inframerah panas bersumber dari debu yang terletak sangat dekat dengan lubang hitam. Sebaliknya, kurang dari satu persen berasal dari aliran debu panas di bagian luar inti. Hanya dua belas persen sisanya yang dideteksi berasal dari jarak yang lebih jauh dari pusat lubang hitam.
Hasil ini mematahkan prediksi sebelumnya yang menyatakan bahwa pancaran sinar lebih banyak bersumber dari aliran debu dan gas keluar. Studi baru juga memperlihatkan bahwa mayoritas debu panas mengitari dan memasok material ke lubang hitam, bukan didorong ke luar oleh energi dari dalamnya.
Teknologi Canggih pada Webb
Keberhasilan observasi ini tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi Aperture Masking Interferometer pada instrumen NIRISS di Webb. Teknik interferometri tersebut memungkinkan astronom untuk menembus penghalang cahaya bintang serta materi bercahaya di sekitar lubang hitam. Torus, yaitu cincin debu berbentuk donat yang terbentuk akibat akumulasi gas dan debu, kerap menjadi rintangan utama dalam pengamatan area terdekat lubang hitam supermasif.
Dengan teknik ini, tim astronom mampu memetakan struktur dan distribusi material di sekitar lubang hitam secara lebih presisi. Untuk pertama kalinya, gambar interferometrik inframerah terhadap objek galaksi di luar Bima Sakti berhasil diabadikan dari luar angkasa. Tidak hanya itu, inilah momen pertama instrumen Webb digunakan secara khusus dengan mode kontras tinggi untuk mengamati wilayah inti galaksi di luar galaksi tempat Bumi berada.
Dampak Penting untuk Ilmu Astrofisika
Kemajuan pengamatan ini membawa prospek baru dalam memecahkan sejumlah misteri terbesar seputar lubang hitam di jagat raya. Dengan teknik baru ini, para peneliti dapat melakukan studi serupa pada berbagai inti galaksi lain yang juga memiliki lubang hitam supermasif aktif. Proses identifikasi sumber emisi inframerah kini dapat dijalankan dengan akurasi jauh lebih tinggi dibandingkan pencitraan teleskop sebelumnya, seperti Hubble.
Makna penting dari penelitian ini dijelaskan oleh para ilmuwan sebagai berikut:
- Menyediakan data akurat mengenai distribusi debu panas yang menjadi pakan utama lubang hitam aktif.
- Membantu meluruskan pemahaman terkait dinamika aliran gas dan debu di sekitar lubang hitam.
- Membuka jalan bagi observasi lebih lanjut pada inti galaksi lain yang sebelumnya sulit diteliti karena hambatan debu tebal.
Perbandingan Visual Citra Teleskop
Perbandingan visual atas hasil pemotretan Webb dengan data yang dihasilkan Hubble menunjukkan perbedaan sangat signifikan dalam detail struktur inti galaksi Circinus. Webb menghadirkan ketajaman dan kontras jauh lebih tinggi, terutama pada area konsentrasi debu panas yang sangat dekat dengan lubang hitam. Peningkatan ini menjadi bukti nyata kapasitas teknologi ruang angkasa generasi terbaru.
Studi inovatif ini telah terbit di jurnal Nature. Data yang diperoleh berpotensi mengembangkan strategi baru dalam riset lubang hitam supermasif aktif, baik di galaksi-galaksi terdekat maupun di area kosmik yang lebih jauh. Dengan kemajuan teknologi pengamatan seperti ini, masa depan pemahaman manusia terhadap fenomena langit paling misterius tampak semakin terbuka lebar.





