
Persaingan pasar kartu grafis kelas menengah semakin memanas setelah Asus secara resmi mengonfirmasi pemberhentian produksi RTX 5070 Ti. Informasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna dan pengamat hardware karena Nvidia juga disebut berencana mengurangi ketersediaan beberapa model lain berbasis Blackwell VRAM 16 GB seperti RTX 5060 Ti 16 GB.
Kebijakan baru Nvidia terlihat mendorong prioritas pada model tertinggi untuk setiap konfigurasi VRAM. RTX 5070 Ti, yang dikenal luas sebagai solusi gaming QHD terbaik bahkan untuk 4K berkat fitur seperti DLSS 4.5, kini sudah tidak lagi diproduksi oleh mitra utama Nvidia seperti Asus. Setelah stok yang ada di pasaran habis, pengguna tak akan menemukan lagi model RTX 5070 Ti baru di retailer.
Kebijakan End of Life pada RTX 5070 Ti dan Potensi Dampaknya
Asus kepada Hardware Unboxed menyatakan bahwa mereka kesulitan mendapatkan suplai GPU GB203 yang digunakan pada RTX 5070 Ti. Kondisi ini membuat pihak perusahaan memutuskan memindahkan RTX 5070 Ti ke status end of life (EoL). Artinya, masa hidup produk ini telah berakhir sehingga tak akan ada suplai baru untuk konsumen setelah stok terakhir habis di toko.
Pemberhentian ini bukan hanya berdampak pada RTX 5070 Ti. Kini, sorotan juga mengarah pada RTX 5060 Ti 16 GB, yang dikabarkan akan mengalami nasib serupa. Para mitra Nvidia kesulitan memperoleh varian VRAM 16 GB untuk model ini, menyebabkan pasokan menipis. Informasi dari channel Hardware Unboxed dan beberapa OEM lainnya mendukung laporan ini.
Perubahan Strategi Alokasi GPU dari Nvidia
Sumber dari HKEPC mengonfirmasi bahwa Nvidia mulai menempuh strategi baru, yakni memprioritaskan pengalokasian GPU kelas atas untuk setiap kapasitas VRAM. Untuk Blackwell 16 GB, hanya RTX 5080 yang tampaknya tetap diprioritaskan. Sementara itu, RTX 5070 Ti dan RTX 5060 Ti 16 GB mendapatkan alokasi suplai lebih sedikit atau bahkan dihentikan.
Berikut daftar dampak kebijakan ini terhadap beberapa lini produk Blackwell GeForce:
- RTX 5080 (16 GB) — Menjadi prioritas utama alokasi GPU 16 GB.
- RTX 5070 Ti (16 GB) — Produksi dihentikan, sisa stok akan habis dalam waktu dekat.
- RTX 5060 Ti (16 GB) — Diprediksi segera mengikuti proses end of life.
- RTX 5070 (12 GB), RTX 5090D v2 (24 GB), RTX 5090 (32 GB) — Tidak ada perubahan alokasi GPU untuk model ini.
Nvidia sendiri membantah kabar bahwa seluruh model 16 GB akan hilang dari pasar. Dalam pernyataan ke Hardwareluxx, pihak Nvidia menyatakan tetap berkomitmen mengirim semua varian GeForce, meski mengakui ada kendala suplai memori dan permintaan GPU yang cukup tinggi.
Harga dan Nilai Kompetitif Kartu Grafis Kelas Menengah
RTX 5070 Ti sebelumnya hadir di pasar dengan MSRP $749, meski tidak memiliki Founders Edition dari Nvidia. Harga di pasaran kini bervariasi mulai dari $830 untuk MSI RTX 5070 Ti Shadow 3X hingga lebih dari $1.565 untuk varian overclocking seperti Aorus RTX 5070 Ti OC. Tren harga diprediksi melonjak seiring menipisnya stok di pasaran, membuat posisi kartu ini semakin langka dan mahal.
Keunggulan kinerja RTX 5070 Ti cukup menonjol untuk gaming QHD 1440p hingga UHD 2160p dengan teknologi upscaling. Hanya AMD Radeon RX 9070 XT yang bisa dianggap sebagai rival langsung di segmen serupa.
Sementara itu, RTX 5060 Ti 16 GB yang rilis dengan MSRP $429 kini dibanderol mulai $546 hingga $659 di beberapa e-commerce global. Kartu ini berpotensi menjadi barang incaran berikutnya di pasar seiring kabar penghentian produksinya.
Dampak pada Konsumen dan Industri
Langkah Nvidia dan para OEM yang memangkas suplai varian GPU midrange berbasis VRAM 16 GB memunculkan konsekuensi signifikan untuk gamer serta pelaku kreatif yang membutuhkan kapasitas memori grafis lebih besar. Jika stok varian 16 GB terus menipis, harga di pasaran dipastikan melonjak dan menyulitkan akses pengguna pada solusi grafis harga menengah.
Berdasarkan analisis tren industri, produsen tampaknya akan terus fokus pada penguatan lini flagship seperti RTX 5080 dan RTX 5090 yang menawarkan kapasitas memori lebih besar. Sementara untuk segmen menengah, pengguna mau tak mau akan beralih ke model 8 GB atau menanggung harga premium demi VRAM lebih besar.
Situasi ini menjadi gambaran dinamika ekosistem hardware grafis yang sangat dipengaruhi keterbatasan pasokan chip memori. Dengan meningkatnya permintaan untuk kebutuhan AI dan gaming, kompetisi di pasar GPU dipastikan semakin ketat, dan konsumen harus lebih jeli dalam memilih produk sebelum stok benar-benar habis.





